;
headline photo

KONSEP DASAR ASESMEN

Jumat, 25 Desember 2009

Oleh Iim Imandala
Guru SLB Rodhatul Jannah Kab. Bandung

Dalam upaya memberikan layanan pendidikan yang tepat/sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus maka diperlukan langkah-langkah yang sistematis. Langkah itu diawali dengan proses asesmen. Setiap anak berkebutuhan khusus harus melalui proses asesmen itu sehingga akan diperoleh gambaran kemampuan dan kebutuhan belajarnya.

Apabila proses asesmen tidak dilakukan maka pembelajaran yang dilakukan tidak memiliki dasar/pijakan untuk mencapai indikator materi pembelajaran yang diharapkan. Anak-anak pun akan kesulitan menguasai materi pembelajaran karena materinya tidak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan belajarnya. Kegagalan dalam pembelajaran dapat diakibatkan oleh tidak adanya data hasil asesmen. Dengan demikian asesmen memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam menentukan keberhasilan pembelajaran.

Mengingat begitu pentingnya asesmen ini maka setiap guru bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) harus memahami dan mengimplementasikan asesmen. Tulisan ini hadir bermaksud untuk memberikan pemahaman dasar mengenai asesmen agar guru-guru ABK dapat mengimplementasikan asesmen dengan dasar-dasar asesmen yang kuat.

A. Definisi Asesmen

Perlu dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan tes, evaluasi dan asesmen. Tes adalah mengukur kemampuan dengan soal-soal. Evaluasi adalah aktifitas yang di dalamnya terdapat aktifitas pengukuran dan penilaian (membandingkan) yang kemudian memaknai hasilnya.
Sedangkan asesmen adalah serangkaian proses yang di dalamnya terdapat aktifitas tes dan evaluasi dalam rangka memperoleh gambaran yang lengkap mengenai kemampuan dan hambatan belajar yang dimiliki oleh anak sehingga berdasarkan gamabaran/data itu dapat diambil keputusan untuk menentukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan belajar anak. Sejalan dengan definisi berikut bahwa asesmen adalah mengumpulkan informasi yang relevan, sabagai bahan untuk menentukan apa yang sesungguhnya dibutuhkan, dan menerapkan seluruh proses pembuatan keputusan tersebut (Mcloughlin and Lewis, 1986:3; Rochyadi & Alimin 2003:44; Sodiq, 1996; Fallen dan Umansky, 1988 dalam Sunardi dan Sunaryo, 2006:80). Demikian pula dengan apa yang dinyatakan oleh McLEan, Wolery, dan Bailey (2004 dalam Rahardja, Dajdja, 2006:14) bahwa asesmen merupakan istilah umum yang berhubungan dengan proses pengumpulan informasi untuk tujuan pengambilan keputusan.

B. Tujuan Asesmen
1. Screening/penyaringan. Untuk mengidentifikasi
anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.
2. Diagnosis. Untuk menentukan jenis dan berat/ringannya
kebutuhan khusus.
3. Perencanaan program
4. Penempatan
5. Grading/Penilaian
6. Evaluation
7. Prediction. Untuk memperkirakan potensi atau kinerja
anak atau kelompok anak dimasa dating
8. Guidance. Dapat digunakan untuk bimbngan
sehubungan karir.

C. Pendekatan Asesmen
1. Asesmen Formal
Asesmen formal adalah asesmen standar atau asesmen yang menggunakan instrumen baku, misalnya WISC (tes kecerdasan), PMC, Basal Reading Tes Minosetta, dll. Instrumen tersebut telah mengalami standarisasi melalui eksperimen yang ketat dengan jumlah sampel yang sangat banyak.
2. Asesmen Informal
Asesmen informal adalah asesmen yang dibuat dan dikembangkan oleh guru berdasarkan aspek-aspek perkembangan atau kurikulum yang berkaitan dengan kemampuan belajar anak. Asesmen informal ini hanya berlaku kasuistis, maksudnya berlaku pada komunitas anak dimana guru itu membuat dan menerapkan asesmen. Belum tentu sesuai atau cocok diterapkan pada komunitas anak ditempat lain.

D. Subjek Asesmen
Siapakah yang perlu diasesmen? Tentunya semua anak membutuhkan asesmen ini. Semua anak harus memperoleh hak pendidikan dan hak belajarnya maka semua anak perlu memperoleh proses asesmen agar hak pendidikan dan hak belajarnya terpenuhi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.
Anak pada umumnya membutuhkan asesmen, terlebih lagi anak-anak berkebutuhan khusus yang rentan terhadap kegagalan dalam proses pembelajaran. Semua anak berkebuthan khusus harus diasesmen sebelum mereka memulai proses pembelajaran.
Semua subjek akan memperoleh strategi, lingkup, dan teknik asesmen yang sama. Perbedaannya terletak pada prosedur dan item-item soal dan instruksi yang ada dalam proses asesmen. Faktor usia juga menentukan bentuk item soal dan evakuasi yang akan diberikan. Misalnya asesmen membaca permulaan pada anak tunagrahita akan berebda dengan anak pada umumnya. Item-item soal pada anak tunagrahita harus memiliki instruksi yang jelas bahkan perlu dibuat dengan bahasa atau simbol yang sesuai dengan pekembangan anak tunagrahita. Namun pada prinsipnya asesmen bagi semua anak adalah sama.

E. Strategi
1. Asesmen Statis
Asesmen statis adalah asesmen yang dilakukan berdasarkan pola waktu yang telah ditentukan. Misalnya dilakukan pada awal masuk sekolah atau tahun pelajaran baru, tengah semester dan akhir semester.

2. Asesmen Dinamis
Asesmen dinamis adalah asesmen yang dilakukan tanpa terikat oleh pola waktu. Asesor terus melakukan penilaian, pengukuran dan evaluasi sepanjang perkembangan anak dalam proses belajar atau kehidupannya. Setiap hasil asesmen menjadi baseline bagi asesmen berikutnya.

F. Lingkup
1. Asesmen berbasis Perkembangan
- Kognitif
- Sosial – Emosi
- Fisik – Motorik
2. Asesmen berbasis Kurikulum
- Bahasa (bicara, mendengarkan, membaca, menulis)
- Aritmatika/Matematika

G. Teknik
Tekniknya meliputi tes, evaluasi, wawancara, observasi, dan analisis pekerjaan anak. Dalam satu proses asesmen, biasanya semua teknik itu digunakan, tidak hanya satu teknik saja.

H. Prosedur
Prosedurnya tergantung pada lingkup asesmen yang akan dilakukan dan tergantung subjeknya.


KECERDASAN JAMAK DAN EMOSIONAL


A. Kecerdasan Jamak

Perbincangan seputar kecerdasan manusia merupakan kajian menarik dalam studi psikologi khususnya dan ilmu-ilmu pendidikan lain umumnya. Salah satu topik menarik dalam perkuliahan untuk mata kuliah Dimensi Kultural Psikologis dalam Pendidikan pada program S3 Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta yang dipandu oleh Prof. Dr. Conny Semiawan bersama Dr. Yufiarti memandang kecerdasan merupakan sarana untuk belajar, pemecahan masalah, dan menciptakan sesuatu yang dapat digunakan dalam kehidupan. Hal ini senada dengan pandangan Gardner (1999) yang melihat kecerdasan sebagai kapasitas untuk pemecahan masalah, membentuk produk yang dapat dinilai menurut satu atau lebih setting budaya. Sedangkan, istilah kecerdasan jamak dalam resume ini merujuk pada multiple intelligence atau dapat pula disebut kecerdasan majemuk yang menurut Gardner (1983) terdiri atas delapan komponen, yakni; (1) kecerdasan verbal/linguistik, (2) logika matematik, (3) visual/spatial, (4) music/rhythmic, (5) bodi/kinestetik, (6) interpersonal, (7) Intrapersonal, dan (8) naturalis.

Kemampuan linguistik merujuk pada terbangunnya tradisi baca-tulis dan kebiasaan berkomunikasi. Hal ini dapat diamati melalui aktivitas mereka yang memilih profesi sebagai penyair, wartawan, dan ilmuan. Bagi mereka jika ada suatu pertemuan ilmiah yang melibatkan berbagai pakar yang datang dari satu atau lebih disiplin ilmu cenderung mendengarkan dengan penuh perhatian. Dalam aktivitas sehari-hari pun selalu menjalankan aktivitas membaca secara efektif, menulis dengan memperhatikan aturan penulisan, mampu berbicara di hadapan para audiens, dan bahkan dapat mempelajari bahasa asing dengan mudah. Kecerdasan logis/ matematik mencakup kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kemampuan menghitung. Kecerdasan ini dapat diamati melalui berbagai aktivitas para insinyur, ekonom, akuntan, dan ilmuan. Mereka ini memiliki karakteristik untuk mampu mengenal konsep kuantitas, waktu, sebab-akibat, mempersepsi objek, menggunakan simbol abstrak, memperlihatkan keterampilan logis dalam memecahkan masalah, mampu menguji hipotesis, menggunakan keterampilan matematis, menyukai operasi kompleks matematis, dan mampu berpikir matematis.

Selanjutnya, kemampuan visual/spatial mencakup kemampuan berpikir melalui gambar, menvisualisasi hasil masa depan, mengimajinasi sesuatu dengan penglihatan seperti yang banyak dilakukan oleh para arsitek, artis, pemahat, pemotret, dan perencana strategik. Kecerdasan visual/spatial memiliki karakteristik belajar dengan melihat dan mengamati, mengenal wajah, objek, bentuk, dan warna, mampu beradaptasi dalam suatu lingkungan, berpikir dalam bentuk visual, dapat menciptakan grafik, chart dan peta, muda mempelajari media visual, selalu senang terhadap gambar, dan cenderung menyukai seni. Selain dari itu, terdapat juga kecerdasan music/rhythmic seperti kemampuan untuk bermain gitar, biola, piano, dan composer, mengkomposisikan music, menyanyi, dan menghargai. Kecerdasan musik memiliki karakteristik seperti mendengarkan dan menghayati suara dan irama, mencari kesempatan untuk mendengarkan music, dan dapat merespon suatu music dengan kinestetik tubuh.

Selain kecerdasan lingkuistik, logis/matematik, visual/spasial, music/rhythmic, juga terdapat kecerdasan kinestetik yang melibatkan kepandaian gerakan tubuh seperti menggunakan badan secara terampil, mengatasi masalah, dan menghasilkan prestasi. Kecerdasan ini dapat dilihat melalui mereka yang berprofesi sebagai penari, aktor, dan atlit. Mereka ini memiliki keterampilan seni peran, atletis, menari, menyukai pengalaman belajar yang bersifat konkrit seperti field trip, role playing, dan latihan fisik. Mereka juga dapat menunjukkan keseimbangan, keanggunan, kecakapan, dan segala susuatu yang melibatkan tugas fisik. Sedangkan, kecerdasan interpersonal terdiri atas kemampuan untuk bekerja secara efektif dengan orang lain, memiliki simpati dan pengertian, menghayati motivasi dan tujuan seseorang. Kecerdasan ini dapat diamati melalui peran yang dimainkan oleh para guru, politisi, dan pemimpin agama. Peran yang dimaksud adalah senang berinteraksi dengan orang lain, memelihara dan menjaga hubungan dengan orang lain, mengenal berbagai cara untuk berhubungan dengan orang lain, sering mempengaruhi opini orang lain, berperan serta dalam berbagai aktivitas yang menuntut adanya kerja kolaboratif, mampu menyampaikan pandangan melalui komunikasi verbal dan nonverbal, sering mengekspresikan minat terhadap karir dan pekerjaan.

Jika kecerdasan interpersonal menekankan pada hubungan dengan pihak lain, maka terdapat juga kecerdasan intrapersonal yang berfungsi untuk mengelola diri secara pribadi seperti analisa diri, refleksi, menilai keberhasilan orang lain dengan memahami diri. Mereka yang termasuk dalam kawasan kecerdasan intrapersonal adalah para ahli filsafat, dan konselor. Mereka betul-betul menyadari kawasan emosi yang terdapat dalam diri, mampu mengekspresikan perasaan dan pemikiran yang ada dalam diri, mengembangkan kepribadian yang akurat, memiliki system nilai dan etika, mencari tahu dan memahami pengalaman yang bersifat internal, dan berupaya untuk melakukan aktualisasi diri. Kecerdasan terakhir adalah kecerdasan naturalis yang berguna untuk mengenal kembali flora dan fauna, dan mencintai Alam seperti yang dapat dilihat dari aktivitas ahli biologi dan para petualang hutan. Mereka mengenal dan mengategorikan spesies flora dan fauna, senang berada di lingkungan alam, dan mudah mempelajari hal-hal yang terkait dengan alam. Kedelapan kecerdasan jamak seperti yang telah dikemukan di atas memiliki cara menstimulasi agar dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari. Cara menstimulasinya adalah dengan memahami masing-masing karakteristik yang melekat pada profesi yang diemban setiap melaksanakan aktivitas kehidupan.

B. Kecerdasan Emosional

Emosional berasal dari bahasa Latin, motere, yang dapat diartikan sebagai keadaan bergerak, a state of being moved dalam bahasa Inggris menjadi emotional yang merujuk pada tiga aspek, yakni perasaan (feeling), perbuatan (act), kesadaran (awareness). Untuk memahami lebih jauh tentang hakekat kecerdasan emosional, Dr. Yufiarti menurunkan beberapa definisi yang dirangkum dalam materi perkuliahan. Pertama, definisi yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional itu adalah kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain serta menggunakannya untuk memandu pikiran dan tindakan. Kedua, suatu bentuk kecerdasan sosial yang mencakup kemampuan untuk memonitor perasaan sendiri dan perasaan orang lain. Sedangkan, yang dimaksud dengan keterampilan memahami diri sendiri adalah upaya untuk mengatur diri sendiri, memotivasi dan empati, sebagai predictor yang sangat kuat dalam mencapai keberhasilan dalam bekerja. Ketiga, definisi yang diberikan oleh Sprinthal yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional adalah cara cerdas dalam diri seseorang untuk berhubungan dengan orang lain secara sukses. Sprinthal melihat kecerdasan emosional sebagai sumber daya yang sinergis yang meliputi harga diri, kesadaran diri, kepekaan social dan kemampuan adaptasi social. Sedangkan, Lawrence melihat kecerdasan emosianal merupakan bagian dari kecerdasan social yang berfungsi untuk memantau perasaan baik yang terlahir dari perasaan sendiri maupun yang berasal dari orang lain.

Coleman (1997) mengatakan bahwa sumber kecerdasan emosional itu bersumber dari otak yang terdapat di kepala dan hati. Suatu penelitian yang dilakukan secara longitudinal dengan mengambil responden terhadap ana-anak untuk diberikan tes “Marsmallow”, Hasilnya menunjukkan bahwa anak yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi memperoleh skor ujian lebih tinggi dari anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional rendah. Anak yang memiliki kecerdasan emosional lebih tinggi juga sangat berhasil dalam kehidupan di masyarakat. Di samping itu, terdapat perbedaan yang mencolok antara EQ dan IQ. Beberapa penelitian telah membuktikkan bahwa IQ bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan dalam suatu karir akademik karena hanya memberikan kontribusi sebanyak 20%, sedangkan EQ yang bersumber dari hati seperti yang telah dijelaskan oleh Coleman di atas mampu membentuk karakter manusia dan berkontribusi hingga mencapai 80% untuk keberhasilan manusia. Oleh karena itu, keberhasilan manusia banyak disebabkan oleh kemampuannya mengelola diri sendiri dan orang lain yang mencakup beberapa kawasan; kesadaran diri, pengelolaan emosi, motivasi diri, mengembangkan signal, dan mengelola hubungan. Selengkapnya...

