;
headline photo
Tampilkan postingan dengan label pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembelajaran. Tampilkan semua postingan

SOAL UJIAN SEMESTER MATA KULIAH PEMBELAJARAN TIK SMP/SMA

Rabu, 21 Desember 2011

SOAL UJIAN SEMESTER
MATA KULIAH PEMBELAJARAN TIK SMP/SMA
A. Petunjuk
1. Jawaban ujian dikirim ke fetri53829@yahoo.co.id paling lambat 4 jam setelah soal diterima
2. Sdr tidak boleh bekerjasama dalam menjawab ujian ini dan jika melanggar Sdr. akan dikenakan sanksi akademis
B. Soal
1. Jelaskanlah alasan perlunya saudara mempelajari kurikulum TIK SMP/SMA bila dikaitkan dengan visi dan misi program studi Teknologi Pendidikan
2. Pembelajaran TIK dipandang sebagian orang tidak diperlukan karena siswa sudah mendapatkan pengetahuan dan keterampilannya di luar sekolah. Bagaimana pendapat Sdr tentang pandangan tersebut. Apa yang harus sdr lakukan sebagai guru TIK ? jelaskan argumentasi Sdr
3. Ada tiga sasaran utama pembelajaran TIK di SMP dan SMA, jelaskanlah maksudnya, berikan contohnya masing-masing pada KD yang harus dikuasai oleh peserta didik (menurut kurikulum SMP atau SMA)
4. Diterapkannya KTSP memberi peluang bagi guru untuk menata sendiri pembelajarannya. jelaskan maksudnya dan berikan 1 contoh
5. Bila dikaji silabus TIK di beberapa SMP/SMA terdapat sejumlah kesamaan . Jelaskanlah bagaimana pendapat Sdr. terhadap keadaan tersebut dan bagaimana seharusnya jika guru mengacu kepada KTSP dalam pengembangan kurikulum, berikan satu contoh.
6. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Seorang guru harus memiliki 4 kompetensi. Jelaskanlah maksudnya, berikan contoh penerapannya bagi guru TIK baik di SMP maupun SMA.
7. KTSP mengamanahkan agar guru melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan Pembelajaran Aktif , Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) Jelaskanlahkan maksudnya , sertakan dengan satu contoh penerapannya pada pembelajaran TIK
8. Pengembangan budaya dan karakter bangsa merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam membelajarkan peserta didik. Jelaskanlah bagaimana upaya yang akan Sdr lakukan untuk mengintergrasikan konsep tersebut pada bidang studi TIK di SMP dan atau SMA, betikan satu contoh
Selamat Bekerja
Nama : Besra Julia Sandra
NIM/BP : 11718/2009
Jur : Teknologi Pendidikan
Jawaban :
1. Dari visi dan Misi Program studi Teknologi Pendidikan yaitu Pusat keunggulan tenaga kependidikan dan perekayasa pembelajaran serta pendidik dalam bidang Teknologi Informasi & Komunikasi di berbagai lembaga pendidikan. Jelaslah betapa pentingnya mempelajari Kurikulum TIK SMA/SMP, karena mempelajari Kurikulum TIK SMP/SMA merupakan nyawa dari program studi teknologi pendidikan, tanpa mempelajari kurikulum maka kita tidak bisa menjadi perekayasa pembelajaran serta pendidik dalam teknologi dan komunikasi.
2. Argumentasi tentang tidak perlunya mempelajri TIK karena siswa telah mendapatkan pengetahuan diluar sekolah tidak sepenuhnya BENAR. Karena tidak semua siswa telah mendapatkan pengetahuan tentang teknologi informasi. Kebanyakan meraka yang kalangan atas atau berada di perkotaan kemungkinan telah mendapatkan pengetahuant ersebut. Namun mereka hanya mendapatkan pengetahuan yang umum saja. Tidak mengetahui seuruh dari pengetahuan yang diperlukan untuk mempelajari teknolgi komunikasi. Nah, bagaimana dengan masyarakat pedesaan? Masyarakat pedesaan kemungkinan besar tidak mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang teknolgi informasi dari luar sekolah. Tidak menutup kemungkinan ada dari siswa pedesaan tersebut yang tidak pernah melihat komputer sekalipun. Karena keterbatasan sarana dan prasana yang mereka miliki. Sebagai guru Tik kita tetaplah akan memberikan pengethuan yang cukup kepada siswa, baik yang telah mendapatkan pengetahua, terutama kepada masyarakat pedesaan. Seagai contoh SMP 4 Nagari Ampalu dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Sampai sekarang mash belajar teori untuk belajar TIK. Saya belum tahu apakah masih ada dar siswa yang belum pernah melihat komputer sama sekali. Tugas saya adalah memberika yang terbaik untuk mereka dalam mendapatkan pengetahuan teknologi informasi.

3. Tiga sasaran utama pembelajar TIK di SMP dan SMA adalah a. afektif, b. kognitif, c. psikomotorik
a. kognitif adalah menyangkut kecerdasan atau intelektual siswa seperti pengetahuan yang dikuasainya maupunc cara berfikirnya. Bagian pengetahuan mencakup kemampuan atau penguasaan terhadap pengertian atau definisi sesuatu, prinsip dasar, pola urutan, dan seagainya, sedangkan keterampilan intelektual mencakup tingkatan dari pemahaman, aplikasi, analisa, sintesa, dan evaluasi. Semakin tingkat kemampuan seseorang maka semakin tinggi tingkat kecerdasanya.
b. Afektif adalah kemampuan yang menyangkut aspek perasaan atau emosi (sikap) yang meliputiaspek penerimaan terhadap lingkungan, tanggapan atau respon tehadap lingkungan, serta kareakteristik dari nilai nili tertentu yang menginternalisasikan dalam diri seseorang.
c. Sedangkan psikomotorik adalah kemampuan yang mencakup kemampuan fisik dalam mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu, seperti keteampilan dalam bidang olah raga, dan sebagainya. Ranah ini juga terbagi dalam beberapa aspek yang meliputi persepsi terhadap panca indra, respon motorik yang terlihat atau tampak. Dll.
Contohnya yaitu pada KD 2.1 pada mata pelajaran Tik untuk kelas VII SMP. KD nya dalah mengaktifkan komputer sesuaiprosedur. Pada awalnya siswa diberikan teori tentang tata cara mengaktifkan komputer sesuai dengan prosedur yang benar, hal ini terkait dengan aspek kognitif. Setelah diberikan teori, siswa diberikan untuk praktek secara pribadi bagaimana cara mengaktifkan komputer sesuai dengan prosedur yang telah diajarkan oleh guru, dan hal ini adalah merupakan aspek psikomotorik. Setelah praktek dan mendapatkan teori dari guru, maka siswa akan merubah kebiasaannya yang biasnya mengaktifkan komputer dengan cara yang tidak benar. Maka sikap siswa dalam memperlakukan komputer akan berubah, dan ini terasuk kedalam aspek afektif.