KENALI KONSEP DIRI

BY : CARL ROGERS
Konsep diri menurut Rogers adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku. Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positip tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.
Konsep-diri memiliki tiga dimensi, yaitu:
1. Pengetahuan tentang diri anda
Adalah informasi yang anda miliki tentang diri anda. Misalkan jenis kelamin, penampilan, dan sebagainya.
2. Pengharapan bagi anda
Adalah gagasan anda tentang kemungkinan menjadi apa kelak.
3. Penilaian terhadap diri anda
Adalah pengukuran anda tentang keadaan anda dibandingkan dengan apa yang menurut anda dapat dan seharusnya terjadi pada diri anda. Hasil pengukuran tersebut adalah rasa harga diri.
Konsep-diri memiliki dua kecondongan, yaitu:
Konsep-diri NEGATIF
Anda memiliki penilaian NEGATIF pada diri Anda sendiri. Anda tidak merasa cukup baik dengan apapun yang Anda miliki dan merasa tidak mampu mencapai suatu apapun yang berharga. Jika hal ini terus berlanjut, maka Anda akan menuntun diri Anda sendiri ke arah kelemahan emosional. Anda mungkin akan mengalami depresi atau kecemasan secara ajeg, kekecewaan emosional yang lebih parah dan kualitasnya mungkin mengarah ke keangkuhan dan ke keegoisan. Anda telah menciptakan suatu penghancuran-diri.
Mulai sekarang....
Ubahlah dan kembangkan konsep-diri Anda, langkah-langkah yang perlu diambil untuk memiliki konsep diri yang positif :
1. Bersikap obyektif dalam mengenali diri sendiri
Jangan abaikan pengalaman positif atau pun keberhasilan sekecil apapun yang pernah dicapai. Lihatlah talenta, bakat dan potensi diri dan carilah cara dan kesempatan untuk mengembangkannya. Janganlah terlalu berharap bahwa Anda dapat membahagiakan semua orang atau melakukan segala sesuatu sekaligus.
“You can’t be all things to all people, you can’t do all things at once, you just do the best you could in every way....”
2. Hargailah diri sendiri
Tidak ada orang lain yang lebih menghargai diri kita selain diri sendiri. Jikalau kita tidak bisa menghargai diri sendiri, tidak dapat melihat kebaikan yang ada pada diri sendiri, tidak mampu memandang hal-hal baik dan positif terhadap diri, bagaimana kita bisa menghargai orang lain dan melihat hal-hal baik yang ada dalam diri orang lain secara positif. Jika kita tidak bisa menghargai orang lain, bagaimana orang lain bisa menghargai diri kita ??

3. Jangan memusuhi diri sendiri
Peperangan terbesar dan paling melelahkan adalah peperangan yang terjadi dalam diri sendiri. Sikap menyalahkan diri sendiri secara berlebihan merupakan pertanda bahwa ada permusuhan dan peperangan antara harapan ideal dengan kenyataan diri sejati (real self). Akibatnya, akan timbul kelelahan mental dan rasa frustrasi yang dalam serta makin lemah dan negatif konsep dirinya.
4. Berpikir positif dan rasional

“We are what we think. All that we are arises with our thoughts. With our thoughts, we make the world” (The Buddha).
Jadi, semua itu banyak tergantung pada cara kita memandang segala sesuatu, baik itu persoalan maupun terhadap seseorang. Jadi, kendalikan pikiran kita jika pikiran itu mulai menyesatkan jiwa dan raga.
Konsep-diri SEDANG
Anda berada di persimpangan antara kepemilikan konsep-diri positif dan konsep-diri negatif. Ada kalanya anda bisa dan tidak bisa menerima keadaan diri sendiri. Jika konsep-diri negatif semakin berkembang daripada konsep-diri positif, maka Anda akan menuntun diri Anda sendiri ke arah kelemahan emosional. Anda mungkin akan mengalami depresi atau kecemasan secara ajeg, kekecewaan emosional yang lebih parah, dan kualitasnya mungkin mengarah ke keangkuhan dan ke keegoisan.
Mulai sekarang....
Ubahlah dan kembangkan konsep-diri Anda, langkah-langkah yang perlu diambil untuk memiliki konsep diri yang positif :
1. Bersikap obyektif dalam mengenali diri sendiri
Jangan abaikan pengalaman positif atau pun keberhasilan sekecil apapun yang pernah dicapai. Lihatlah talenta, bakat dan potensi diri dan carilah cara dan kesempatan untuk mengembangkannya. Janganlah terlalu berharap bahwa Anda dapat membahagiakan semua orang atau melakukan segala sesuatu sekaligus.
“You can’t be all things to all people, you can’t do all things at once, you just do the best you could in every way....
2. Hargailah diri sendiri
Tidak ada orang lain yang lebih menghargai diri kita selain diri sendiri. Jikalau kita tidak bisa menghargai diri sendiri, tidak dapat melihat kebaikan yang ada pada diri sendiri, tidak mampu memandang hal-hal baik dan positif terhadap diri, bagaimana kita bisa menghargai orang lain dan melihat hal-hal baik yang ada dalam diri orang lain secara positif. Jika kita tidak bisa menghargai orang lain, bagaimana orang lain bisa menghargai diri kita ??
3. Jangan memusuhi diri sendiri
Peperangan terbesar dan paling melelahkan adalah peperangan yang terjadi dalam diri sendiri. Sikap menyalahkan diri sendiri secara berlebihan merupakan pertanda bahwa ada permusuhan dan peperangan antara harapan ideal dengan kenyataan diri sejati (real self). Akibatnya, akan timbul kelelahan mental dan rasa frustrasi yang dalam serta makin lemah dan negatif konsep dirinya.
4. Berpikir positif dan rasional
“We are what we think. All that we are arises with our thoughts. With our thoughts, we make the world” (The Buddha).
Jadi, semua itu banyak tergantung pada cara kita memandang segala sesuatu, baik itu persoalan maupun terhadap seseorang. Jadi, kendalikan pikiran kita jika pikiran itu mulai menyesatkan jiwa dan raga.
Konsep-diri POSITIF
Yups....Selamat!!!
Anda memiliki penilaian POSITIF pada diri Anda sendiri. Anda mengenal diri Anda secara baik. Anda memiliki penerimaan diri yang kualitasnya lebih mungkin mengarah ke kerendahan hati dan ke kedermawanan. Anda dapat menyimpan informasi tentang diri sendiri – informasi negatif maupun positif. Anda seorang yang optimis, penuh percaya diri, dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialaminya. Anda menganggap hidup adalah suatu proses penemuan. Anda berharap kehidupan dapat membuat diri Anda senang, dapat memberikan kejutan, dan memberikan imbalan. Dengan menerima semua keadaan diri Anda maka Anda juga dapat menerima semua keadaan orang lain.


Membentuk Konsep Diri Lebih Baik

http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Untuk membentuk Konsep Diri menjadi lebih baik lagi, maka lebih dulu Anda harus mengetahui hal apa yang mempengaruhi Konsep Diri. Anda harus tahu bahwa konsep diri dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu:
1. Cita-cita Diri
Yaitu keinginan untuk mencapai sesuatu tujuan / keinginan pribadi, dan itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar Anda, orang tua, teman ataupun tetangga. Hal ini biasanya akan sangat kuat pengaruhnya terhadap Anda di masa depan. Seringkali terjadi bahwa cita-cita diri Anda bukanlah merupakan cita-cita pribadi Anda. Tetapi karena itu sudah terjadi dan Anda jalani saat ini, tidaklah mungkin mengubah secara fisik apa yang saat ini sudah terjadi. Misalnya, Anda tidak ada cita-cita untuk menjadi seorang dokter, tetapi karena orang tua Anda sangat menginginkan punya anak seorang dokter, maka akhirnya di dalam perjalanan pendidikan Anda sudah terarah untuk menjadi dokter, dan menjadi kenyataannya sekarang. Nah, ini tidak mungkin Anda ubah secara fisik. Anda pasti ya tetap menjadi seorang dokter, insinyur atau guru dan lainnya lagi. Hal ini sebenarnya tidak begitu berpengaruh pada kehidupan pribadi Anda, jadi jangan terlalu dipikirkan. Kehidupan Anda sejatinya tidak harus terkait dengan berbagai sebutan-sebutan profesi awal Anda. Tetapi penting di sini dipahami, bahwa kehidupan pribadi Anda sangat dipengaruhi oleh sesuatu yang lebih prinsip, sesuatu dari dalam diri Anda yang Anda yakini, yaitu Citra Diri.

2. Citra Diri
Citra Diri ini perlu dipahami lebih dulu maknanya, karena merupakan suatu produk dari pengalaman masa lalu beserta sukses dan kegagalannya. Dari sini Anda membangun sebuah gambaran tentang diri Anda, yang menurut keyakinan Anda benar. Citra Diri sebenarnya adalah "Konsepsi Anda sendiri mengenai seperti apakah diri Anda sebenarnya".

Seringkali keyakinan Anda tentang diri Anda itu salah; dan sesungguhnya itu memang salah. Tetapi yang sering terjadi di sini adalah "Anda telah bersikap seakan-akan semua itu adalah benar". Anda bisa menjadikan hal itu sebuah kisah sukses, atau sebaliknya suatu kisah penuh kegagalan, kesialan, ketidakmujuran. Semuanya tergantung pada apa yang akan Anda lakukan terhadap citra di dalam diri Anda; citra yang merupakan alat penting untuk mencapai kebaikan atau keburukan.

Untuk mengubah, memperbaiki dan meningkatkan citra diri; Anda harus bersedia menggunakan kekuatan pikiran super Anda ini dan mau bekerja keras dengan sebuah wawasan baru, sebuah cara pandang dan cara berpikir baru.

Satu hal yang harus Anda miliki, itu adalah keyakinan. Semoga Anda memilikinya, karena kalau soal satu ini saya tidak bisa membantu Anda. Anda harus memiliki keyakinan cukup untuk melakukan mau melakukan perbaikan di dalam diri Anda sendiri, agar manfaatnya bisa segera Anda rasakan secara nyata dalam bentuk fisik.

Kembali kepada "citra diri"; lebih lanjut, semua tindakan dan emosi kita akan selalu konsisten dengan citra diri kita. Anda akan bertindak sesuai dengan macam pribadi yang menurut pikiran Anda adalah Anda. Anda tidak bisa bertindak selain dari itu, meskipun mungkin Anda melatih seluruh daya kemampuan Anda. Jika orang berpikir dengan keyakinan bahwa dirinya "tipe orang gagal", maka pasti dirinya akan menemukan cara untuk mendapatkan kegagalan; biarpun dia sudah berusaha keras sekali agar berhasil. Orang yang berpikir dirinya "tidak beruntung" seperti itu akan mendapatkan bukti bahwa dia memang selalu ditimpa kesialan atau kemalangan dalam hidupnya, meskipun dia selalu mencoba berusaha agar berhasil.

Hal penting untuk selalu diingat, adalah: Citra diri merupakan batu fondasi sekaligus tiang penyanggah untuk seluruh kepribadian kita. Secara harfiah, batu fondasi dan tiang penyanggah masih memungkinkan untuk direnovasi, diubah sesuai kehendak kita. Begitu pula halnya dengan citra diri.

Satu hal kebenaran mendasar yang perlu Anda pahami, yaitu: citra diri bisa diubah. Orang tidak pernah terlalu tua atau terlalu muda untuk bisa mengubah citra dirinya; dan memulai hidup baru yang lebih produktif, kreatif, inovatif serta berani mengambil risiko.

Sesungguhnya Anda bisa mengubah citra diri Anda. Oleh karena pada umumnya orang jarang menyadari bahwa kesulitan terletak pada penilaiannya atas diri sendiri. Begitu banyak di antara kita yang kurang menghargai diri sendiri.

Perubahan pasti memerlukan waktu dan usaha. Sangat diperlukan kesabaran dan ketekunan Anda sehingga segalanya akan berjalan lancar. Kalau Anda menggunakan keyakinan secara positif, Anda pasti bisa mengubah citra diri Anda untuk menikmati kehidupan dengan penuh kebahagiaan. Sebagaimana Aldous Huxley; seorang pujangga besar Inggris mengatakan bahwa, "Hanya ada satu sudut di alam semesta yang pasti akan bisa Anda perbaiki; itu adalah diri Anda sendiri".

Saya ingat sebuah kalimat suci yang menyebutkan, bahwa "Tuhan tidak akan mengubah nasib manusia, sampai manusia itu mau mengubah nasibnya sendiri". Sebuah nasehat dari Nabi, yang luar biasa sekali untuk Anda resapkan ke dalam pikiran dan sanubari Anda.

Pokok terpenting di sini adalah: "Anda memang harus ada keinginan dan kemauan sendiri untuk bisa berubah lebih baik". Orang lain, bahkan Tuhanpun tidak bisa menjadikan diri Anda lebih baik, jika Anda tidak ada keinginan disertai kemauan kuat untuk benar-benar mau berubah lebih baik.

Hal ke tiga yang mempengaruhi Konsep Diri adalah Harga Diri. Seberapa besar Anda bisa memberikan penghargaan kepada diri Anda sendiri akan menentukan seberapa tinggi harga diri Anda. Jika Anda seringkali sangat tidak menghargai diri sendiri, menganggap remeh diri sendiri. Maka orang lainpun bisa dipastikan tidak dapat menghargai Anda sebagaimana mestinya. Citra Diri Anda juga sangat kuat pengaruhnya terhadap Harga Diri Anda. Oleh karena itu, langkah awal yang harus Anda perhatikan adalah bagaimana membentuk citra diri lebih baik, sehingga harga diri Anda pasti ikut menjadi lebih baik lagi.

Keberhasilan Anda dalam memperbaiki atau membentuk kembali Konsep Diri yang benar sesuai keinginan Anda, sangat ditentukan oleh sikap Anda pribadi. Sikap adalah tidak lebih dari kebiasaan berpikir dan kebiasaan itu dapat diperoleh, sehingga sikap itu dapat dibentuk dan dipelajari. Sikap yang sehat secara pasti akan membimbing Anda menuju kesuksesan. Sikap yang sehat harus terus menerus dipupuk dan dibiasakan dalam keseharian.

Sekarang saatnya bagi Anda untuk mulai membentuk citra diri lebih baik, yaitu dengan mengubah cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir baru dan memikirkan cara-cara baru dalam memandang segala hal yang ada di sekeliling Anda. Mengubah cara berpikir bukanlah dengan agama atau kurikulum pendidikan, tetapi dengan jalan mengubah diri, melakukan perjalanan ke dalam diri sendiri, memahami sepenuhnya siapa diri kita; termasuk unsur penunjang kehidupan diri kita. Para ahli sepakat bahwa perbaikan keadaan mental, dapat dicapai dengan mengubah pikiran tidak sehat menjadi sehat.

Ingatlah nasehat bijak ini: "Anda pasti bisa, jika Anda pikir Anda bisa", kata Norman Vincent Peale, seorang pemikir terkemuka dunia. Dia meyakinkan kepada kita semua, bahwa Anda pasti bisa melakukan keinginan Anda; jika Anda berpikir Anda bisa melakukannya. Tetapi nasehat ini menurut saya masih kurang lengkap; jadi perlu saya tambahkan satu phrase kalimat yaitu: "... dan ada kemauan kuat dari dalam diri Anda sendiri". Lebih lengkapnya saya tulis begini: "Anda pasti bisa, jika Anda pikir Anda bisa; dan ada kemauan kuat dari dalam diri Anda sendiri". Itulah nasehat bagus, yang saya lengkapi agar bisa Anda pahami maknanya dengan lebih jelas.

Dari kalimat nasehat di atas, jelas sekali saya tunjukkan kepada Anda, bahwa untuk bisa berubah, disamping harus punya keinginan sendiri disertai kepercayaan pikirannya; seseorang juga harus punya kemauan sendiri yang kuat untuk berubah; bukan hanya berpikir bahwa dia bisa berubah. Saya pikir, jika tidak ada kemauan diri sendiri yang kuat, orang pasti akan sulit berubah ke arah lebih baik.

http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Factor penyebab prilaku menyimpang social
dalam hubungan keluarga dan masyarakat
a. Faktor dari dalam (intrinsik)
1. Intelegensi
Setiap orang mempunyai intelegensi yang berbeda-beda. Perbedaan intelegensi ini berpengaruh dalam daya serap terhadap norma-norma dan nilai-nilai sosial. Orang yang mempunyai intelegensi tinggi umumnya tidak kesulitan dalam bergaul, belajar, dan berinteraksi di masyarakat. Sebaliknya orang yang intelegensinya di bawah normal akan mengalami berbagai kesulitan dalam belajar di sekolah maupun menyesuaikan diri di masyarakat. Akibatnya terjadi penyimpanganpenyimpangan, seperti malas belajar, emosional, bersikap kasar, tidak bisa berpikir logis. Contohnya, ada kecenderungan dalam kehidupan sehari, anak-anak yang memiliki nilai jelek akan merasa dirinya bodoh. Ia akan merasa minder dan putus asa.Dalam keputusasaannya tersebut, tidak jarang anak yang mengambil penyelesaian yang menyimpang. Ia akan melakukan segala cara agar nilainya baik, seperti menyontek.
2. Jenis kelamin
Perilaku menyimpang dapat juga diakibatkan karena perbedaan jenis kelamin. Anak laki-laki biasanya cenderung sok berkuasa dan menganggap remeh pada anak perempuan.
Contonya dalam keluarga yang sebagian besar anaknya perempuan, jika terdapat satu anak laki-laki biasanya minta diistimewakan, ingin dimanja.
3. Umur
Umur memengaruhi pembentukan sikap dan pola tingkah laku seseorang. Makin bertambahnya umur diharapkan seseorang bertambah pula kedewasaannya, makin mantap pengendalian emosinya, dan makin tepat segala tindakannya.
Namun demikian, kadang kita jumpai penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan oleh orang yang sudah berusia lanjut, sikapnya seperti anak kecil, manja, minta diistimewakan oleh anak-anaknya
4. Kedudukan dalam keluarga
Dalam keluarga yang terdiri atas beberapa anak, sering kali anak tertua merasa dirinya paling berkuasa dibandingkan dengan anak kedua atau ketiga. Anak bungsu mempunyai sifat ingin dimanjakan oleh kakak-kakaknya maupun orang tuanya.Jadi, susunan atau urutan kelahiran kadang akan menimbulkanpola tingkah laku dan peranan dari fungsinya dalam keluarga.
b. Faktor dari luar (ekstrinsik)
1. Peran keluarga
Keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan sosial sangat besar perananya dalam membentuk pertahanan seseorang terhadap serangan penyakit sosial sejak dini. Orang tua yang sibuk dengan kegiatannya sendiri tanpa mempedulikan bagaimana perkembangan anak-anaknya merupakan awal dari rapuhnya pertahanan anak terhadap serangan penyakit sosial.
Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan lahiriah anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat, karena kebutuhan bukan hanya materi saja tetapi juga nonmateri. Kebutuhan nonmateri yang diperlukan anak dari orang tua seperti perhatian secara langsung, kasih sayang, dan menjadi teman sekaligus sandaran anak untuk menumpahkan perasaannya.
Kesulitan para orang tua untuk mewujudkan keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan lahir dan batin inilah yang menjadi penyebab awal munculnya kenakalan remaja yang dilakukan anak dari dalam keluarga yang akhirnya tumbuh dan berkembang hingga meresahkan masyarakat. Misalnya, seorang anak yang tumbuh dari keluarga yang tidak harmonis.
Kasih sayang dan perhatian anak tersebut cenderung diabaikan oleh orang tuanya. Oleh sebab itulah, ia akan mencari bentuk-bentuk pelampiasan dan pelarian yang kadang mengarah pada hal-hal yang menyimpang. Seperti masuk dalam anggota genk, mengonsumsi minuman keras dan narkoba, dan lain-lain. Ia merasa jika masuk menjadi anggota genk, ia akan diakui, dilindungi oleh kelompoknya. Di mana hal yang demikian tersebut tidak ia dapatkan dari keluarganya.
2. Peran masyarakat
Pertumbuhan dan perkembangan kehidupan anak dari lingkungan keluarga akhirnya berkembang ke dalam lingkugan masyarakat yang lebih luas. Ketidakmampuan keluarga memenuhi kebutuhan rohaniah anak mengakibatkan anak mencari kebutuhan tersebut ke luar rumah. Ini merupakan awal dari sebuah petaka masa depan seseorang, jika di luar rumah anak menemukan sesuatu yang menyimpang dari nilai dan norma sosial.
Pola kehidupan masyarakat tertentu kadang tanpa disadari oleh para warganya ternyata menyimpang dari nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat umum. Itulah yang disebut sebagai subkebudayaan menyimpang. Misalnya masyarakat yang sebagian besar warganya hidup mengandalkan dari usaha prostitusi, maka anak-anak di dalamnya akan menganggap prostitusi sebagai bagian dari profesi yang wajar. Demikian pula anak yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat penjudi atau peminum minuman keras, maka akan membentuk sikap dan pola perilaku menyimpang.
3. Pergaulan
Pola tingkah laku seorang anak tidak bisa terlepas dari pola tingkah laku anak-anak lain di sekitarnya. Anak-anak lain yang menjadi teman sepergaulannya sering kali memengaruhi kepribadian seorang anak. Dari teman bergaul itu, anak akan menerima norma-norma atau nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Apabila teman bergaulnya baik, dia akan menerima konsep-konsep norma yang bersifat positif. Namun apabila teman bergaulnya kurang baik, sering kali akan mengikuti konsep-konsep yang bersifat negatif. Akibatnya terjadi pola tingkah laku yang menyimpang pada diri anak tersebut. Misalnya di suatu kelas ada anak yang mempunyai kebiasaan memeras temannya sendiri, kemudian ada anak lain yang menirunya dengan berbuat hal yang sama. Oleh karena itu, menjaga pergaulan dan memilih lingkungan pergaulan yang baik itu sangat penting.

4. Media massa
Berbagai tayangan di televisi tentang tindak kekerasan, film-film yang berbau pornografi, sinetron yang berisi kehidupan bebas dapat memengaruhi perkembangan perilaku individu.
Anak-anak yang belum mempunyai konsep yang benar tentang norma-norma dan nilai-nilai sosial dalam masyarakat, sering kali menerima mentah-mentah semua tayangan itu. Penerimaan tayangan-tayangan negatif yang ditiru mengakibatkan perilaku menyimpan


Tingkah Laku Menyimpang
A. Pengertian Tingkah Laku Menyimpang
Perilaku seseorang dapay dikatakan menyimpang apabila perilaku tersebut dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain, yang melanggar aturan-aturan, nilai-nilai dan norma baik norma agama, norma hukum, dan norma adat. Menurut Andi Mappiarc.
(1982) tingkah laku menyimpang itu juga disebut dengan “Tingkah Laku Bermasalah” Artinya, tingkah laku bermasalah yang masih di anggap wajar dan di alami oleh remaja yaitu tingkah laku yang masih dalam batas ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan sebagian akibat adanya oerubahan secara fisik dan psikis, dan masih dapat diterima sepanjang tidak merugikan diri sendiri dan masyarakat sekitarnya.
Jadi, tingkah laku penyimpangan dapat diartikan bahwa perilaku yang buruk atau negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain yang tentu saja melanggar norma-norma yang ada yang cenderung berbeda dari orang-orang sekitarnya.
B. Bentuk-bentuk tingkah laku menyimpang
Adapun bentuk-bentuk tingkah laku menyimpang yang dapat kita identifikasi adalah :
a. Raksi hiperkenetik
Maksudnya anak yang melakukan tingkah laku menyimpang cenderung berlebih-lebihan dalam bersikap.
b. Menarik Diri
remaja ini akan selalu menghindar dari kelompok teman-temannya karena di anggap berbeda dengan teman yang lain.
c. Ceman Yang Berlebihan
Ia akan selalu dilanda kecemasan atas sikapnya yang bertentangan dengan orang lain sehingga dirinya tajut tidak akan diterima.
d. Melarikan diri dari rumah dan masuk perkumpulan anak-anak nakal (gank)
Hal ini terjadi apabila, misalnya pendapatnya di rumah tidak didengarkan oleh penghuni rumah seperti ayah atau ibu, selalu diremehkan oleh saudara dan lain-lainnya.
e. Agersih individual
Biasanya remaja yang mempunyai sikap seperti ini akan cendrung agresif terhadap lawannya dalam segala hal yang bersifat keras.
f. Menjadi Remaja Nakal
Akibat tidak adanya perhatian di rumah atau orang-orang yang diharapkan menjadi tempat keluh kesah maka tidak mustahil semua sikap yang ia munculkan adalah sifatnya yang buruk dengan sering menggangu teman, memunculkan dan sikap lain yang bersifat fisik dan kekerasan.
g. Melakukan Tindakan Kriminal
Mungkin seringnya remaja berinteraksi dengan lingkungan yang burukdapat menyebabkan remaja tersebut malakukan hal-hal yang negatif seperti sering mencuri, merampok, berjudi dan sebagainya.
h. Penyimpangan Seksual
Hal ini dapat terjadi apa bila remaja tersebut terpengaruh hal-hal negatif di luar kewajibannya sebagai siswa dan anak yang seharusnya belajar di sekolah. Tapi mereka justru terperangkap pada jalan hitam dengan menjadi homo seksual, lesbi, gigolo, sadisme dan sebagainya.
i. Kecanduan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba).
j. Melakukan pemerasan untuk mendapatkan uang kepada orang lain.
k. Dan lain-lain.
Batas tentang perilaku menyimpang tidak begitu jelas dan sangat luas, sebagai acuan bahwa perilaku dapat dikatakan menyimpang, maka Gunarsa (1986) menggolongkan ke dalam dua jenis, yaitu :
1. Penyimpangan tingkah laku yang bersifat amoral dan asosia, dan tidak diatur dalam undang-undang, sehingga tidak dapat digolongkan kedalam pelanggaran hukum. Contohnya adalah, berbohong, membolos, kabur atau minggat dari rumah, membaca buku porno, berpesta semalam suntuk, berpakaian tidak pantas dan minum minuman keras.
2. Penyimpangan tingkah laku yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesai sesuai dengan undang-undang hukum yang biasa disebut dengan kenakalan remaja (deliquency). Minsalnya adalah berjudi, membunuh, memperkosa dan mencuri.

C. Faktor-Faktor Timbunya Tingkah Laku Menyimpang
Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan timbulnya tingkah laku menyimpang, baik yang berasala dari dalam maupun dari dalam diri individu yang bersangkutan maupun yang berasal dari luar dirinya.
Secara garis besar faktor-faktor penyebab terjadinya tingkah laku menyimpang dapat berasal dari :
• Keadaan individu yang bersangkutan
a. Pontensi kecerdasannya rendah, sehingga tidak mampu memenuhi tuntutan akademik sebagaimana yang diharapkan. Akibatnya ia sering frustasi, mengalami konflik batin dan rendah diri.
b. Mempunyai masalah yang tidak terpecahkan.
c. Belajar cara penyesuaian diri yang salah.
d. Pengaruh dari lingkungan.
e. Tidak menemukan figur yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
• Dari luar individu yang bersangkutan
• Lingungan keluarga
1. Suasana kehidupan keluarga yang tidak menimbulkan rasa aman (keluarga broken home)
2. Kontrol dari orang tua yang rendah, yang menyebabkan berkurangnya dispilin dalam kehidupan keluarga.
3. Orang tua yang bersikap otoriter dalam mendidik anak.
4. Tuntutan orang tua terlalu tinggi atau tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki anak.
5. Kehadiran dalam keluarga tidak diinginkan, sehingga orang tua tidak menyayanginya.
• Lingkungan Sekolah
1. Tuntutan kurikulum yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dibanding dengan kemampuan rata-rata anak yang bersangkutan.
2. Longgarnya disiplin sekolah menyebabkan terjadinya pelanggaran peraturan yang ada.
3. Anak-anak sering tidak belajar kerena guru sering tidak masuk, sehingga perilaku anak tidak terkontrol.
4. Pendekatan yang dilakukan guru tidak sesuai dengan perkembangan remaja.
5. Saranan prasarana sekolah yang kurang memadai, akibatnya aktivitas anak jadi terbatas.
• Lingkungan Masyrakat
1. Kurangnya partisipasi aktif dari masyarakat, dalam membelajarkan anak atau memecah pelanggaran tata tertib sekolah.
2. Media cetak dan media eloktronik yang beredar secara bebas yang sebenarnya belum layak buat remaja, minsalnya berupa gambar porno, buku cerita cabul.
3. Adanya contoh/model di lingkungan masyarakat yang kurang menguntungkan bagi perkembangan remaja, minsalnya main judi, minumaman keras dan pelacuran.
D. Usaha-usaha yang dilakukan untuk menanggulanginya
Penyimpangan perilaku remaja atau siswa tidak hanya merugikan dirinya dan masa depanya, tetapi juga orang lain dan memusnahkan harapan orang tua, sekolah dan bangsa. Oleh karena itu diperlukan tindakan nyata agar tingkah laku yang menyimpang tersebut dapat diatasi. Usaha tersebut dapat bersifat pencegahan (peventif), pengentasan (carrative), pembetulan (correntice), dan penjagaan atau pemeliharaan (preservative).
a. Usaha yang dapat dilakukan oleh keluarga
1. Menciptakan hubungan yang harmonis dan terbuka di antara anggota keluarga, anak mereka, lebih kerasan di rumah dari pada keluyuran di luar rumah.
2. Orang tua jangan terlalu menuntut secara berlebihan kepada anak untuk berprestasi atau memaksakan kehendaknya untuk mengambil jurusan/bidang studi tertentu bilamana tidak sesua dengan kemampuan/protensi yang dimiliki anak.
3. Membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dialami remaja.
b. Usaha yang dapat dilakukan oleh sekolah
1. Menegakkan disiplin sekolah.
2. Membantu masalah yang di alami oleh siswa sebagaimana di ketahui bahwa salah satu sumber terjadinya perilaku menyimpang yaitu siswa menghadapi masalah yang tidak terpecahkan,
3. Menyediakan fasilitas, sarana dan prasarana belajar.
4. Sekolah perlu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.
c. Usaha masyarakat dalam menanggulangi perilaku menyimpang
1. Secara bersama-sama ikut mengontrol dan menegur bila ada anak yang tidak masuk kelas pada jam pelajaran berlansung, misalnya nongkrong di warung.
2. Melaporkan kepada pihak sekolah bila mengetahui ada siswa dari sekolah itu melakukan tindakan menyimpang.
3. Ikut menjaga ketertiban sekolah, dan menciptakan suasana yang aman dan nyaman untuk terwujudnya proses belajar mengajar yang baik. Selengkapnya...

Interaksi Yodium dengan Zat gizi lain



Pendahuluan

Menurut Golden (1992), yodium termasuk dalam klasifikasi/kategori nutrient type I (pertama), bersama sama dengan zat gizi lain seperti besi, selenium, calcium, thiamine dll. Type I ini mempunyai ciri yang apabila kekurangan maka gangguan pertumbuhan bukan merupakan tanda yang pertama melainkan timbul setelah tahap akhir dari kekurangan zat gizi tersebut. Tanda yang spesifik lah yang pertama akan timbul. Dalam hal kekurangan yodium, dapat menyebabkan gangguan akibat kekurangan yodium yang sering disebut Iodine Deficiency Disorder (IDD). Dalam type II, pertumbuhan akan terganggu terlebih dahulu, tetapi memberikan nilai penilaian biokimia cairan tubuh yang normal. Nutrient yang termasuk ini adalah potasium, natrium, zinc dll.

IDD adalah gangguan yang merugikan kesehatan sebagai akibat dari kekurangan yodium, yang kita kenal juga dengan singkatan GAKY. Kekurangan yodium pada tanah menyebabkan masyarakat yang hidup dan bertempat tinggal di daerah tersebut menjadi masyarakat yang rawan terhadap IDD. Yang paling ditakutkan dari kekurangan yodium ini adalah meningkatnya kematian bayi beberapa saat setelah dilahirkan dan perkembangan otak yang terhambat (neonatal hypotyroidsm). Faktor yang berperan dalam kejadian IDD diantaranya adalah adanya hubungan idoium dengan zat lain misalnya thyosianat dan selenium (Thaha dkk, 2001) Tulisan dibawah ini akan membahas lebih lanjut hubungan tersebut.