4. Pada pelaksanaan kurikulum dimasa lalu adalah adanya penyeragaman kurikulum di seluruh Indonesia, tidak melihat pada situasi riil dilapangan dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal dan itu merupakan salah satu bentuk penyebab kegagalan kurikulum yang ada di Indonesia.
Penyeragaman kurikulum ini juga mengakibatkan pada beberapa kenyataan bahwa sekolah di daerah pertanian sama saja dengan sekolah di daerah pesisir pantai, sekolah di daerah industri sama dengan sekolah di daerah pariwisata, sehingga tidak memberikan potensi yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan diri dan keunggulan khas yang ada di daerahnya,
maka dengan adanya KTSP peserta didik memiliki kemampuan beradaptasi dengan daerah setempat karena ketrampilan yang diajarkan berdasarkan pada lingkungan dan kemampuan peserta didik.
Dalam KTSP kebijakan guru dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran beserta sistem evaluasinya didesentralisasikan ke sekolah dan satuan pendidikan, sehingga pengembangan kurikulum diharapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakat secara lebih fleksibel.
Dengan adanya otonomi daerah, maka sekolah beserta komite sekolah dapat secara bersama – sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi lingkungan sekolah. Sebagai satuan yang baru, sekolah mungkin mengalami kesulitan dalam menyusun KTSP, oleh karena itu jika diperlukan sekolah dapat berkonsultasi baik secara vertikal maupun horisontal. Secara vertikal sekolah dapat berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota, Dinas Pendidikan Propinsi dan Departemen Pendidikan, edangkan secara horisontal sekolah dapat bermitra dengan dunia industri, kerajinan, pariwisata, petani, nelyan dan lain – lain agar kurikulum yang dibuat oleh sekolah benr – benar mampu menjawab kebutuhan di daerah dimana sekolah tersebut berada. Mendorong para guru, kepala sekolah dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.
Contohnya adalah guru di pedesaan bisa mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan potensi dan keadaan didaerah tersebut. Sehingga siswa lebih menguasai semua pengetahuan informasi dengan cara mereka.


5. terdapatnya beberapa kesamaan silabus antara SMP dan SMA tidak menyebabkan kemampuan antar ekduanya menjadi sama. Ditinggkat SMP mereka mempelajari hal-hal yang dasar sedangkan di bangku SMA mereka terus melanjutkan ketinggkat yang lebih spesifik jadi walaupun sama namun berbeda dari tingkat tangkapan atau pemahaman yang diberikan.
6. 4 kompetensi guru yang mutlak harus dmiliki.
1. Kompetensi profesional; memiliki pengetahuan yang luas dari bidang studi yang diajarkannya, tidak hanya memiliki kemampun dalam bidang yang di ajarkanya saja namun juga mencakup pengetetahuan lain. memilih dan menggunakan berbagai metode mengajar di dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakannya.
2. Kompetensi kemasyarakatan; mampu berkomunikasi, baik dengan siswa, sesama guru, maupun masyarakat luas. Dan terutama dalam menangani siswa. Karena siswa memiliki kepribadian yang berbeda tiap individunya, maka guru harus benar siap dalam menghadapi Tingkah lagu yang berbeda dari tiap murid. Jika tidak ada kesiapan tentang hal tersebut maka bukan tidak mungkin guru melakukan hal yang membuat siswa tidak bisa berkembang karena diajar dengan cara yang salah. Karena tidak sesuai dengan kemampuan dan kepribadian siswa.
3. Kompetensi personal; yaitu memiliki kepribadian yang mantap dan patut diteladani. Dengan demikian, seorang guru akan mampu menjadi seorang pemimpin yang menjalankan peran : ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani
4. Kompetensi Pedagogik : Merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi:
• Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan
• Pemahaman terhadap peserta didik
• Pengembangan kurikulum / silabus
• Perancangan pembelajaran
• Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
• Evaluasi hasil belajar
• Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

7. PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan
Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.
secara garis besar, gambaran PAKEM adalah sebagai berikut
• Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
• Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
• Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
• Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
8. Pengertian Karakter Menurut Hermawan Kertajaya (2010: 3), karakter adalah ”ciri khas” yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan ”mesin” yang mendorong bagaimana seseorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu. TIK harus benar-benar dimanfaatkan dengan tujuan para peserta didik mampu mendengarkan dengan baik, berbicara, membaca, dan menulis. Dengan begitu mereka akan mampu menyampaikan pesannya kepada khalayak ramai dan membuat diri mereka menjadi orang hebat luar biasa karena memiliki kemampuan berbahasa secara baik. Semua hal di atas itu harus terintegrasikan dalam pendidikan karakter yang berbasis TIK. TIK harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk menerapkan nili-nilai dasar pendidikan karakter, dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya agar para generasi bangsa ini mampu mengembangkan kreativitasnya.
Salah satu contoh yang paling mudah dalam pendidikan karakter diantaranya adalah penanaman nilai kejujuran. Para guru harus mampu menanamkan kejujuran dalam diri setiap peserta didik. Tak berkata bohong. (dusta) dan mampu berkata benar dalam segala sikap dan tingkah lakunya. Nilai karakter lain yang perlu ditanamkan melalui TIK adalah budaya baca. Budaya baca yang mulai hilang dari dunia anak-anak kita harus sudah digiatkan kembali dengan konten-konten edukasi yang dibuat sendiri oleh para guru melalui blog atau website sekolah.
Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran TIK dapat dilakukan dengan penanaman konsep karakter dalam setiap pembelajaran. Misalnya pada materi HAKI, siswa benar – benar diajarkan tentang bagaimana menghargai karya orang lain, sehingga karakter bangsa yang akan berkembang nantinya bukanlah generasi yang merusak karya orang lain.