A. Selenium

Ketersediaan selenium yang kurang pada tanah diduga juga mengandung rendah yodium pada tanah yang sama. Untuk sementara interaksi antara yodium dan selenium dalam proses penyerapan belum ada. Kalaupun ada interkasi ini sangat kompleks dan terkait dengan fungsi fungsi selenium dalam selenoprotein. Pada binatang percobaan ditemukan bahwa kurang selenium meningkatkan kadar T3 di jantung, sehingga dapat menimbulkan peningkatan denyut jantung dan palpasi. Selenoprotein yang juga terlibat dalam interaksi metabolisme yodium ialah iodotyronine deiodinase yang berfingsi merubah thyroxine (T4) menjadi bentuk aktif dari hormon thyroid triiodothyronine (T3) (Satoto, 2001).. Enzym tersebut merupakan selenium-dependent enzymes selain merupakan katalisator utama dalam perubahan thyroxin (T4) menjadi triiodotyronine (T3) juga merupakan katalisator yang merubah dari T3 menjadi T2 untuk mempertahankan level T3 (www.orst.edu/depth/lpi/infocentre/minerals/iodine).

Selain itu, salah satu contoh dari selenoprotein yang berhunbungan dengan metabolisme yodium adalah glutathione peroxidase, berfungsi sebagai antioksidan utama dalam tubuh manusia dan binatang (Satoto, 2001). Dengan adanya gambaran diatas, jelas bahwa akibat dari kekurangan selenium asupan T3 dalam sel tubuh juga menurun.

B. Thiosianat

Tiosiant dikenal sebagai zat goitrogenik yaitu zat yang dapat menghambat transport aktif yodium dalam kelenjar tiroid dan yang paling potential dari zat goitrogenik yang lain. Menurut Bourdoux (1993) dalam Thaha (2001), thyocianat adalah komponen yang utama pada kelompok zat goitrogenik yang dapat mewakili asupan kelompok goitrogenik melalui makanan. Delanggu dalam Thaha (2001) melaporkan bahwa disuatu populasi bila perbandingan antara eksresi yodium dan tiosianat dalam urin (ug/g) kurang dari 3, maka daerah tempat populasi itu berada mempunyai resiko yang potensial untuk terjadinya gondok endemik. Makin kecil perbandingan antara eksresi yodium dan thyiosinat dalam urin maka semakin tinggi tingkat endemisitasnya. Namun demikian, menurut Larsen dan Ingbar dalam Thaha (2001), hambatan oleh pengaruh tiosinat hanya efektif bila konsentrasi yodium plasma normal atau rendah.

Penelitian di Pulau Seram Barat, Seram Utara dan pulau Banda menunjukkan adanya perbedaan ekresi thyocianat yang bermakna antara daerah endemik GAKY dan daerah non-endemik GAKY yang mana kandungan thyosianat tinggi pada daerah kontrol dibandingkan daerah kasus. Hal ini bertentangan dengan dugaan bahwa kandungan thiosinat yang tinggi akan dijumpai pada daerah gondok endemik. Data dari P. Buru menujukkan nilai eksresi tiosianat yang paling tinggi dibanding dengan tiga daerah lain sehingga menyebabkan tingginya nilai tiosinanat di urin pada kelompok kpontrol. Akan tetapi rasio eksresi yodium dan eksresi tiosinat pada urin daerah yang endemik menunjukkan lebih kecil dari pada daerah yang non endemik (Thaha, 2001) yang menandakan bahwa ratio yang semakin kecil menghasilkan resiko yang semakin besar terhadap gondok endemik.

C. Besi

Besi adalah mineral yang paling banyak dipelajari dan diketahui oleh para ahli gizi dan kedokteran di dunia. Penemuan terakhir membuktikan bahwa kekurangan besi dapat menyebabkan terganggunya metabolisme tiroid dalam tubuh manusia. Penelitian yang dilakukan oleh Zimmermann dkk (2000) yang membagi kelompok anak anak yang menderita kekurangan yodium menjadi dua, yaitu anak yang menderita anak yang kekurangan iodine saja dan anak yang menderita kekurangan iodine dan besi. Pada kelompok pertama dan kedua, semua anak diberi 200 mg oral iodine dalam minyak. TSH (thyroid Stimulation Hormon, IU (iodine concentration), T4, dan volume kelenjar thyroid diambil pada awal dan minggu ke 1,5,10, 15 dan 30 minggu sesudah pemebrian. Sesudah 30 minggu pemberian iodine, bagi kelompok yang anaemia karena kekurangan besi diberikan tablet besi (ferrous sulphate) 60 mg secara oral 4 kali perminggu selama 12 minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa pada minggu ke 30 setelah pemberian iodine kedua kelompok, terjadi penurunan volume rata-rata tiroid menurun dibandingkan dengan awal sebelum dilakukan pemberian iodine, masing masing 45.1% dan 21.8 % (p<0.01). Pada kelompok yang ke dua, penurunan volume tiroid lebih menurun bila dibandingkan dengan baseline, yaitu menjadi 34.8% pada minggu ke 50 dan 38.4 % pada minggu ke 65. Hal ini menunjukkan bahwa suplementasi besi dapat meningkatkan kemampuan idone dalam minyak pada anak anak yang kekurangan yodium. (Zimmermann, M et al, 2000)



D. Mineral and vitamin lain

Interaksi antara yodium dengan mineral and vitamin lain perlu diteliti lebih lanjut, baik secara laboratorium dengan menggunakan hewan percobaan maupun di lapangan terhadap manusia. Penelitian yang melkihat inetraksi secara langsung antara yodium dengan vitamin A pernah dilakukan namun perlu konfirmasi lebih lanjut. Penelitian oleh van Stuijvenberg dkk, (1999) misalnya yang mengambil 115 anak di Afrika Selatan usia 6-11 tahun yang diberi biskuit selama 43 minggu sampai lebih dari 12 bulan dibandingkan dengan control. Biskuit mengandung besi, yodium, and betha carotene sedangkan control adalah biskuit yang tidak difortifikasi. Pada akhir intervention, terlihat pada tidak ada perbedaan perubahan dalam pengecilan kelenjar tiroid anak anak secara signifikan, Akan tetapi terjadi penurunan jumlah anak anak yang mempunyai eksresi yodium yang rendah (100 ug/L) dari semula berjumlah 97.5% menjadi tinggal 5.4%. Peningkatan eksresi urin tersebut sangat signifikan (p<0.0001). (van Stuijvenberg dkk, 1999).

(MOESIJANTI Y.E. SOEKATRI)


Daftar Pustaka

Golden MHN. Specific deficiency versus growth failure: Type I and type II nutritients. SCN News 1992;No. 12:10-14.

Satoto. Seleneium dan Kurang Iodium dalam Kumpulan Naskah Pertemuan Ilmiah Nasional Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) 2001 editor Djokomoeljanto, dkk. Semarang, Badan penerbit Universitas Diponegoro. 2001

ICCIDD, UNICEF, WHO. Assessment of Iodine Deficiency Disorders and Monitoring their Elimination. A guide for Programme managers. 2nd Ed. Geneva, 2002.

Thaha, Razak; Dachlan, Djunaidi M; Jafar, Nurhaedar, Jafar. Analisis faktor resiko “coastal goiter” dalam Kumpulan Naskah Pertemuan Ilmiah Nasional Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) 2001 editor Djokomoeljanto, dkk. Semarang, Badan penerbit Universitas Diponegoro. 2001

Van Stuijvenberg, M Elizabeth et al. Effect of iron-, iodine-, and  carotene-fortified biscuits on the micronutrient status of primary school children: a randomized controlled trial. Am J Clin Nutr 1999; 69: 497-503

Zimmermann M, et al. Iron supplementation in goitrous, iron-deficient children improves their response to oral iodized oil. Eur J Endocrinol 2000; 142(3):217-223 Selengkapnya...

BIOYODIUM


Atasi Kekurangan Yodium


Yodium dalam garam yodisasi mudah tersergap senyawa goitrogenik pada bumbu masakan.

Sudahkah Anda yakin dengan garam yang dikonsumsi sehari-hari? Sebagian orang menduga garam tersebut sudah cukup buat memenuhi kebutuhan yodium tubuh. Sebab saat memasak mereka umumnya sudah menuangkan garam - menurut ukuran mereka – dalam jumlah cukup. Artinya masakan yang siap disantap juga sudah mengandung yodium memadai.

Ternyata tak sepenuhnya anggapan tersebut benar. Bahkan bukan tidak mungkin masakan yang kita santap setiap hari masih amat rendah kandungan yodiumnya. Termasuk, untuk masakan yang sudah terasa asin sekali pun garam yang kita gunakan adalah garam yodisasi. Mengapa?

Penyebabnya adalah bumbu masak. “Saat garam KIO3 ditambahkan ke dalam masakan, komponen yang terkandung pada bumbu masakan mengikat kandungan yodiumnya,” ujar Komari, peneliti dari Puslitbang Gizi, di Bogor. Berdasarkan hasil penelitian, papar Komari, yodium dalam bentuk KIO3 (Kalium Oksidat) mudah rusak oleh bumbu.

Komponen bumbu yang merusak ini, papar Komari, terdapat dalam fasa cair. Sedangkan, yodium dalam KIO3 rentan ditembus oleh cairan. Alhasil, yodium ikut terikat dan mengalir bersamanya. Akibatnya, santapan yang sudah ditaburi garam yodium kandungan yodiumnya bisa menurun drastis saat disantap.

Karena kekuatan yodiumnya menipis, tak heran, penanggulangan masalah kekurangan yodium menjadi tidak efektif. “Setidaknya akibat penipisan ini, efek yodium dari garam KIO3 menurun,” ujar Komari yang juga doktor dalam ilmu gizi ini. Itulah sebabnya yodium jenis ini diragukan mampu menurunkan prevalensi kekurangan yodium.

Apa solusinya? Komari menandaskan perlu diciptakan jenis yodium yang tak terlarut dalam air. Yodium ini, mesti memiliki “pelindung” hingga tak ikut bersenyawa dalam air. Ibarat minyak, yodium tersebut tidak bakal bergabung bersama air saat saling terlibat. Untuk yodium jenis ini, Komari menamakannya Bioyodium.

Bioyodium, jelas Komari, merupakan bentuk yodium yang terikat senyawa biologi yang stabil. “Senyawa-senyawa ini layaknya pelindung bagi komponen yodium,” tegas Komari. Sehingga, ketika masuk ke dalam masakan, bumbu-bumbu ini tidak lagi mampu “menyergap” partikel-partikel yodium, apalagi melarutkannya. Mengapa?

Bioyodium merupakan larutan dalam bentuk lipid (lemak). Fasa cair yang terdapat pada bumbu tidak bisa mengikat fasa lemak pada bioyodium. Hasilnya, kandungan yodium dalam bioyodium aman dari “sergapan” senyawa-senyawa pengganggu yang juga dikenal dengan nama senyawa goitrogenik.

Senyawa goitrogenik ini memang cukup merepotkan posisi yodium bagi tubuh. Mengapa? “Otomatis yodium kurang mampu bereaksi, atau rilis yang dihasilkan oleh komponen tubuh untuk menciptakan hormon tiroid menjadi berkurang,” papar Komari.

Ini jelas berbeda dengan bioyodium. Sebab kandungan yang terdapat pada bioyodium, cocok dengan komponen-komponen biologis dalam tubuh. “Oleh karena itu, saat masuk ke dalam tubuh, komponen-komponen biologis ini langsung menangkapnya,” ujar Komari.

Bioyodium yang mengandung lipid (lemak), menurut Komari, sama dengan komponen tubuh yang mengandung juga mengandung lemak. Berbeda dengan KIO3. Sebab komposisi KIO3 tidak tersedia pada komponen tubuh. Disamping itu, yodium yang terikat fasa cair bumbu juga dalam bentuk anorganik sehingga tidak cocok saat menembus komponen tubuh (lipid).

Komari tidak hanya berteori. Sebab ia telah melakukan penelitian menyangkut efektivitas yodisasi. Berdasarkan hasil penelitiannya terungkap perbedaan stabilitas yodium pada KIO3 dan bioyodium. “Dalam percobaan pemasakan tiga jenis masakan, yakni capcay, sambal dan sayur asam, terdapat sisa kandungan yodium yang sangat berbeda antara KIO3 dengan bioyodium,” ujar Komari.

Pada sayur asam kandungan yodium yang tersisa pada KIO3 antara 7 hingga 9,8 mikrogram, sedangkan pada bioyodium antara 15 hingga 19,2 mikrogram. Selain itu, pada sambal data yang tercatat masing-masing 12,5 hingga 15,3 mikrogram pada KIO3 dan 20,7 hingga 32,7 mikrogram pada bioyodium. “Sedangkan pada cap cay, yodium yang tersisa pada KIO3 sebesar 7 mikrogram hingga 9,2 mikrogram dan 10,3 mikrogram hingga 13,9 mikrogram pada bioyodium,” papar Komari.

Dari fakta ini, terlihat reduksi yodium yang dilakukan oleh senyawa-senyawa pada bumbu cukup signifikan. “Sedikitnya, reduksi yodium pada KIO3 menyebabkan efek yodium pada tubuh terhambat hingga 1,5 kali,” ujar Komari menyimpulkan.

Sumber : Harian REPUBLIKA tanggal 7 Oktober 2002.




Artikel-artikel berkaitan dengan masalah GAKY


Selasa, 24 Desember, 2002 oleh: Gsianturi
Artikel-artikel berkaitan dengan masalah GAKY
Gizi.net - GARAM NON-YODIUM, SULIT DIBENDUNG

Media Indonesia, Rabu 11 Desember 2002)

Pemerintah sudah mengeluarkan keputusan bahwa garam nonyodium sudah tidak boleh lagi diproduksi. Walaupun demikian, hingga kini banjir garam nonyodium di pasaran sepertinya tidak bisa dibendung.

Seperti dijelaskan Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan, Dr. Azrul Azwar, memang masih ada berbagai masalah yang berkaitan dengan garam beryodium ini. Mulai dari kondisi iklim dan alam wilayah Indonesia yang turut mempengaruhi produksi garam hingga banyaknya curah hujan yang berdampak produksi garam tak mencukupi.

Masalah lain adalah masih adanya garam import yang masuk dan dipasarkan sebelum diyodisasi. Kemudian masih rendahnya kwalitas garam rakyat, sementara garam beryodium sendiri harganya masih dianggap mahal. “ Kesadaran masyarakat tentang manfaat garam beryodium juga masih kurang, serta adanya kebiasaan menyimpan garam dalam wadah terbuka dan diatas tempat memasak, sehingga mudah menguap,” katanya.

Upaya yang dilakukan, kata Azrul, di antaranya pembinaan petani garam, penguatan jaringan tata niaga garam dan lintas batas antar negara dan antar pulau. Standar Nasional Indonesia (SNI) menetapkan standar kadar yodium dalam garam. “Selain itu, juga menegakkan peraturan perundangan untuk mendukung program pelaksanaan yodisasi garam dan penerapan sanksi.”

Tidak disangkal pula, banyak garam dengan label beryodium, tapi ternyata kandungan yodiumnya nol. Kondisi tersebut, tentu saja mau tak mau menghambat upaya penanggulangan gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) yang telah digalakkan sejak 1977. Menurut Ketua Umum Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium (Agrogakob) Abu Hidayat Ronowidjojo, upaya penanggulangan GAKY yang cukup lama itu memang telah menurunkan prevalensi gondok total dari 27,2% pada 1988 menjadi 9,8% pada 1998.