Selengkapnya...

Sinopsis dan Resensi Film Merantau

Rabu, 21 April 2010

Di Minangkabau, Sumatera Barat, Yuda (Iko Uwais), anak muda yang terampil dalam Silat Harimau sedang dalam persiapan untuk memulai "Merantau" kebiasaan yang sudah turun-temurun untuk dilakukan oleh anak-anak muda, meninggalkan segala ketenangan dalam suasana pedesaan dan menuju keramaian kota dan mempertahankan hidupnya di Kota Jakarta.
Selengkapnya...

PERKAWINAN DALAM PANDANGAN ISLAM

Agama Islam adalah agama fithrah, dan manusia diciptakan Allah Ta’ala cocok dengan fitrah ini, karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh manusia menghadapkan diri ke agama fithrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan. Sehingga manusia berjalan di atas fithrahnya.
Perkawinan adalah fitrah kemanusiaan, maka dari itu Islam menganjurkan untuk nikah, karena nikah merupakan gharizah insaniyah (naluri kemanusiaan). Bila gharizah ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah yaitu perkawinan, maka ia akan mencari jalan-jalan syetan yang banyak menjerumuskan ke lembah hitam.
Selengkapnya...

Mensosialisasikan program keaksaran fungsional pada usia produktif

Selasa, 20 April 2010

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anak sebagai penerus adalah pewaris cita-cita perjuangan bangsa yang merupakan sumber daya manusia yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan pembangunan. Untuk itu anak perlu dibina sejak dini. Namun ada sebagian anak yang tidak bisa memperoleh kebutuhan tersebut secara utuh dari orang tuanya disebabkab oleh faktor-faktor tertentu yang membuat mereka dibina dan dibimbing oleh lembaga tertentu.
Selengkapnya...

METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN PLS METODE MERESPON MEDIA

1. Silmulasi
a. Deskripsi Singkat Dan Tujuan Penggunaan
silmulasi adalah cupikan dari situasi kehidupan nyata yang diangkat ke dalam kegiatan belajar. Silmulasi merupakan teknik yang diorganisasi secara baik oleh para warga belajar.
Di dalam perencanaan teknik ini terdapat dua hal yang perlu dipertimbangkan.
1) silmulasi disusun sederhana dan dapat dilaksanakan oleh peserta sehingga silmulasi tidak lebih kompleks dari situasi nyata.
Selengkapnya...

MEDIA TRADISIONAL

A. Pengertian Media Tradisional
Dongeng adalah salah satu media tradisional yang pernah popular di Indonesia. Pada masa silam, kesempatan untuk mendengarkan dongeng tersebut selalu ada, karena merupakan bagian dari kebudayaan lisan di Indonesia. Bagi para ibu mendongeng merupakan cara berkomunikasi dengan putra-putri mereka, terutama untuk menanamkan nilai-nilai sosial, yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Selengkapnya...

Identitas Nasional

Kamis, 01 April 2010

Pada hakikatnya manusia hidup tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, manusia senantiasa membutuhkan orang lain. Pada akhirnya manusia hidup secara berkelompok-kelompok. Manusia dalam bersekutu atau berkelompok akan membentuk suatu organisasi yang berusaha mengatur dan mengarahkan tercapainya tujuan hidup yang besar. Dimulai dari lingkungan terkecil sampai pada lingkungan terbesar. Pada mulanya manusia hidup dalam kelompok keluarga. Selanjutnya mereka membentuk kelompok lebih besar lagi sperti suku, masyarakat dan bangsa. Kemudian manusia hidup bernegara. Mereka membentuk negara
Selengkapnya...

Adult Learning Theory

By Gabriel Rise
It goes without saying that nowadays we are all confronted with an environment of continuous change and speedy shifts. Technology has altered the very nature of business and this had greatly influenced the employment market. Jobs requiring expertise and technical skills are growing in nearly every sector of the economy. The continuous change in what employees need to know and be able to handle suggests that learning, training and education will occur over the length of a career and, in fact, a lifetime. In light of this, adults have had to become life-long learners by consistently challenging themselves to pursue learning opportunities.
Selengkapnya...

TENIS LAPANGAN

Senin, 22 Maret 2010

1. SERVIS
Servis merupakan pukulan pembuka permainan. Oleh karena itu, pukulan pionir ini sangat penting bagi kita untuk dapat menguasainya. Sebenarnya terdapat beberapa teknik servis. Namun yang akan saya paparkan di sini hanya dasarnya saja dan tentunya disertai oleh ilustrasi agar mudah untuk dimengerti.
Pertama kali yang harus dilatih adalah koordinasi tangan ketika akan melemparkan bola untuk memulai serve. Anda harus dapat melempar bola (toss) secara konsisten pada satu tempat yang sama. Toss yang baik untuk servis adalah agak di depan kepala anda dan lemparkan bola lurus ke atas. Anda dapat melatihnya dengan menggambarkan lingkaran di lantai dan melakukan toss hingga tempat jatuhnya bola selalu berada pada
Selengkapnya...

SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM SEJAK INDONESIA MERDEKA

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut.
Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.
Selengkapnya...

PENGERTIAN PANCASILA

secara historis perumusan Pancasila diawali ketika dalam sidang BPUPKI pertama dr. Rajiman Widyodiningrat, mengajukan suatu maslah, khususnya akan dibahas pada sidang tersebut.Masalah tersebut adalah tentang calon rumusan dasar negara Indonesia yang akan dibentuk. Proses perumusan Pancasila adalah sebagai berikut :
A. Mr.Muhammad Yamin
Pada tanggal 29 Mei 1945 tersebut BPUPKI mengadakan sidangnya yang pertama. Pada kesempatan in Mr. Muhammad Yamin mendapat kesempatan yang pertama untuk mengemukakan pemikirannya tentang dasar negara di hadapan sidang lengkap Badan Penyelidik. Dalam pidato tersebut merumuskan sebagai berikut
Selengkapnya...

PANDANGAN SEJARAH DARI BERBAGAI BIDANG

1.PENGERTIAN SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA.

Sejarah sebagai peristiwa kejadian, kenyataan, yang sebenarnya telah terjadi atau berlangsung pada masa lalu dan disebut sebagai sejarah objek

2.PENGERTIAN SEJARAH SEBAGAI KISAH.

Sejarah dikatakan sebagai kisah karena berupa cerita narasi yang di dapat dari pemikiran seseorang, kesan atau perkiraan manusia terhadap suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
Dimana di katakan sejarah sebagai subyek peristiwa yang bearti sejarah tersebut telah mendapatkan penafsiran dari penyusunan cerita sejarah.
Selengkapnya...

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN EKONOMI

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena ats rahmat dan petunjuk-Nya, serta berkat rahmat, nikmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini.Makalah ini berjudul “Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi” yang penulis susun dari berbagai sumber, yang merupakan salah satu tugas pancasila.
Selengkapnya...

Gambaran Umum Karya Sastra

Karya sastra memang berperan penting sebagai media untuk memperjuangkan suatu pemikiran, sikap, dan perilaku tertentu yang dicita-citakan oleh pengarangnya. Namun jika tujuan/tendensi itu terlalu kuat dan mengabaikan aspek-aspek estetis, maka terjadilah proses ideologisasi. Proses ideologisasi ini dapat juga ditelusuri dari perdebatan tentang sastra religius dan sekuler yang sedang marak.
Pelabelan sastra religius dan tidak religius (sekuler) di Indonesia saat ini sangat menarik untuk didiskusikan. Alasannya, pendikotomian tersebut mempunyai potensi untuk memberikan penilaian hitam putih, baik dan buruk pada sebuah karya sastra, juga terhadap sifat dan perilaku tokoh yang diimajikan. Potensi lainnya adalah menghadapkan hubungan antar golongan (khususnya kelompok agama).
Selengkapnya...

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

Jumat, 19 Februari 2010

Keterampilan mengajar bagi seorang guru adalah sangat penting kalau ia ingin menjadi seorang guru yang profesional, jadi disamping dia harus menguasai sumbstansi bidang studi yang diampu, keterampilan dasar mengajar juga adalah merupakan keterampilan penunjang untuk keberhasilan dia dalam proses belajar mengajar. Keterampilan dasar mengajar ini adalah merupakan panduan pengajaran mikro dengan menggunakan perangkat Sydney Micro Skills (1973).

Selengkapnya...

MANFAAT KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN INFORMASI

Selasa, 16 Februari 2010

 Perkembangan IPTEK terhadap proses pembelajaran adalah diperkayanya sumber belajar dan media pembelajaran. Media komputer dimanfaatkan dalam pembelajaran karena memberikan keuntungan-keuntungan yang tidak dimiliki oleh media pembelajaran lainnya yaitu kemampuan komputer untuk berinteraksi secara individu dengan mahasiswa.
Selengkapnya...

ANALISIS SEMIOTIK PADA PUISI BELAJAR DARI OMBAK

Sabtu, 19 Desember 2009

TENTANG SITOKS RENGENGE
Sitok Srengenge adalah seorang diantara 20 exceptional people di asia yang dinobatkan Asia week sebagai Leaders for the Millenium in Society & Culture.
Lahir di Dorolegi, sebuah perkampungan petani dengan tradisi sastra lisan yang kukuh, di pedalaman Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pada usia ke duapuluh ia hijrah ke Jakarta untuk mendalami teater, bahasa dan sastra.
Sitok menulis sejumlah puisi, prosa, esai , dan sejumlah nonsense. Selain terkumpul dalam Kelenjar Bekisar Jantan, ada Peresetubuhan Liar, Anak Jadah, dan Nonsense. Puisi-puisi Sitok menjadi bagian buku The Poet’s Chant (1995), Chant of Nusantara (Sovia, Bulgaria, 1995), Secrets Need Words: Indonesian Poetry 1965-1999 (Ohio University, Ohio, USA, 2001), juga masuk dalam website Poetry International Kegiatan terakhir Sitok saat ini aktif sebagai koordinator program dan jaringan Komunitas Utan Kayu dan juga Jurnal Kebudayaan Kalam. Belajar Dari Ombak, adalah salah satu puisi karya Sitok yang ditulisnya pada tahun 1989 terangkum dalam buku kumpulan puisinya yang dia beri tajuk Kelenjar Bekisar Jantan ini. Ada sekitar 54 puisI lainnya yang tercantum dalam kumpulan ini yang sebagian besar berbicara mengenai cinta, sakit, bahagia, sengsara dan bahkan marah ia tuangkan seluruhnya dengan tataran bahasa yang lugas dan komunikatif bagi para pembaca untuk dapat menghayati perasaan yang tergambar dari kata-kata yang ia ciptakan. Puisi Belajar Dari Ombak (BDO), adalah puisi yang dipilih oleh penulis untuk selanjutnya dianalisis dan dipelajari maknanya melalui pendekatan semiotik. Diharapkan melalui pendekatan ini dapat diambil makna apa yang terkandung didalamnya