Namun, survey Badan Pusat Statistik (BPS) 2001, menunjukkan bahwa sekitar 34,9% rumah tangga di Indonesia, masih mengkonsumsi garam nonyodium atau garam tidak memenuhi SNI-kurang dari 30 ppm.

“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat dari tahun ke tahun cenderung semakin meningkat jumlah persentasinya yang mengkonsumsi garam nonyodium atau garam yodium.” Ujar Abu. Untuk pemerintah harus lebih galak lagi mengkampanyekan, sekaligus menegakkan aturan yang sudah diberlakukan.

Dampak dari kekhawatiran itu, kata Abu, bilamana menjadi kenyataan, segala upaya yang telah dilakukan 25 tahun lamanya ini menjadi sirna dan sia-sia, karena semakin banyaknya daerah-daerah rawan GAKY di Indonesia. Untuk itu, pihak Aprogakob sendiri telah menerapkan lima strategi “perang” melawan GAKY di Indonesia sebagai upaya menuju “bebas GAKY dunia 2005”.

Pertama menghilangkan akar permasalahan. Perdagangan garam beryodium dan tidak memenuhi SNI sangat bertentangan dengan ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 69 Tahun 1994, yang dengan jelas dan tegas melarang memperdagangkan garam nonyodium dan yang telah memenuhi standar ini.

Sedangkan dalam keputusan Menteri Perinduistrian Nomor 77 Tahun 1995, Paasal 1, 3, dan 4 antara lain mengatur bahwa garam rakyat weajib dicuci dan diyodisasi di sentra produksi garam. Ditambah lagi dengan persyaratan produksi garam konsumsi sesuai SNI No. 01-3556-1994, dengan peraturan Menteri Kesehatan RI No. 156/MENKES/SK/II/1986, yaitu garam harus mena\gandung komponen utama (NaCI) minimal 94,7% kandungan air maksimal 5% dan kalium iodiat (KIO3 ppm (mg/kg)).

“Perdangan garam ilegal inilah yang menyebabkan masih banyaknya rumah tangga yang mengkonsumsi garam nonyodium. Penjualnya adalah tengkulak, pedagang, petani pedagang, sebagian produsen formal/legal, produsen nonformal/ilegal dan sebagian lagi importir”, tutur Abu.

Menurut Abu, perdagangan garam nonyodium ini dilakukan karena beberapa peluang yang dimanfaatkan, seperti pedagang di sentra garam menjual garam nonyodium keluar daerah sentra garam, disebabkan harga beli produsen garam konsumsi beryodium/produsen formal/legal lebih rendah bila dinadingkan harga beli pedagang, toko, warung di luar sentra garam.

Dari 271 produsen garam formal yang memperoleh SNI sebanyak 195 produsen memang telah memperoleh ISO-9000. Tetapi yang masih memprihatinkan adalah 75 produsen ber-SNI hasil produksinya masih labil, artinya kadang kala produksi mereka tidak memenuhi SNI.

Mereka sengaja memproduksi garam nonyoidium karena biaya produksi lebih murah dan mampu bersaing dengan pasar. Perilaku konsumen juga cenderung membeli garam yang berharga murah dan tidak perduli garam itu beryodium atau tidak. Selain itu, tambah Ir. Sudarto dari seksi Kimia Hilir Deperindag, petani memang rata-rata belum memiliki tehnologi yang memadai untuk menghasilkan garam bermutu baik. „Aparat pemerintah juga tidak ada tindakan melarang dan memberikan sanksi, hukuman atau denda kepada produsen nakal tersebut, sehingga keberadaannya menjadi menjamur dan semakin berani“. tegas Abu.

Sedangkan produsen yang nonformal, terlepas dari semua resiko untuk menjual garam nonberyodium karena status produsen ini liar, kegiatan usaha dan peredaran hasil produksi mereka tidak termonitor pemerintah. Strategi kedua adalah menetapkan sistem pengadaan bahan baku dan distribusi. Strategi ketiga adalah meningkatkan sosialisasi garam beryodium. Karena masih banyaknya masyarakat konsumen yang berperilaku tidak peduli dan tidak mau tahu bahwa garam beryodium bermanfaat untuk kepentingan kesehatan dan meningkatkan kecerdasan anak keluarga, maka semua pihak wajib mengajak dan memberikan penjelasan agar mereka sadar serta peduli mengkonsumsi garam beryodium.

Strategi keempat, meningkatkan pengawasan peredaran garam. Pengawasan peredaran garam, kata Abu, dapat dilakukan di tempat-tempat sejak awal pembuatan garam tersebit, misalnya di sentra produsi garam rakyat, gudang petani, pedagang, gudang pedagang, gudang bahan baku produsen garam konsumsi atau gudang barang jadi.

Strategi kelima adalah menetapkan sanksi. Menurut Abu, lemahnya kontrol pemerintah ditambah tidak adanya sanksi tegas yang diterapkan terhadap para pelanggar berakibat merugikan para produsen garam yang selama ini mempunyai niat baik. Yang terjadi kini adalah banyaknya beredar merek-merek garam yang dipalsukan, garam beryodium palsu dan garam dengan kadar yodium rendah. „Apabila ditindak tegas, saya yakin mereka akan jera.“

Memang Direktur Inspeksi dan Sertifkasi Pangan Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Muhammad Makmur mengatakan, mereka yang terbukti memalsukan produksinya, akan dicabut nomor MD mereka. Dan sebagai tindak lanjut dari hasil uji lapangan dari 1.704 sampel pernah ditemukan 38,9% produk ternyata tidak memenuhi standar 30 ppm per 1.000 kg garam.

Lantas, bagaimana pula tindakan untuk para produsen garam tak bermerek, yang umumnya diedarkan langsung ke Pasar ?. (Drd/MG-4/V-1)



KAMPANYE GARAM BERYODIUM

HARUS LEBIH DIGALAKKAN LAGI

(Media Indonesia, Rabu, 11 Desember 2002)



Bukan karena persoalan honor semata kalau Ulfa Dwiyanti menerima tawaran untuk ikutan dalam iklan layanan masyarakat tentang pentingya mengkonsumsi garam beryodium. Ia mengaku bahwa iklan tersebut memang amat penting agar masyarakat menyadari pentingnya mengkonsumsi garam yang mengandung yodium.

“Jadi, memang karena misinya pemasyarakatan garam beryodium saya mau menerima tawaran iklan tersebut,” ungkap wanita yang dikenal ceplas-ceplos dalam berbicara ini.

Ia mengungkapkan, sejauh ini, dirinya mengetahui kalau garam yodium memang lebih baik dikonsumsi ketimbang garam biasa. Ulfa sendiri mengaku tidak mengetahui mengapa dipilih untuk membintangi iklan tersebut. “Mungkin karena saya cerewet sehingga dianggap cocok,” ujar Ulfa yang berperan sebagai penjual warung di iklan tersebut seraya tertawa.

Soal garam beryodium, dalam pandangannya, garam itu mengandung zat-zat yang dapat mencegah berbagai penyakit, terutama penyakit gondok. “Lagi pula garam beryodium biasanya lebih terjamin mutunya,” ungkap pembawa acara Ramadhan Sahur Kita di SCTV itu. Dan, itu memang tidak hanya dilakoni dalam iklan itu saja, tetapi juga dalam kehidupan keseharian. Ia mengaku sejak lama selalu mengkonsumsi garam yang mengandung yodium. “Kalau saya sih pakai garam selalu yang mengandung yodium. Karena memang lebih sehat ketimbang garam biasa.”

Artis yang baru saja mendirikan Difa Creative Centre bersama sang kakak, Budi Bidhun, dan dua rekannya itu mengaku untuk memasak rasa garam beryodium juga membuat menjadi lebih enak.

“Saya sendiri tidak terlalu paham benar kandungan di dalamnya. Tetapi yang saya rasakan memasak dengan menggunakan garam yodium, hasil masakannya lebih enak ketimbang masakan yang menggunakan garam biasa,” ujarnya. Untuk urusan harga, meski agak lebih tinggi ketimbang garam biasa, toh selisihnya tidaklah seberapa. “Paling cuma berapa ratus perak saja. Tetapi, kita kan melihat khasiat dan manfaatnya. Keluar beberapa ratus rupiah lebih mahal nggak apalah, yang penting kita jadi lebih sehat,” ungkap Ulfa yang kini juga mulai terjun ke bisnis kue pesanan itu.

Yang jelas, di rumahnya sekarang memang selalu tersedia garam beryodium yang ia gunakan untuk dijadikan salah satu bumbu aneka masakan. Ia sendiri melihat kalau sekarang memang kita tidak terlalu sulit untuk mencari garam beryodium. Di setiap warung ada. Kondisi ini berbeda dengan beberapa tahun lalu, hanya warung-warung khusus saja yang menyediakannya.

“Sekarang ini, tukang sayur gerobak yang lewat di depan rumah saja menjual garam beryodium. Mungkin karena memang sekarang orang lebih berminat beli garam beryodium ketimbang garam biasa,” ujarnya.

Namun, ia tetap saja mengaku merasa prihatin kalau kenyataannya sampai sekarang masih banyak masyarakat yang tidak begitu peduli dengan garam yang dikonsumsinya. Mau beryodium atau tidak, mereka tidak peduli.

Atau masih banyak juga masyarakat pedesaan yang belum menyadari benar pentingnya mengkonsumsi garam beryodium. “Karena itu, menurut saya, kampanye agar masyarakat terus mengkonsumsi garam beryodium harus terus digalakkan. Agar masyarakat sadar betapa pentingnya garam beryodium untuk pertumbuhan generasi bangsa,” terangnya.



HINDARI SINGKONG, KEDELAI MENTAH

(Media Indonesia, Rabu, 11 Desember 2002)



Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes, Dr. Azrul Azwar mendefinisikan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) sebagai sekumpulan gejala yang timbul karena tubuh seseorang kekurangan unsur yodium secara terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama.

Yodium sendiri merupakan sejenis mineral. Biasanya yodium terdapat di alam, baik di tanah maupun di air. Yodium adalah zat gizi mikro yang mengandung hormon tiroksin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Kekurangan yodium bisa mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok dan kretin (terbelakang).

Bukan sebatas itu saja, akibat kekurangan zat yodium, banyak anak-anak memiliki poin intelligence quotient (IQ) hanya 13,5 dibandingkan mereka yang mendapat yodium yang cukup. Hasil beberapa penelitian, anak-anak yang kekurangan yodium itu lebih bodoh dibandingkan anak yang berkecukupan mengkonsumsi yodiumnya. Azrul menambahkan yodium juga dibutuhkan calon ibu. Karena calon-calon ibu itu sangat membutuhkan yodium agar janin yang dikandung lahir sehat.

Dari hasil Survei Nasional GAKY 1998, sebanyak 45% kecamatan yang tersebar di wilayah nusantara merupakan daerah endemik GAKY. Perinciannya, sebanyak 334 kecamatan tergolong endemik berat, 278 kecataman endemik sedang, dan sebanyak 1.167 kecamatan endemik ringan.

Kondisi ini menimbulkan kesulitan tersendiri bagi pemerintah untuk pemassalan pemanfaatan garam beryodium, mengingat kondisi geografis Indonesia yang bervariasi.

Menurut Azrul, mengapa air dan tanah serta sayuran dan buah yang dihasilkan di sejumlha daerah itu, terutama pegunungan, menjadi kekurangan zat yodium? “Bisa karena erosi, yodium akan terbawa ke laut bila terjadi banjir atau hujan lebat,” jelasnya.

Untuk mengatasi GAKY, kata Azrul, pemerintah dalam hal ini Depkes, telah melaksanakan program intensifikasi penanggulangan GAKY. Upaya penanggulangan GAKY dilakukan dalam pola dua upaya, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. “Upaya jangka pendek adalah suplementasi yodium atau distribusi kapsul minyak beryodium pada kecamatan endemik GAKY berat dan sedang,” katanya.

Salah satunya, pemberian kapsul minyak beryodium kepada setiap anak SD kelas 1-6 di daerah yang kurang yodium berat. Kapsul minyak yodium adalah larutan yodium dalam minyak berbentuk kapsul lunak yang mengandung 200 mg yodium.

Dosis pemberian kapsul minyak beryodium ini, bagi wanita subur usia 15-49 tahun sebanyak dua kapsul setahun. Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi satu kapsul pada masa hamil. Satu kapsul juga diberikan kepada ibu menyusui pada masa menyusui, sedangkan pada anak SD kelas 1-6 diberi satu kapsul setiap tahun.

Sedangkan upaya jangka panjang disebut juga upaya pencegahan, “Pertama, yodisasi garam. Kedua, peningkatan konsumsi aneka ragam bahan pangan dan makanan yang bersumber dari laut, serta melakukan penyuluhan gizi seimbang,” katanya. Penyuluhan gizi seimbang di antaranya penjelasan untuk menghindari konsumsi pangan yang mengandung goitrogenik, atau zat yang bisa menghambat penyerapan yodium dalam tubuh. Makanan yang dimaksud antara lain kol, kedelai mentah, dan singkong yang belum dimasak.

Di lain pihak, walaupun seseorang harus mengurangi konsumsi garam, tetap saja ia harus mengkonsumsi zat yodium. Untuk itu, dianjurkan makan makanan yang kaya yodium seperti ikan laut, udang, ganggang laut, kepiting, dan kerang.

CEBOL, BODOH KARENA KEKURANGAN YODIUM

(Media Indonesia, Rabu, 11 Desember 2002)

Ny. Hadijah tidak habis pikir. Maman, putranya yang berusia tujuh tahun, pertumbuhan tubuhnya tidak normal. Ia lebih pendek dari teman-teman seusianya. Maman juga termasuk bodoh, dan sulit mengingat pelajaran. Ny. Hadijah tidak habis pikir lagi, ketika seorang temannya bilang mungkin Maman salah memakan garam!

“Salah memakan garam? Apa hubungannya dengan perkembangan Maman?” tanya Ny. Hadijah. “Pada dasarnya, Maman mungkin sudah kekurangan zat yodium. Sudah begitu, mungkin Bu Hadijah masak tidak menggunakan garam beryodium,” ujar Ny. Yuli, teman Ny. Hadijah. Mereka biasa bertemu ketika sama mengantar dan menjemput anak mereka di sekolah.

Pada dasarnya, Ny. Hadijah memang mengakui ia tidak pernah membeli garam beryodium, kecuali garam ketengan yang harganya cukup murah. Tapi, wanita yang suaminya bekerja sebagai buruh kasar itu memang tidak tahu tentang manfaat garam beryodium. Tapi, mendengar kata yodium, ia malah takut mengkonsumsinya karena seingatnya yodium adalah sejenis obat luka. Ditambah lagi, garam beryodium harganya lebih mahal dibandingkan garam yang biasa ia beli.

Dalam benak Ny. Hadijah, garam hanyalah sekadar pemberi rasa pada masakan. Karena itu, ia tidak pernah memilih-milih garam. Ia terbiasa dengan garam ketengan, walau warnanya agak kecokelatan, yang penting asin!

Tapi, Ny. Hadijah tidak sendirian. Masih banyak jutaan orang lain yang sama sekali belum memahami apa manfaat garam beryodium. Dari catatan survei pada 2000 lalu, misalnya, menunjukkan bahwa baru sekitar 69,91% rumah tangga yang memahami manfaat garam beryodium. Sisanya, tidak peduli dengan masalah garam, karena ketidaktahuan mereka.

Kondisi buruk seperti yang dialami Maman itu memang tidak selalu terjadi, karena mungkin yodium sudah diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Tapi celakanya, kalau dalam satu keluarga konsumsi makanan yang mengandung yodium kurang, lalu penggunaan garam sebagai bumbu masakan pun yang tidak beryodium, akibatnya adalah tidak normalnya pertumbuhan anak-anak dari keluarga itu.

Dalam istilah kedokteran, anak yang pertumbuhan tubuhnya tidak normal dan daya pikirnya juga buruk yang diakibatkan oleh kekurangan zat yodium, disebut sebagai kondisi kretin.