KONSEP SEMIOTIK DALAM KARYA SASTRA
Dalam pandangan semiotik, Saussure memandang; bahasa merupakan suatu sistem tanda, dan sebagai suatu tanda bahasa mewakili sesuatu yang lain yang disebut makna. Pengertian tanda memiliki sejarah yang panjang yang bermula dalam tulisan-tulisan Yunani Kuno. (Masinambow 2002: iii). Dengan demikian tanda adalah sesuatu yang mewakili sesuatu yang lain pada batas-batas tertentu. Tanda inilah yang kemudian dikenal dengan semotik dan semiologi. Banyak disiplin yang menggunakan konsep ini diantaranya adalah; antropologi, arkeologi, arsitektur, filsafat, kesusastraan, dan linguistik. Hal ini berarti bahwa sebagai sistem teoritis yang mengkaji makna dapat ditampung berbagai perspektif makna yang berkembang dalam penelitian setiap disiplin. Dalam semiotik makna didefinisikan secara erat dengan tanda, namun hubungan antar makna dan tanda dikonseptualkan secara berbeda jika pendirian teoritis berbeda. Adapun semotik berkembang dengan masing-masing tokoh yang dimilikinya. Ferdinand de Saussure (1857-1913) adalah pengembang bidang ini di Eropa, dia memperkenalkannya dengan istilah semiologi. sedangkan Charles Sanders Peirce (1839-1914) yang mengembangkannya di Amerika dengan menggunakan istilah semiotik. Kedua tokoh inilah yang membawa pengaruh besar dalam memahami dan menganalisis sebuah disiplin dengan menggunakan pendekatan semiotik. Ada sedikit perbedaan yang dimunculkan dari kedua tokoh tersebut mengenai pendekatan mereka dengan menggunakan semiotic. Peirce lebih menekankan pada aspek logika karena dia adalah seorang ahli filsafat. Sedangkan Saussure lebih menekankan pada aspek bahasa karena sesuai dengan keahliannya di bidang linguistik.

Seperti yang didituliskan dalam kumpulan makalah semiotik, Okke K. S. Zaimar menjelaskan bahwa karya sastra merupakan sistem tanda tingkat kedua karena menggunakan bahasa sebagai bahan dasarnya. Karena itulah menganalisis dengan pendekatan semiotik menggunakan teori-teori yang bersumber pada linguistik. (Okke. 2002: 124) Meskipun pada dasarnya teori bahasalah yang paling tepat dalam menganalisis sebuah karya sastra terutama puisi, menurutnya tidak menutup kemungkinan analisis ini menggunaan teori Peirce. Teori Peirce mengatakan bahwa sesuatu itu dapat disebut sebagai tanda jika ia mewakili sesuatu yang lain. Sebuah tanda yang disebut dengan representamen--- haruslah mengacu pada atau mewakili sesuatu yang disebutnya sebagai objek yang dikenal dengan istilah referent. Jadi, jika sebuah tanda mengacu apa yang diwakilinya, hal itu dalah fungsi utama tanda tersebut. Misalnya, anggukan kepala sebagai tanda persetujuan, dan geleng kepala sebagai tanda ktidaksetujuan. Proses perwakilan ini disebut dengan semiosis. Adapun proses semiosis menuntut kehadiran bersama antara tanda, objek dan intepretant. Proses semiotik dapat terjadi secara terus-menerus sehingga sebuah intepretant menghasilkan tanda baru yang mewakili objek yang baru pula dan akan menghasilakan intepretant yang lain lagi. (Nurgiantoro.2002: 41)
Selanjutnya Peirce menambahkan hubungan antara tanda dengan acuannya ke dalam tiga jenis tanda; (1) Icon, merupakan hubungan kemiripan. Misalnya foto. Lalu (2) Indeks, merupakan hubungan kedekatan eksistensi. Misalanya asap hitam tebal membumbung sebagai tanda adanya kebakaran. Dan yang terakhir adalah (3) Simbol, merupakan hubungan yang sudah terbentuk secara konvensi. Warna hitam di negara kita disepakati sebagai warna yang melambangkan kedukaan dan hal yang mistis. Sedangkan putih adalah warna yang melambangkan kesucian dan ketulusan. Dan bahasalah yang kemudian menjadi alat penyebutannya. (Nurgiantoro.2002: 42)
Dalam teks sastra ketiga jenis tanda tersebut di atas, kehadirannya kadang tidak dapat dipisahkan. Karena ketiga tanda itu sama pentingnya dalam teks yang memang menggunakan bahasa sebagai alat penyamapaiannya. Selanjutnya, dalam menganalisis sebuah karya sastra dalam hal ini puisi, Peirce penggunaan dua aspek. Diantaranya; aspek sintaksis dan aspek semantis. (Okke. 2002: 124). Ketiga aspek tersebut selanjutnya langsung dapat dipahami melalalui analisis puisi BDO karangan Sitok Srengenge.



ANALISIS ASPEK SEMANTIS

Puisi BDO cukup pendek. Seluruh lariknya ditulis dalam bentuk bait yang disusun menjorok ke dalam pada setiap permulaan kalimat menyerupai ikon ombak. Ada tiga larik yang tersusun dalam satu baitnya dan puisi ini memiliki 4 bait. Jika dihitung jumlah kalimat secara keseluruhan, sebenarnya puisi BDO ini hanya memiliki 4 kalimat saja, meskipun setiap kalimat tidak diakhiri dengan tanda baca titik sebagai akhir kalimat. Hal inilah yang dapat melahirkan interpretasi yang luas untuk memaknai puisi ini. Kita katakan saja bahwa puisi ini memiliki 4 kalimat yang terdiri dalam 4 bait dan 3 larik dalam satu baitnya. Bait pertama yang berjumlah 3 larik diawali dengan kalimat Dengan ombak laut selalu berkata-kata, tapi tak terungkap yang terpendam di dalamnya, biarlah aku belajar menyimpan rahasia. Kalimat dalam bait pertama merupakan ujaran penutur (aku) yang seakan menekankan pada judul untuk mengajak kita belajar sesuatu pada ombak di laut yang memang seakan berkata pada perkataan tanpa bahasa. Gelagat ombak sebagi cerminan tidak semua kata harus diungkapkan, maka tokoh aku berpegangang pada kebisuan ombak sebagai inginya untuk belajar menyimpan rahasia (bahasa yang tak perlu diungkapkan). Sedangkan pada bait kedua, penutur seperti menggunakan kalimat langsung dengan kalimat Aku tahu, Sayangku, dan seterusnya. Ujaran dengan kalimat langsung seolah di mana si penutur sedang berdialog dengan lawan bicaranya (orang kedua) yang ia sebut dengan kata Sayangku. Begitu seterusnya, antara bait pertama dan ketiga penutur seperti berbicara dengan dirinya layaknya gumaman batin. Sementara bait kedua dan terakhir kembali kalimat langsung. Adapun dua jenis ryme (rima) yang terdapat dalam puisi BDO ini, setiap larik berbunyi a,a,a pada bait pertama, b,b,c pada bait kedua, lalu a,a,c pada bait ke tiga dan ditutup seperti bait pertama dengan a,a,a pada bait terakhir. Adalah gabungan antara rima lurus dan rima berkait kehadiran kedua jenis rima yaitu rima lurus yang hadir pada awal dan akhir bait, kemudian rima berkait pada bait kedua dan ketiga menunjukkan keunikan pada bentuk dalam puisi ini. Pada bait pertama dan terakhir seakan menggambarkan ombak, di mana air menghempas lurus ke pantai dan kembali menarik lurus ke laut. Sedangkan rima berkait b b c dan a a c seolah gulungan air yang membuih saling bertindih kemudian terhampar di tepi pantai.