Sebenarnya, gangguan tumbuh kembang semacam itu bisa terjadi pada semua orang, dari anak-anak balita hingga anak remaja. Bahkan, kasus kekurangan yodium ini bisa terjadi pada anak yang masih berada di dalam kandungan, karena ibunya kurang mengkonsumsi yodium. Selain pertumbuhan fisik tersendar dan mental serta daya pikirnya terbelakang, juga terancam oleh penyakit gondok (pembesaran kelenjar tiroksid di leher bagian bawah).

Ahli gizi, Dr. Anie Kurniawan, MSc, yang juga menjabat sebagai Kepala Subdit Gizi Klinis, Direktorat Gizi Masyarakat, Departemen Kesehatan RI, menegaskan bahwa istilah kekurangan gizi yang khas ini dikenal dengan istilah GAKY (Gangguan Akibat Kurang Yodium). Anie mengakui, kendati penanggulangan gondok endemik yang merupakan salah satu penyebab kekurangan yodium dilaksanakan sejak zaman kolonial, hingga sekarang masalah kekurangan yodium masih belum tuntas.

Berdasarkan angka prevalensi gondok yang dihitung berdasarkan stadium pembesaran kelenjar gondok yang teraba (palpable) maupun yang terlihat (visible), hasil survei 1980 pada anak sekolah di Indonesia tercatat sebanyak 37,7% mengalami pembesaran gondok.

Namun, berkat upaya pemerintah melakukan penanggulangan GAKY, angka prevalensi gondok pada anak sekolah tersebut dapat ditekan sedikit demi sedikit. Tercatat pada 1990, angka prevalensinya menurun menjadi 27,7% dan delapan tahun kemudian tepatnya 1998 menjadi 9,8%.

Dari catatan Direktorat Gizi Masyarakat Depkes, daerah dengan angka prevalensi gondok di atas 30% terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Maluku. Sementara dengan prevalensi antara 20-29,9% terdapat di Provinsi Sumatra Barat dan Sulawesi Tenggara. Sisanya dengan tingkat prevalensi 5-19,9%.

Menurut hasil pemetaan Depkes, 9.000 bayi lahir kretin setiap tahunnya, sementara 290.000 orang menderita kretin. Angka penderita gondok mencapai 20 juta orang, dan sekitar 87 juta orang tinggal di daerah yang berisiko kekurangan yodium. Perhitungan menunjukkan sekitar 140 juta poin IQ orang Indonesia memiliki IQ hilang akibat kekurangan yodium.

Laporan Kepala Puskesmas Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang 1992, misalnya, telah menemukan 140 anak dengan gangguan tumbuh kembang. Perinciannya, tunaganda sebanyak 8 anak, tunarungu 40 anak, tunamental 80 anak, tunanetra 4 anak, tunadaksa 3 anak, sisanya 4 anak tuna lainnya dan mengalami hydrocephalus (pembesaran kepala).

Hasil data lain dari penyaringan anak kelas I SD/Madrasah Ibtidaiyah 2001 di kecamatan yang sama ditemukan 97 anak yang mengalami gangguan mental. Dari hasil pengamatan, diduga anak-anak itu disebabkan GAKY. Sebanyak 50 anak di luar sekolah juga terbukti mengalami gangguan tumbuh kembang.

“Kekurangan yodium tak bisa dianggap remeh”, ujar Anie. Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian, GAKY bisa menyebabkan gangguan pada perkembangan otak. Anak-anak penyandang GAKY memiliki kapasitas mental di bawah normal, daya motoriknya berupa kecekatan dan keterampilannya juga cenderung terbelakang, dan intelegensinya sangat kurang, sehingga kemampuannya untuk menyerap informasi pun menjadi terbatas, dan cenderung bodoh.

Anie menyatakan bahwa manifestasi GAKY tingkat berat adalah kretin tadi. Penyebab anak kretin karena ia mengalami kekurangan hormon tiroksin dalam tubuhnya. Akibatnya, metabolisme terganggu yang berdampak akhir pada terganggunya pertumbuhan fisik di otaknya, sehingga anak juga cenderung bertubuh cebol dan kepekaan indra pendengarannya kurang, dengan kemampuan intelegensi rendah. “Gangguan semacam ini disebut sindroma kretin.”

Akan kekurangan hormon tiroksin itu bisa sejak masih berada di kandungan ibunya. Menurut Anie, kekurangan hormon tiroksin pada ibu hamil ini akan mengakibatkan anak mengalami gangguan lebih berat. Berbeda halnya dengan kekurangan hormon yang sama pada usia remaja dan dewasa yang hanya dapat menyebabkan pembesaran kelenjar thyroid – gondok. “Kretin pada usia balita, terlebih lagi sejak dalam kandungan, membawa potensi besar anak menjadi bodoh, lamban dan juga disertai pembesaran kelenjar gondok,” tutur Anie.



Mengenali Anak Kretin ?

“Sebenarnya sangat mudah untuk mengenali anak dengan gangguan tumbuh kembang,” ujar Anie. Ciri-ciri anak itu tampak jelas, karena tubuhnya cebol, pendengarannya buruk, matanya biasanya agak juling. Apalagi, ketika usianya sudah lebih dari 2 tahun, anak itu tampak jelas kebodohannya.

Namun, kata Anie, tak mudah untuk mengetahui secara dini kretin pada anak pada anak baru lahir. Apalagi masih berupa janin dalam kandungan. Kendati bayi itu kretin, sulit dideteksi. “Tapi bukan berarti hal itu tak mungkin dilakukannya,” katanya.

Menurut Anie, menentukan anak kretin dapat dilakukan pada bayi berusia 4-14 hari. Caranya dengan melakukan pemeriksaan klinis, laboratorium, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Bila sejak dini atau sebelum dua bulan ditemukan kalau si anak itu kretin, diharapkan bisa diobati, sehingga gangguan tumbuh kembangnya bisa diminimalisasi. Biasanya, gejala yang paling mudah dilihat secara klinis adalah bisu, tuli, mental retardasi, dan gangguan motorik. Kemudian diperkuat pemeriksaan kadar TSH dan T4 dalam darahnya.

Anie mengatakan bila ditemukan kadar thyroxin-nya rendah pada balita, segeralah dibawa ke dokter. Bila ditemukan sudah ada kelainan tumbuh kembang, segera dilakukan tindakan rehabilitasi. Namun sayangnya, tak semua fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, yang mempunyai fasilitas tersebut. “Biayanya pun cukup tinggi,” ujarnya.



Kenali Zat Anti Gizi (1): Senyawa Anti Tyroid Alami
Thyroid adalah kalenjar yang terletak di leher right below the adam’s apple. Fungsinya? Thyroid mengontrol kecepatan pembakaran energi, membangun energi tubuh, dan mengatur tingkat sensitivitas tubuh terhadap hormon2. Selain itu, thyroid juga menghasilkan hormon Tiroksin (T4), Triiodotironin (T3) yang berperan dalam metabolisme dan pertumbuhan tubuh keseluruhan, dan thyroid juga memproduksi hormon kalsitonin (calcitonin) yang berperan dalam homeostasis kalsium. Lalu apa jadinya bila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung anti thyroid?

Inilah penyakit-penyakit yang berhubungan dengan aktivitas Kelenjar Thyroid
1. Hyperthyroidisme (hyperactive thyroid): Penyakit Graves
2. Hypothyroidisme (underactive thyroid): Kongenital, Juvenilis, Myxedema, dan Goiter (gondok, kenal kan?)
Berikutnya, kita kenali dulu mengenai gondok..
Contoh Makanan yang mengandung Goitrogen (dapat menyebabkan gondok):
• Brokoli, kembang kol, kubis, lobak cina
• Kedelai
• Mustard
• Sawi hijau dan sawi putih, bayam
• Rutabagas
• Crucifer
• Brassicae
• Struma Cibaria
Berdasarkan dengan sifat-sifat alami produk-produk yang mempunyai pengaruh goitrogenik, dapat dibedakan 3 jenis hipertrofi, yaitu:

a. Gondok kobis atau “struma cibaria”
Struma cibaria disebabkan oleh bagian vegetatif berbagai tanaman famili cruciferae yang digunakan untuk nutrisi manusia dan atau untuk makanan hewan domestik. Metabolisme iodine: penurunan kemampuan kalenjar tiroid untuk mengambil elemen iodine.
Hasil penelitian:
1) walaupun supply iodine telah mencukupi, setelah 25-30 hari diet yang didasarkan pada kobis atau brassicae yang lain, berat tiroid per 100 g berat badan dibuktikan menjadi 3-8 kali lebih tinggi daripada hewan kontrol.
2) Aksi anti tiroid bervariasi sehubungan dengan sidat tanah dari daerah penanaman dan frekuensi & curah hujan atau musim. Kobis yang dipanen pada musim gugur dan musim dingin dan yang tumbuh dengan air berlimpah lebih aktif daripada yang dipanen pada musim semi.
3) Kenaikan kandungan iodine dalam makanan mencegah timbulnya gondok.
b. Gondok Biji Brassicae
Hasil penelitian:
1) kalenjar tiroid tikus muda yang diberi diet kaya biji kobis, biji nitabaga, atau biji turnip, menjadi 3-4 kali lebih besar daripada kelompok kontrol.
2) Dapat disembuhkan dengan pemberian tiroksin.
c. Gondok dari kedelai dan kacang-kacangan lainnya
Hasil penelitian:
1) pemberian kedelai utuh dan diet yang mengandung sejumlah besar tepung kedelai bebas minyak menyebabkan goiter pada beberapa jenis binatang (kelinci, babi guinea, ayam, tikus, dll)
2) efek yang menghasilkan gondok dapat dikontrol dengan penambahan iodida atau oleh kenaikan 3-5 kali jumlah iodine diet.
Mekanisme: Serum protein yang mengikat iodine (PBI, Protein Bindring Iodine) berkurang, tetapi pengambilan radio-iodine oleh kalenjar tiroid sangat tinggi.

Kemudian, barulah kita membahas senyawa-senyawa anti thyroid alami.
Sifat-sifat Alami Senyawa dan Mekanisme Kerja
a. Thiosianat ( N=C-S-R) dan Isosianat (R-N=C=S)
Dalam tubuh hewan, tiosianat secara alami dapat berasal dari kombinasi sulfur dengan senyawa sianat (sianida, nitril, glukosida sianogenetik) yang telah masuk tubuh atau dari masukan lewat mulut dalam keadaan belum terbentuk atau keduanya. Karena kekayaan akan glikosida sianogenetik dan sulfur bivalent maka makanan goitrogenik dapat menyumbang, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui metabolisme, untuk menaikkan tiosianat dalam darah.
Dalam tikus Wistar jantan yang beratnya 200 g pemberain ablil-isotio-sianat sebanyak 2 atau 4 mg langsung ke lambung sebelum injeksi 0.5 c 131I sangat menghambat pengambilan radioaktif iodine oleh tiroid. Kenaikan konsentrasi tiosianat dalam serum menurunkan kapasitas pengambilan 131I oleh tiroid dan pengmbilan nutrisi oleh produk-produk yang kaya akan glikosida sianogenetik menyebabkan pembesaran kalenjar, menurunkan kandungan iodine seperti juga pada level serum protein yang mengikat iodine.
In vitro, penambahan tiosianat dalam medium yang berisi irisan-irisan dari jaringan tiroid hidup diinkubasikan pada konsentraasi yang serupa dengan yang ditemukan dalam serum domba yang diberi pakan semanggi putih, akan menghambat konversi radio iodine anorganik ke dalam kombinasi dengan senyawa organik.
b. Cheiroline
Dari daun dan biji Rapistrum nigosum (turnip liar) dan Brassica campescris (crucifere di Tasmania dan Queensland) glikosida telah diisolasi dan disebut gliko-cheiroline yang telah diperoleh dari hasil hidrolisis 3-metil-sulfonil-propil-isothiosianat atau cheiroline (CH3-SO2-(CH2)3-NCS). Senyawa ini dapat dipersiapkan dalam keadaan murni, dan dalam pengujian bentuk pendek, itu menunjukkan aktifitas antitiroid yang serupa dengan yang dikeluarkan tiosianat. Setelah pemberian 5-110 mg pada tikus, penggabungan radioisotop dikurangi sampai 9-15%, yang terbukti menjadi lebih aktif daripada n-propil-isotiosianat. Cheiroline mengandung produk-produk yang telah dipelajari yang bervariasi antara 1-2 g per kg tanaman kering atau kira-kira 0.4 g ker kg tanaman segar.
c. Progoitrin dan Goitrin (Thio-oxazolidone)
Dalam jaringan tubuh, goitrin tidak terdapat dalam keadaan bebas, tetapi dalam bentuk tioglukosida, glukopiraferin disebut progoitrin yang telah dipersiapkan dalam bentuk kristal.
Tanaman: turnip kuning atau rutabaga (brassica oleracea rapefera), famili cruciferae, biji rape (brassica conpetris dan brassica napus). Biji rape terutama kaya akan tiooxazolidone dan isotiosianat.
Kebanyakan brassica mengandung goitrin, dan tidak hanya dalam biji tetapi juga dalam bagian yang dikonsumsi manusia. Tiooxazolidone pada dasarnya berbeda dengan tiosianat, senyawa-senyawa ini beraksi sampai dengan tiourea dan tiourasil dan tidak mengganggu cukup banyak terhadap pengambilan iodine oleh tiroid seperti dalam biosintesis tiroksin.
d. Polifenol
Karena polifenol sanggup membentuk senyawa dengan iodine oleh penggantian, mereka bersaing dengan tirosin dan oleh pengambilan beberapa iodine, mereka melemahkan biosintesis tiroksin. In vitro, penambahan zat warna alami polifenolik (seperti antosianin, flavone, katecol, dsb.), pada kultur medium, dari potongan-potongan tiroid, menurunkan jumlah radio-iodine dalam fraksi organik sebanyak 50-60% . pengaruh ini tidak lagi tampak jika substansi polifenolik lebih dahulu di-iodat-kan. In vivo, penambahan ferrol murni, yaitu: resonsinol dan phlorogensinol, sangat mengurangi penggabungan radio-iodine ke dalam kalenjar tiroid tikus dan seperti penghambatan ini adalah hasil dari persaingan yang dapat dikontrol dengan kenaikan supply iodine.
e. Haemoglutinin (phytotoxins)
Dari biji-bijian Leguminoceae (kacang-kacangan), telah diisolasi senyawa toksis yang mengandung nitrogen, yang mampu menggumpalkan eritrosit yang didapatkan dari berbagai jenis hewan. Karena senyawa ini mempunyai afinitas terhadap membran, mereka menyerang sel-sel dari membran mukosa usus sehingga sangat mengurangi kapasitas absorpsi.
Pada beberapa spesies hewan (misalnya tikus), entero-hepatik sirkulasi dari hormon tiroid adalah sangat aktif, dalam waktu 1 jam hampir semua tiroksin yang tersirkulasi dikeluarkan ke dalam usus, mengusulkan gagasan bahwa gondok yang disebabkan oleh kedelai dilengkapi dengan gangguan absorpsi kembali (resorption). Studi dengan L. titoksin 131I pada athyroid cretin yang diberi pakan formula biji kedelai menunjukkan bahwa diet ini menurunkan absorpsi usus dari hormon eksogenous. Hasilnya dipertimbangkan untuk mendukung teori bahwa gondok yang sebelumnya telah dilaporkan terjadi pada bayi dengan diet biji kedelai disebabkan oleh kehilangan hormon tiroid endogenous ke dalam feces. Pengeluaran hormon ini (ke dalam feces) mempengaruhi stimulasi kalenjar dan kenaikan kebutuhan iodine, untuk mengganti kehilangan.
Pengobatan Gondok
- Operasi
- Obat-Obat Anti Thyroid
- Suplementasi Yodium
Pencegahan yang dapat kita lakukan adalah:
- Mengurangi konsumsi makanan-makanan yang mengandung goitrogen
- Memperbanyak konsumsi kuning telur, daun peterseli, buah aprikot, prunes, ikan, ayam, keju dan susu
________________________________________ Selengkapnya...

Biografi Al-Khawarizmi



Nama Asli dari al-Khawarizmi ialah Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi. Selain itu beliau dikenali sebagai Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Yusoff. Al-Khawarizmi dikenal di Barat sebagai al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lagi. Beliau dilahirkan di Bukhara.Tahun 780-850M adalah zaman kegemilangan al-Khawarizmi. al-Khawarizmi telah wafat antara tahun 220 dan 230M. Ada yang mengatakan al-Khawarizmi hidup sekitar awal pertengahan abad ke-9M. Sumber lain menegaskan beliau hidup di Khawarism, Usbekistan pada tahun 194H/780M dan meninggal tahun 266H/850M di Baghdad.

Dalam pendidikan telah dibuktikan bahawa al-Khawarizmi adalah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas. Pengetahuan dan keahliannya bukan hanya dalam bidang syariat tapi di dalam bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah Islam dan kimia.

Al-Khawarizmi sebagai guru aljabar di Eropa

Beliau telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Dalam usia muda beliau bekerja di bawah pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, bekerja di Bayt al-Hikmah di Baghdad. Beliau bekerja dalam sebuah observatory yaitu tempat belajar matematika dan astronomi. Al-Khawarizmi juga dipercaya untuk memimpin perpustakaan khalifah. Beliau pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan India pada dunia Islam. Beliau juga merupakan seorang penulis Ensiklopedia dalam berbagai disiplin. Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan aljabar dan hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang.

PERANAN DAN SUMBANGAN AL-KHAWARIZMI

Sumbangsihnya dalam bentuk hasil karya diantaranya ialah :

1. Al-Jabr wa’l Muqabalah : beliau telah mencipta pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.

2.Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah : Beliau telah mengajukan contoh-contoh persoalan matematika dan mengemukakan 800 buah masalah yang sebagian besar merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam bentuk dugaan yang telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi.

3.Sistem Nomor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam sistem Nomor pada zaman sekarang. Karyanya yang satu ini memuat Cos, Sin dan Tan dalam penyelesaian persamaan trigonometri , teorema segitiga sama kaki dan perhitungan luas segitiga, segi empat dan lingkaran dalam geometri.

Banyak lagi konsep dalam matematika yang telah diperkenalkan al-khawarizmi . Bidang astronomi juga membuat al-Khawarizmi terkenal. Astronomi dapat diartikan sebagai ilmu falaq [pengetahuan tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, dan pemikiran serta tafsiran yang berkaitan dengan bintang].

Pribadi al-Khawarizmi

Kepribadian al-Khawarizmi telah diakui oleh orang Islam maupun dunia Barat. Ini dapat dibuktikan bahawa G.Sarton mengatakan bahwa“pencapaian-pencapaian yang tertinggi telah diperoleh oleh orang-orang Timur….” Dalam hal ini Al-Khawarizmi. Tokoh lain, Wiedmann berkata…." al-Khawarizmi mempunyai kepribadian yang teguh dan seorang yang mengabdikan hidupnya untuk dunia sains".

Beberapa cabang ilmu dalam Matematika yang diperkenalkan oleh al-Khawarizmi seperti: geometri, aljabar, aritmatika dan lain-lain. Geometri merupakan cabang kedua dalam matematika. Isi kandungan yang diperbincangkan dalam cabang kedua ini ialah asal-usul geometri dan rujukan utamanya ialah Kitab al-Ustugusat[The Elements] hasil karya Euklid : geometri dari segi bahasa berasal daripada perkataan yunani iaitu ‘geo’ yang berarti bumi dan ‘metri’ berarti pengukuran. Dari segi ilmu, geometri adalah ilmu yang mengkaji hal yang berhubungan dengan magnitud dan sifat-sifat ruang. Geometri ini dipelajari sejak zaman firaun [2000SM]. Kemudian Thales Miletus memperkenalkan geometri Mesir kepada Yunani sebagai satu sains dalam kurun abad ke 6 SM. Seterusnya sarjana Islam telah menyempurnakan kaidah pendidikan sains ini terutama pada abad ke9M.

Algebra/aljabar merupakan nadi matematika. Karya Al-Khawarizmi telah diterjemahkan oleh Gerhard of Gremano dan Robert of Chaster ke dalam bahasa Eropa pada abad ke-12. sebelum munculnya karya yang berjudul ‘Hisab al-Jibra wa al Muqabalah yang ditulis oleh al-Khawarizmi pada tahun 820M. Sebelum ini tak ada istilah aljabar.
Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Muhammad bin Mūsā al-Khwārizmī

Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī (Arab: محمد بن موسى الخوارزمي) adalah seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad
Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke 12. Ia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.
Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.

Biografi
Sedikit yang dapat diketahui dari hidup beliau, bahkan lokasi tempat lahirnya sekailpun. Nama beliau mungkin berasal dari Khwarizm (Khiva) yang berada di Provinsi Khurasan pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah (sekarang Xorazm, salah satu provinsi Uzbekistan). Gelar beliau adalah Abū ‘Abd Allāh (Arab: أبو عبد الله) atau Abū Ja’far.
Sejarawan al-Tabari menamakan beliau Muhammad bin Musa al-Khwārizmī al-Majousi al-Katarbali (Arab: محمد بن موسى الخوارزميّ المجوسيّ القطربّليّ). Sebutan al-Qutrubbulli mengindikasikan beliau berasal dari Qutrubbull, kota kecil dekat Baghdad.
Tentang agama al-Khawārizmī', Toomer menulis:
Sebutan lain untuk beliau diberikan oleh al-Ṭabarī, "al-Majūsī," dapat dilihat mengindikasikan ia adalah pengikut Zoroaster.Ini mungkin terjadi pada orang yang berasal dari Iran]]. Tetapi, kemudian buku Al-Jabar beliau menunujukkan beliau adalah seorang Muslim Ortodok,jadi sebutan Al-Tabari ditujukan pada saat ia muda, ia beragama Majusi.
Dalam Kitāb al-Fihrist Ibnu al-Nadim, kita temukan sejarah singkat beliau, bersama dengan karya-karya tulis beliau. Al-Khawarizmi menekuni hampir seluruh pekerjaannya antara 813-833. setelah Islam masuk ke Persia, Baghdad menjadi pusat ilmu dan perdagangan, dan banyak pedagang dan ilmuwan dari Cina dan India berkelana ke kota ini, yang juga dilakukan beliau. Dia bekerja di Baghdad pada Sekolah Kehormatan yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma'mun, tempat ia belajar ilmu alam dan matematika, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani.
Karya
Buku I - Aljabar

Sebuah halaman dari Aljabar al-Khwārizmī
al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala (Arab: الكتاب المختصر في حساب الجبر والمقابلة Buku Rangkuman Kalkulasi dengan Melengkapkan dan Menyeimbangkan) adalah buku matematika yang ditulis tahun 830.
Buku 2 - Dixit algorizmi
Buku kedua besar beliau adalah tentang aritmatika, yang bertahan dalam Bahasa Latin, tapi hilang dari Bahasa Arab yang aslinya. Translasi dilakukan pada abad ke-12 oleh Adelard of Bath, yang juga menerjemahkan tabel astronomi pada 1126.
Buku 3 - Rekonstruksi Planetarium
Peta abad ke-15 berdasarkan Ptolemeus sebagai perbandingan.
Buku ketiga beliau yang terkenal adalah Kitāb ṣūrat al-Arḍ (Bhs.Arab: كتاب صورة الأرض "Buku Pemandangan Dunia" atau "Kenampakan Bumi" diterjemahkan oleh Geography), yang selesai pada 833 adalah revisi dan penyempurnaan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 koordinat dari kota-kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum.
Buku 4 - Astronomi
Kampus Corpus Christi MS 283
Buku Zīj al-sindhind (Arab: زيج "tabel astronomi”) adalah karya yang terdiri dari 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrologial sebaik data yang diakui sekarang.
Buku 5 - Kalender Yahudi
Al-Khawārizmī juga menulis tentang Penanggalan Yahudi (Risāla fi istikhrāj taʾrīkh al-yahūd "Petunjuk Penanggalan Yahudi"). Yang menerangkan 19-tahun siklus interkalasi, hukum yang mengatur pada hari apa dari suatu minggu bulan Tishrī dimulai; memperhitungkan interval antara Era Yahudi(penciptaan Adam) dan era Seleucid ; dan memberikan hukum tentang bujur matahari dan bulan menggunakan Kalender Yahudi. Sama dengan yang ditemukan oleh al-Bīrūnī dan Maimonides.
Leonardo Fibonacci
Leonardo Pisano is better known by his nickname Fibonacci. He was the son of Guilielmo and a member of the Bonacci family. Fibonacci himself sometimes used the name Bigollo, which may mean good-for-nothing or a traveller. As stated in [1]:-
Did his countrymen wish to express by this epithet their disdain for a man who concerned himself with questions of no practical value, or does the word in the Tuscan dialect mean a much-travelled man, which he was?
Fibonacci was born in Italy but was educated in North Africa where his father, Guilielmo, held a diplomatic post. His father's job was to represent the merchants of the Republic of Pisa who were trading in Bugia, later called Bougie and now called Bejaia. Bejaia is a Mediterranean port in northeastern Algeria. The town lies at the mouth of the Wadi Soummam near Mount Gouraya and Cape Carbon. Fibonacci was taught mathematics in Bugia and travelled widely with his father and recognised the enormous advantages of the mathematical systems used in the countries they visited. Fibonacci writes in his famous book Liber abaci (1202):-
When my father, who had been appointed by his country as public notary in the customs at Bugia acting for the Pisan merchants going there, was in charge, he summoned me to him while I was still a child, and having an eye to usefulness and future convenience, desired me to stay there and receive instruction in the school of accounting. There, when I had been introduced to the art of the Indians' nine symbols through remarkable teaching, knowledge of the art very soon pleased me above all else and I came to understand it, for whatever was studied by the art in Egypt, Syria, Greece, Sicily and Provence, in all its various forms.
Fibonacci ended his travels around the year 1200 and at that time he returned to Pisa. There he wrote a number of important texts which played an important role in reviving ancient mathematical skills and he made significant contributions of his own. Fibonacci lived in the days before printing, so his books were hand written and the only way to have a copy of one of his books was to have another hand-written copy made. Of his books we still have copies of Liber abaci (1202), Practica geometriae (1220), Flos (1225), and Liber quadratorum. Given that relatively few hand-made copies would ever have been produced, we are fortunate to have access to his writing in these works. However, we know that he wrote some other texts which, unfortunately, are lost. His book on commercial arithmetic Di minor guisa is lost as is his commentary on Book X of Euclid's Elements which contained a numerical treatment of irrational numbers which Euclid had approached from a geometric point of view.
One might have thought that at a time when Europe was little interested in scholarship, Fibonacci would have been largely ignored. This, however, is not so and widespread interest in his work undoubtedly contributed strongly to his importance. Fibonacci was a contemporary of Jordanus but he was a far more sophisticated mathematician and his achievements were clearly recognised, although it was the practical applications rather than the abstract theorems that made him famous to his contemporaries.
The Holy Roman emperor was Frederick II. He had been crowned king of Germany in 1212 and then crowned Holy Roman emperor by the Pope in St Peter's Church in Rome in November 1220. Frederick II supported Pisa in its conflicts with Genoa at sea and with Lucca and Florence on land, and he spent the years up to 1227 consolidating his power in Italy. State control was introduced on trade and manufacture, and civil servants to oversee this monopoly were trained at the University of Naples which Frederick founded for this purpose in 1224.
Frederick became aware of Fibonacci's work through the scholars at his court who had corresponded with Fibonacci since his return to Pisa around 1200. These scholars included Michael Scotus who was the court astrologer, Theodorus Physicus the court philosopher and Dominicus Hispanus who suggested to Frederick that he meet Fibonacci when Frederick's court met in Pisa around 1225.
Johannes of Palermo, another member of Frederick II's court, presented a number of problems as challenges to the great mathematician Fibonacci. Three of these problems were solved by Fibonacci and he gives solutions in Flos which he sent to Frederick II. We give some details of one of these problems below.
After 1228 there is only one known document which refers to Fibonacci. This is a decree made by the Republic of Pisa in 1240 in which a salary is awarded to:-
... the serious and learned Master Leonardo Bigollo ....
This salary was given to Fibonacci in recognition for the services that he had given to the city, advising on matters of accounting and teaching the citizens.
Liber abaci, published in 1202 after Fibonacci's return to Italy, was dedicated to Scotus. The book was based on the arithmetic and algebra that Fibonacci had accumulated during his travels. The book, which went on to be widely copied and imitated, introduced the Hindu-Arabic place-valued decimal system and the use of Arabic numerals into Europe. Indeed, although mainly a book about the use of Arab numerals, which became known as algorism, simultaneous linear equations are also studied in this work. Certainly many of the problems that Fibonacci considers in Liber abaci were similar to those appearing in Arab sources.
The second section of Liber abaci contains a large collection of problems aimed at merchants. They relate to the price of goods, how to calculate profit on transactions, how to convert between the various currencies in use in Mediterranean countries, and problems which had originated in China.
A problem in the third section of Liber abaci led to the introduction of the Fibonacci numbers and the Fibonacci sequence for which Fibonacci is best remembered today:-
A certain man put a pair of rabbits in a place surrounded on all sides by a wall. How many pairs of rabbits can be produced from that pair in a year if it is supposed that every month each pair begets a new pair which from the second month on becomes productive?
The resulting sequence is 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, ... (Fibonacci omitted the first term in Liber abaci). This sequence, in which each number is the sum of the two preceding numbers, has proved extremely fruitful and appears in many different areas of mathematics and science. The Fibonacci Quarterly is a modern journal devoted to studying mathematics related to this sequence.
Many other problems are given in this third section, including these types, and many many more:
A spider climbs so many feet up a wall each day and slips back a fixed number each night, how many days does it take him to climb the wall.
A hound whose speed increases arithmetically chases a hare whose speed also increases arithmetically, how far do they travel before the hound catches the hare.
Calculate the amount of money two people have after a certain amount changes hands and the proportional increase and decrease are given.
There are also problems involving perfect numbers, problems involving the Chinese remainder theorem and problems involving summing arithmetic and geometric series.
Fibonacci treats numbers such as √10 in the fourth section, both with rational approximations and with geometric constructions.
A second edition of Liber abaci was produced by Fibonacci in 1228 with a preface, typical of so many second editions of books, stating that:-
... new material has been added [to the book] from which superfluous had been removed...
Another of Fibonacci's books is Practica geometriae written in 1220 which is dedicated to Dominicus Hispanus whom we mentioned above. It contains a large collection of geometry problems arranged into eight chapters with theorems based on Euclid's Elements and Euclid's On Divisions. In addition to geometrical theorems with precise proofs, the book includes practical information for surveyors, including a chapter on how to calculate the height of tall objects using similar triangles. The final chapter presents what Fibonacci called geometrical subtleties [1]:-
Among those included is the calculation of the sides of the pentagon and the decagon from the diameter of circumscribed and inscribed circles; the inverse calculation is also given, as well as that of the sides from the surfaces. ... to complete the section on equilateral triangles, a rectangle and a square are inscribed in such a triangle and their sides are algebraically calculated ...
In Flos Fibonacci gives an accurate approximation to a root of 10x + 2x2 + x3 = 20, one of the problems that he was challenged to solve by Johannes of Palermo. This problem was not made up by Johannes of Palermo, rather he took it from Omar Khayyam's algebra book where it is solved by means of the intersection of a circle and a hyperbola. Fibonacci proves that the root of the equation is neither an integer nor a fraction, nor the square root of a fraction. He then continues:-
And because it was not possible to solve this equation in any other of the above ways, I worked to reduce the solution to an approximation.
Without explaining his methods, Fibonacci then gives the approximate solution in sexagesimal notation as 1.22.7.42.33.4.40 (this is written to base 60, so it is 1 + 22/60 + 7/602 + 42/603 + ...). This converts to the decimal 1.3688081075 which is correct to nine decimal places, a remarkable achievement.
Liber quadratorum, written in 1225, is Fibonacci's most impressive piece of work, although not the work for which he is most famous. The book's name means the book of squares and it is a number theory book which, among other things, examines methods to find Pythogorean triples. Fibonacci first notes that square numbers can be constructed as sums of odd numbers, essentially describing an inductive construction using the formula n2 + (2n+1) = (n+1)2. Fibonacci writes:-
I thought about the origin of all square numbers and discovered that they arose from the regular ascent of odd numbers. For unity is a square and from it is produced the first square, namely 1; adding 3 to this makes the second square, namely 4, whose root is 2; if to this sum is added a third odd number, namely 5, the third square will be produced, namely 9, whose root is 3; and so the sequence and series of square numbers always rise through the regular addition of odd numbers.
To construct the Pythogorean triples, Fibonacci proceeds as follows:-
Thus when I wish to find two square numbers whose addition produces a square number, I take any odd square number as one of the two square numbers and I find the other square number by the addition of all the odd numbers from unity up to but excluding the odd square number. For example, I take 9 as one of the two squares mentioned; the remaining square will be obtained by the addition of all the odd numbers below 9, namely 1, 3, 5, 7, whose sum is 16, a square number, which when added to 9 gives 25, a square number.
Fibonacci also proves many interesting number theory results such as:
there is no x, y such that x2 + y2 and x2 - y2 are both squares.
and x4 - y4 cannot be a square.
He defined the concept of a congruum, a number of the form ab(a + b)(a - b), if a + b is even, and 4 times this if a + b is odd. Fibonacci proved that a congruum must be divisible by 24 and he also showed that for x, c such that x2 + c and x2 - c are both squares, then c is a congruum. He also proved that a square cannot be a congruum.
As stated in [2]:-
... the Liber quadratorum alone ranks Fibonacci as the major contributor to number theory between Diophantus and the 17th-century French mathematician Pierre de Fermat.
Fibonacci's influence was more limited than one might have hoped and apart from his role in spreading the use of the Hindu-Arabic numerals and his rabbit problem, Fibonacci's contribution to mathematics has been largely overlooked. As explained in [1]:-
Direct influence was exerted only by those portions of the "Liber abaci" and of the "Practica" that served to introduce Indian-Arabic numerals and methods and contributed to the mastering of the problems of daily life. Here Fibonacci became the teacher of the masters of computation and of the surveyors, as one learns from the "Summa" of Luca Pacioli ... Fibonacci was also the teacher of the "Cossists", who took their name from the word 'causa' which was first used in the West by Fibonacci in place of 'res' or 'radix'. His alphabetic designation for the general number or coefficient was first improved by Viète ...
Fibonacci's work in number theory was almost wholly ignored and virtually unknown during the Middle ages. Three hundred years later we find the same results appearing in the work of Maurolico.
Biografi imam ali
Beliau adalah Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Hussein bin Ali bin Abi Thalib (semoga Allah meridhoi mereka semua). Beliau dijuluki dengan julukan Abal Hasan atau Abal Husain. Beliau juga dijuluki dengan As-Sajjad (orang yang ahli sujud).
Beliau adalah seorang yang ahli ibadah dan panutan penghambaan dan ketaatan kepada Allah. Beliau meninggalkan segala sesuatu kecuali Tuhannya dan berpaling dari yang selain-Nya, serta yang selalu menghadap-Nya. Hati dan anggota tubuhnya diliputi ketenangan karena ketinggian makrifahnya kepada Allah, rasa hormatnya dan rasa takutnya kepada-Nya. Itulah sifat-sifat beliau, Al-Imam Ali Zainal Abidin.
Beliau dilahirkan di kota Madinah pada tahun 33 H, atau dalam riwayat lain ada yang mengatakan 38 H. Beliau adalah termasuk generasi tabi'in. Beliau juga seorang imam agung. Beliau banyak meriwayatkan hadits dari ayahnya (Al-Imam Husain), pamannya Al-Imam Hasan, Jabir, Ibnu Abbas, Al-Musawwir bin Makhromah, Abu Hurairah, Shofiyyah, Aisyah, Ummu Kultsum, serta para ummahatul mukminin/isteri-isteri Nabi SAW (semoga Allah meridhoi mereka semua). Beliau, Al-Imam Ali Zainal Abidin, mewarisi sifat-sifat ayahnya (semoga Allah meridhoi keduanya) di didalam ilmu, zuhud dan ibadah, serta mengumpulkan keagungan sif
Biografi pythagoras
Phytagoras lahir pada tahun 570 SM, di pulau Samos, di daerah Ionia. Pythagoras (582 SM – 496 SM, bahasa Yunani: Πυθαγόρας) adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya.Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM. Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya legenda dan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.