ANALISIS ASPEK SEMANTIS
Bila kita melihat puisi BDO ini kita akan menemukan beberapa gambaran tentang laut yang hubungannya dengan manusia. Makna apakah yang tersirat di balik hubungan ini? Untuk menjawab pertanyaan ini alangkah baiknya terlebih dahulu dibahas isotopi-isotopi yang terdapat dalam puisi BDO ini. Yang dimaksud dengan isotopi di sini adalah wilayah makna yang terbuka yang terdapat di sepanjang wacana. Isotopi adalah suatu bagian dalam pemahaman yang memungkinkan pesan apapun untuk dipahami sebagai suatu perlambangan yang utuh. Karena itu, dalam isotopilah makna mencapai keutuhannya. Adapun dalam sajak BDO ini dapat di temukan beberapa isotopi yang diharapkan dapat mendukung perolehan makna yang diharapkan. Adapun isotopi itu adalah; isotopi alam, manusia, perasaan, sifat, perbuatan, waktu, tempat, dan penghubung.

Isotopi alam
Ombak Aromanya
Laut Pudar
Badai

Isitopi manusia
Berkata-kataTahu
Aku(3)Cinta(2)
Belajar(2)Kegetiran
MenyimpanIzinkan

Isotopi perasaan
Cinta(2x)
Kegetiran
Kesetiaan
Dusta
setia

Isotopi perbuatan
Berkata-kata Kesetiaan Setia
Belajar(2x) Izinkan
Cinta Terpendam
Dihempas Punyai
Terungkap Dusta
Isotopi waktu
Selalu

Isotopi tempat
Di dalamnya(2x)
Atas
Ada
Bagian
Di

Isotopi penghubung
Dengan
Tapi
Yang
Dan(2x)
Di(3x)
Jika

Di dalam analisis ini terdapat delapan kelompok isotopi yang mendukung delapan motif. Yang dimaksud dengan motif adalah unsur yang terus menerus diulang dan beberapa motif dapat mendukung kehadiran tema. (Okke. 2002: 124) Jika kita melihat kelompok motif tersebut di atas, dapat dilihat isotopi yang menonjol adalah isotopi perbuatan yang disususul dengan isotopi manusia dan alam. Menonjolnya isotopi perbuatan hal ini menunjukkan motif utama pada puisi ini adalah aktifitas pada beberapa sisi terutama mengenai kesetiaan manusia hendaklah mencontoh pada ombak, jika kita melihat isotopi selanjutnya yaitu manusia dan alam. Dengan demikian perbuatan mencontoh alam (dalam hal ini ombak di laut) adalah yang harus dilakukan oleh manusia dalam puisi ini. Artinya ombak dijelaskan sebagai metafora kehidupan. Kata belajar yang disebut sebanyak tiga kali kemudian kata setia dan kesetiaan, seakan memetafor pada ombak yang selalu setia pada laut meskipun dia pergi dihempas badai dia akan tetap kembali surut ke dalam laut tak pergi kemanapun.
Selanjutnya, kehadiran isotopi perasaan pada kosa kata cinta dan kegetiran, kemudian disusul kata kesetiaan dan dusta merupakan paradoks sifat dan perasaan manusia yang terkadang hadir dengan hampir tak dapat dibedakan rasanya. Meskipun demikian, seperti halnya ombak meskipun hanya buih yang mungkin telah tercampur dengan kotoran laut, dia tetap kapasitasnya menjadi bagian dari laut. Seperti halnya pasangan kata paradoks dalam puisi ini tidak dapat dielakkan bagi penutur sebagai bagian yang memang sudah ada dalam kehidupan umat manusia. Bahkan hal tersebut menjadi warna kontras yang justeru memperindah kehidupan ini.
Begitu juga pada kosa kata bunga yang hadir dalam isotopi alam tak hilang aromanya meskipun di hempas badai, seolah memaknai kata bunga sebagai metafor dari perasaan cinta. Tak hilang aromanya meskipun dihempas badai dimaknai sebagai cinta yang hadir dengan kekuatan rasanya (jika bunga aromanya) akan selalu senantiasa memegang kekuatannya tersebut meskipun berbagai cobaan (dalam hal ini digambarkan badai yang menghempas) yang menerpa cinta. Kemudian puisi ini diakhiri dengan kalimat izinkan aku belajar setia, menjadi sebuah permintaan sang tokoh yang bersikukuh pada kekuatan hatinya untuk selalu menjaga dan setia pada cintanya meskipun diterpa berbagai cobaan.