Dalam tradisi Yunani, diceritakan bahwa ia banyak melakukan perjalanan, diantaranya ke Mesir. Perjalanan Phytagoras ke Mesir merupakan salah satu bentuk usahanya untuk berguru, menimba ilmu, pada imam-imam di Mesir. Konon, karena kecerdasannya yang luar biasa, para imam yang dikunjunginya merasa tidak sanggup untuk menerima Phytagoras sebagai murid. Namun, pada akhirnya ia diterima sebagai murid oleh para imam di Thebe. Disini ia belajar berbagai macam misteri. Selain itu, Phytagoras juga berguru pada imam-imam Caldei untuk belajar Astronomi, pada para imam Phoenesia untuk belajar Logistik dan Geometri, pada para Magi untuk belajar ritus-ritus mistik, dan dalam perjumpaannya dengan Zarathustra, ia belajar teori perlawanan.

Selepas berkelana untuk mencari ilmu, Phytagoras kembali ke Samos dan meneruskan pencarian filsafatnya serta menjadi guru untuk anak Polycartes, penguasa tiran di Samos. Kira-kira pada tahun 530, karena tidak setuju dengan pemerintahan tyrannos Polycartes, ia berpindah ke kota Kroton di Italia Selatan. Di kota ini, Phytagoras mendirikan sebuah tarekat beragama yang kemudian dikenal dengan sebutan “Kaum Phytagorean.”

Kaum Phytagorean

Kaum phytagorean sangat berjasa dalam meneruskan pemikiran-pemikiran Phytagoras. Semboyan mereka yang terkenal adalah “authos epha, ipse dixit” (dia sendiri yang telah mengatakan demikian).2 Kaum ini diorganisir menurut aturan-aturan hidup bersama, dan setiap orang wajib menaatinya. Mereka menganggap filsafat dan ilmu pengetahuan sebagai jalan hidup, sarana supaya setiap orang menjadi tahir, sehingga luput dari perpindahan jiwa terus-menerus.
Diantara pengikut-pengikut Phytagoras di kemudian hari berkembang dua aliran. Yang pertama disebut akusmatikoi (akusma = apa yang telah didengar; peraturan): mereka mengindahkan penyucian dengan menaati semua peraturan secara seksama. Yang kedua disebut mathematikoi (mathesis = ilmu pengetahuan): mereka mengutamakan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pasti.

Pemikiran Phytagoras

Phytagoras percaya bahwa angka bukan unsur seperti udara dan air yang banyak dipercaya sebagai unsur semua benda. Angka bukan anasir alam. Pada dasarnya kaum Phytagorean menganggap bahwa pandangan Anaximandros tentang to Apeiron dekat juga dengan pandangan Phytagoras. To Apeiron melepaskan unsur-unsur berlawanan agar terjadi keseimbangan atau keadilan (dikhe). Pandangan Phytagoras mengungkapkan bahwa harmoni terjadi berkat angka. Bila segala hal adalah angka, maka hal ini tidak saja berarti bahwa segalanya bisa dihitung, dinilai dan diukur dengan angka dalam hubungan yang proporsional dan teratur, melainkan berkat angka-angka itu segala sesuatu menjadi harmonis, seimbang. Dengan kata lain tata tertib terjadi melalui angka-angka.

Salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia lah yang pertama membuktikan pengamatan ini secara matematis.[1]

Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme. Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan. Ketika muridnya Hippasus menemukan bahwa \sqrt{2}, hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, Pythagoras memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus

Mesopotamia
Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris. Daerah yang kini menjadi Republik Irak itu di zaman dahulu disebut Mesopotamia, yang dalam bahasa Yunani berarti "(daerah) di antara sungai-sungai". Nama Mesopotamia sudah digunakan oleh para penulis Yunani dan Latin kuno, seperti Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 M).
Menurut keyakinan Kristen dan Yahudi seperti dalam Perjanjian Lama, ada usaha menghubungkan keluarga Abraham (yang lalu disebut "Bapa Orang Beriman" dan diakui oleh tiga agama monoteistik dunia, Islam, Kristen, dan Yahudi ) dengan Mesopotamia. Dalam kitab Kejadian 11,31 dikatakan, pada suatu masa keluarga Abraham berpindah dari Ur- Kasdim ke Haran sebelum akhirnya berpindah ke Kanaan (Daerah Israel dan Palestina sekarang).
Lokasi Ur-Kasdim biasanya dirujuk pada Tell el-Muqayyar, situs bekas reruntuhan Kota Ur kuno dari periode Sumeria. Tapi, banyak ahli masih meragukan usulan ini. Sedangkan Haran terletak di bagian utara Mesopotamia, di tepi Sungai Eufrat.
[sunting] Mesopotamia dalam Alkitab
Beberapa catatan lain bisa dikemukakan untuk menunjukkan hubungan antara Abraham dengan Mesopotamia. Dalam kitab Ulangan 26,3; Nabi Musa mengajak umat untuk berdoa kepada Tuhan saat mempersembahkan panen pertama dengan mengawalinya, Bapaku adalah seorang Aram, seorang pengembara.
Di tempat lain dikatakan bahwa Ishak, anak Abraham, diperintah Abraham untuk mencari istri dari daerah Aram-Mesopotamia (aram-naharayim) (Kejadian 24,2.10). Demikian juga dengan Yakub, cucu Abraham, dia disuruh pergi ke Padan-Aram untuk mendapatkan istri di sana (Kejadian 28,2). Dalam terjemahan Yunani Septuaginta, kedua nama terakhir ini disebut Mesopotamia.
Selain petunjuk yang secara eksplisit ada dalam Alkitab, masih bisa ditemukan informasi lain yang menunjukkan pengaruh Mesopotamia yang cukup kuat. Kini sudah lazim diterima bahwa kisah Penciptaan dan kisah Air Bah yang terkenal itu, yang dikisahkan pada bagian awal kitab Kejadian, sebenarnya kuat dipengaruhi sastra Mesopotamia. Biasanya ada tiga karya sastra Mesopotamia yang ditunjuk, yaitu Enuma Elish (dari abad 17 SM), Epic Gilgamesh (abad 20 SM), dan Athrahasis (abad 18-17 SM). Teks-teks itu cukup terkenal dan tersebar luas karena ditemukan dalam berbagai versi dan bahasa, seperti versi Akkadia, Sumeria, Hittit, dan Asyur.
Kemiripan antara sastra Mesopotamia dengan teks-teks Alkitab begitu mencolok sehingga seringkali disimpulkan bahwa ada ketergantungan antara keduanya. Karena teks-teks Mesopotamia berasal dari periode yang jauh lebih tua dari teks-teks Alkitab, maka tidak mengherankan jika bisa disimpulkan, teks Alkitab bergantung pada sastra Mesopotamia itu. Para penulis Israel tampaknya mengambil dan memanfaatkan teks-teks Mesopotamia itu untuk mengungkap keyakinan mereka, sekaligus menyesuaikannya dengan keyakinan itu, terutama di bidang monoteisme.
Salah satu kemungkinan datangnya pengaruh Mesopotamia dalam kitab Kejadian adalah bahwa kisah-kisah Mesopotamia dibawa ke Palestina lalu menyebar-saat terjadi perpindahan penduduk besar-besaran dari Mesopotamia yang disebabkan situasi yang agak kacau sekitar abad 19 SM. Kiranya ini juga yang menjadi konteks berpindahnya keluarga Abraham dari Ur ke Haran, lalu ke Kanaan.
Berbagai kebiasaan dan peraturan yang tercermin dalam kitab Kejadian ternyata juga menemukan banyak kesamaan dengan kebiasaan dan peraturan yang hidup di daerah Mesopotamia. Sebagai contoh, kekhawatiran Abraham karena dia tidak mendapat keturunan, karena itu harus mewariskan segala miliknya kepada abdinya yang setia, Eliezer (Kejadian 15,1-4), ternyata sejajar dengan praktek yang dilakukan masyarakat Nuzi yang mendiami sebelah timur Sungai Tigris. Hal ini bisa diketahui melalui analisis teks-teks hukum yang berlaku di Nuzi, yang berasal dari abad 15 SM.
Kisah tentang Abraham yang datang ke negeri asing lalu mengaku istrinya sebagai saudarinya (Kejadian 12,10-20) sering membingungkan orang. Tetapi, kini, dengan ditemukannya teks-teks yang berasal dari bangsa Hori di sebelah utara Mesopotamia, berdekatan dengan Haran, hal itu bisa dipahami dengan lebih baik.
Dalam masyarakat Hori, ikatan perkawinan yang paling kuat adalah jika seorang istri sekaligus mendapat status saudari secara hukum. Karena itu, sering terjadi, sesudah perkawinan diadakan upacara lain untuk mengadopsi sang istri menjadi saudari. Hal ini disahkan dengan dua dokumen. Pertama, dokumen tentang perkawinan. Kedua, berkait dengan pengangkatannya sebagai saudari.
Salah satu warisan peradaban Mesopotamia Kuno yang amat bernilai bagi umat manusia adalah kumpulan hukum yang biasa disebut Codex Hammurabi. Kumpulan hukum yang berbentuk balok batu hitam itu ditemukan di Susa tahun 1901 dalam suatu ekspedisi yang dilakukan arkeolog Perancis di bawah pimpinan M de Morgan. Pada bagian atas balok, yang kini ada di Museum Louvre, Paris, ada relief yang menggambarkan Raja Hammurabi dari Babilonia Kuno (1728-1686 SM) sedang menerima hukum dari Dewa Shamash, dewa Matahari yang juga menjadi dewa pelindung keadilan.
Perbandingan dengan kumpulan hukum yang ada dalam kitab Keluaran 21-23 menunjukkan adanya kesejajaran yang dekat. Adanya ketergantungan antara kedua kumpulan hukum itu tidak bisa ditentukan dengan pasti, tetapi pengaruh tidak langsung rasanya merupakan sesuatu yang amat masuk akal.
Codex Hammurabi, yang terdiri dari 282 pasal ditambah Prolog dan Epilog, tidak saja berpengaruh pada kumpulan hukum yang ada dalam Alkitab, tetapi juga pada sistem hukum pada periode selanjutnya. Yang menarik dan mungkin membuat kita (seharusnya) tertunduk malu adalah, kumpulan hukum itu juga mengingatkan kita bahwa sejak abad 18 SM, di Mesopotamia sudah ada seorang pemimpin besar yang sungguh-sungguh mempunyai kesadaran bahwa manusia harus diperlakukan secara adil sebagai manusia.
[sunting] Sejarah Mesopotamia
Sejarah Mesopotamia diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban, yang diyakini sebagai pusat peradaban tertua di dunia, oleh bangsa Sumer(ia). Bangsa Sumeria membangun beberapa kota kuno yang terkenal, yaitu Ur, Ereck, Kish, dll. Kehadiran seorang tokoh imperialistik dari bangsa lain yg juga mendiami kawasan Mesopotamia, bangsa Akkadia, dipimpin Sargon Agung, ternya melakukan sebuah penaklukan politis, tapi bukan penaklukan kultural. Bahkan dalam berbagai hal budaya Sumer dan Akkad berakulturasi, sehingga era kepemimpinan ini sering disebut Jilid Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak dapat diremehkan begitu saja, pada saat Akkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumer-lah yg mendukung Akkad, sehingga mereka masih dapat berkuasa di "tanah antara dua sungai" itu. Selengkapnya...