Adapun isotopi waktu yang pada puisi ini hanya memiliki satu kata yaitu selalu pada kalimat dengan ombak laut selalu berkata-kata memiliki makna durasi yang tidak pernah terputus bahwa laut tanpa ada ombak sebagai bagian dari dirinya, maka laut menjadi sama halnya dengan danau, rawa atau kolam. Kata ombak yang selalu digunakan laut untuk berkata-kata, pada bahasan ini laut sebagai personifikasi bagi manusia yang memiliki hati, pikiran dan lidah sebagai alat untuk merasa, memikirkan, dan mengkomunikasikan rasa dan pikirannya dalam kata-kata melalui lidahnya. Sebagian isi laut yang dibawa melalui ombak dan diperlihatkan di tepi pantai seakan menjadi personifikasi manusia untuk mengungkapkan sebagian yang perlu diungkapkan dan menyimpannya sebagian sebagai rahasia.
Kehadiran isotopi tempat dan penghubung berfungsi sebagai penguat dari kalimat-kalimat yang hadir dalam puisi ini. Kata di dalamnya, atas, ada dan bagian dalam kalimat-kalimat yang hadir pada puisi ini menunjukkan penegasan dari lokasi kehadiran perasaan maupun benda yang ditulis dalam puisi ini. Kalimat di dalam cinta, misalnya. Menegasakan tentang sesuatu yang berkaitan dengan cinta yang hadir dan benar-benar menyatu kehadirannya dalam perasaan cinta itu. Lalu kata atas, ada dan bagian hal yang menunjukkan unsur-unsur yang hadir pada setiap objeknya.

Begitu juga dengan kosa kata yang hadir dalam isotopi penghubung diantaranya dengan, tapi, yang, dan, di dan jika adalah unsur-unsur yang digunakan untuk memperjelas bagian-bagian kata yang digunakan dalam puisi BDO ini agar dapat dipahami dan komunikatif. Dukungan kata-kata penghubung juga memperjelas situasi dan keadaan kata pada kalimat. Seperti pada kalimat yang dihadirkan di bait ke tiga Di dalam cinta ada kesetiaan dan dusta, kedua penghubung di dan dan menjadi penting kehadirannya sebagai penegas dari kalimat yang ada. Kalimat di dalam cinta menegaskan isi yang terkandung dalam perasaan cinta. Sedangkan kata kesetiaan dan dusta, penghubung dan hadir sebagai pemisah dari dua kosa kata yang bermakna paradoks tersebut, namun dalam eksistensinya tetap menjadi bagian dari cinta. Karena penghubung dan membawa kehadiran dua perasaan yang paradoks tadi dalam satu waktu dan tempat.
KESIMPULAN

Akhirnya, berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulakan bahwa ombak adalah metafor dari kehidupan yang dijalani manusia. Hal tersebut dapat disebut sebagai tema pertama. Kemudian telah dijelaskan pula aktifitas alam dalam hal ini ombak di laut, menyiratkan aktifitas tokoh yang ingin menirunya dan menjadikan ombak tersebut sebagai simbol kesetiaan, rahasia dan bahkan kegetiran. Adapun isotopi perbuatan yang hadir dominan dalam karya ini menunjukkan bahwa aktifitas alam menjadi sama halnya dengan aktifitas manusia. Hal ini seakan menyiratkan bahwa segala mahluk hidup yang ada di dunia ini termasuk manusia juga memiliki aktifitas yang boleh dikatakan sama yaitu dengan menggunakan perasaan, akal (insting pada hewan) dan juga kegiatan yang sesuai dengan caranya masing-masing. Aktifitas alam juga dapat dijadikan cerminan bagi kehidupan manusia, di mana mereka dengan kepasrahannya tunduk pada aturan dan takdir yang telah dituliskan pada alam.
















LAMPIRAN
Puisi karya Sitok Srengenge

BELAJAR DARI OMBAK
Dengan ombak laut selalu berkata-kata
Tapi tak terungkap yang terpendam di dalamnya
__ biarlah aku belajar menyimpan rahasia
Aku tahu, Sayangku
dua hal yang kau punya atas diriku:
cinta dan kegetiran
Di dalam cinta
ada kesetiaan dan dusta
keduanya menjadi bagian kehidupan
Sayangku, jika ada bunga
dihempas badai tak pudar aromanya
___ izinkan aku belajar setia Selengkapnya...

perilaku kolektif dan gerakan sosial

Diposkan oleh azmi muharam Rabu, Desember 10, 2008
PERILAKU KOLEKTIF DAN GERAKAN SOSIAL
PERILAKU KOLEKTIF
Pada umumnya warga masyarakat cenderung berperilaku dengan berpedoman pada institusi yang ada dalam masyarakat. Perilaku di pasar dituntun oleh institusi di bidang ekonomi, perilaku di tempat ibadah dituntun oleh institusi di bidang agama, perilaku di forum atau di mimbar organisasi politik mengacu pada institusi di bidang politik, perilaku di ruang kuliah mengacu pada institusi di bidang pendidikan, perilaku pada upacara penyerahan maskawin dipengaruhi oleh institusi di bidang keluarga. Namun pada kenyataannya kadang kala sejumlah warga masyarakat secara berkelompok ataupun berkerumun menampilkan perilaku yang tidak berpedoman pada institusi yang ada.
Definisi perilaku kolektif seperti ditulis Yusron Razak (editor) dalam Sosiologi Sebuah Pengantar adalah sebagai berikut, Horton dan Hunt berpendapat bahwa perilaku kolektif ialah mobilisasi berlandaskan pandangan yang mendefinisikan kembali tindakan sosial, menurut Milgran dan Touch ialah suatu perilaku yang lahir secara spontan, relatif, tidak terorganisasi serta hampir tidak bisa diduga sebelumnya, proses kelanjutannya tidak terencana dan hanya tergantung pada stimulasi timbal balik yang muncul dikalangan para pelakunya, dan senada pula dengan pendapat Robetson . Dapat kami simpulkan dari definisi-definisi tersebut bahwa perilaku kolektif adalah perilaku yang (1) dilakukan bersama oleh sejumlah orang (2) bersifat spontanitas dan tidak terstruktur (3) tidak bersifat rutin, dan (4) merupakan tanggapan terhadap rangsangan tertentu.
Perilaku kolektif merupakan perilaku menyimpang namun berbeda dengan perilaku menyimpang karena perilaku kolektif merupakan tindakan bersama oleh sejumlah besar orang, bukan tindakan individu semata-mata. Bila seseorang melakukan pencurian di suatu toko, maka hal ini termasuk suatu perilaku menyimpang, namun bila sejumlah besar orang secara bersama-sama menyerbu toko-toko dan pusat-pusat perdagangan untuk melakukan pencurian atau penjarahan (sebagaimana di sejumah kota di Pulau Jawa pada tahun 1998 dan 1999), maka hal ini termasuk suatu perilaku kolektif. Perilaku kolektif meliputi perilaku kerumunan (crowd) dan gerakan sosial (civil society). Rangsangan yang memicu terjadinya perilaku kolektif bisa bersifat benda, peristiwa maupun ide. Selengkapnya...

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester : X / 1
Pertemuan : 4 kali pertemuan
Alokasi Waktu : 8 X 45 menit

Standar Kompetensi
1. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

Kompetensi Dasar
1.1. Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**).

Indikator
1. Melakukan latihan teknik dasar mengumpan, mengontrol dan menggiring bola berpasangan dan berkelompok dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik.
2. Melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar menendang, mengontrol, dan menggiring bola berpasangan dan berkelompok menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik.
3. Bermain sepakbola dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, toleransi, memecahkan masalah, menghargai teman, dan keberanian.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat melakukan latihan teknik dasar mengumpan, mengontrol dan menggiring bola berpasangan dan berkelompok dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik.
2. Siswa dapat melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar menendang, mengontrol, dan menggiring bola berpasangan dan berkelompok menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik.
3. Siswa dapat bermain sepakbola dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, toleransi, memecahkan masalah, menghargai teman, dan keberanian.

B. Materi Pembelajaran
Permainan Sepakbola
1. Teknik dasar mengumpan, mengontrol dan menggiring bola berpasangan dan berkelompok dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik.
2. Latihan variasi dan kombinasi teknik dasar menendang, mengontrol, dan menggiring bola berpasangan dan berkelompok menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik.
3. Bermain sepakbola dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi.

C. Metode Pembelajaran
1. Demontrasi
2. Inclusive (cakupan)
3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole)
4. Permainan (game)
5. Saling menilai sesama teman (Resiprocal)

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan ke 1 sampai 3
1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
• Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran.
• Pemanasan secara umum
• Berlari mengelilingi lapangan sepakbola
• Pemanasan khusus sepakbola dalam bentuk permainan

2. Kegiatan Inti (60 menit)
• Penjelasan cara melakukan latihan teknik dasar mengumpan, mengontrol dan menggiring bola berpasangan dan berkelompok dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik.
• Melakukan latihan teknik dasar mengumpan, mengontrol dan menggiring bola berpasangan dan berkelompok dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik.
• Penjelasan cara melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar menendang, mengontrol, dan menggiring bola berpasangan dan berkelompok menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik.
• Melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar menendang, mengontrol, dan menggiring bola berpasangan dan berkelompok menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik.
• Bermain sepakbola dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok (jumlah pemain, lapangan permainan, dan peraturan permainan dimodifikasi).


3. Kegiatan Penutup (15 menit)
• Pendinginan (colling down)
• Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari
• Berbaris dan berdoa

Pertemuan 4
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
• Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi.
• Pemanasan secara umum
• Berlari mengelilingi lapangan sepakbola

2. Kegiatan Inti (70 menit)
Uji kompetensi permainan sepakbola yang terdiri dari :
• Uji kompetensi menendang dan mengontrol bolasepak
• Uji kompetensi menggiring bolasepak
• Uji kompetensi variasi dan kombinasi teknik dasar permainan sepakbola


3. Kegiatan Penutup (10 menit)
• Pendinginan (colling down)
• Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari
• Berbaris dan berdoa

E. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat Pembelajaran :
• Bola sepak atau sejenisnya
• Lapangan permainan sepakbola atau lapangan sejenisnya
• Tiang gawang
• Tiang pancang atau sejenisnya
• Peluit

2. Sumber Pembelajaran
• Media cetak
o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga.
o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
o Buku permainan sepakbola

• Media elektronik
o Audio/video visual teknik dasar permainan sepakbola
o Rekaman/cuplikan pertandingan sepakbola (liga sepakbola)

F. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Penilaian
a. Tes Keterampilan (Psikomotor)
Lakukan teknik dasar menendang, menahan/mengontrol bola dan menggiring bolasepak, unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk/prestasi).

• Contoh penilaian proses teknik dasar permainan sepakbola (Penilaian keterampilan kecabangan)

No Nama Siswa Mengumpan Mengontrol Menggiring Jml Nilai Proses Nilai Produk Nilai Akhir
1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ
1.
2.
3.
4.
5.
dsb

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal


• Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (Menendang dan menahan bola ke sasaran tembok) selama 30 detik.

Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai
Putera Puteri
…… > 20 kali …… > 16 kali 100% Sangat Baik
16 – 19 kali 13 – 15 kali 90% Baik
12 – 15 kali 9 – 12 kali 80% Cukup
8 – 11 kali 6 – 8 kali 70% Kurang
……. < 8 kali ……. < 6 kali 60% Kurang Sekali • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (Menggiring bola) melewati rintangan selama 30 detik. Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri …… > 20 kali …… > 15 kali 100% Sangat Baik
16 – 19 kali 12 – 14 kali 90% Baik
11 – 14 kali 8 – 11 kali 80% Cukup
7 – 10 kali 5 – 7 kali 70% Kurang
……. < 7 kali ……. < 5 kali 60% Kurang Sekali b. Tes Sikap (Afektif) Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors) Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas. No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal c. Tes Pengetahuan (Kognitif) Contoh format penilaian pembelajaran teknik dasar permainan sepakbola dengan metode resiprokal : No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 20 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal Contoh Butir Pertanyaan No Butir Pertanyaan 1. Sebutkan teknik-teknik menendang bola permainan sepakbola! 2. Jelaskan yang dimaksuk dengan off-side permainan sepakbola! 3. Jelaskan cara melakukan menendang bola! 4. Jelaskan cara melakukan menggiring bola! 5. Jelaskan cara melakukan menggiring, mengontrol dan mengumpan bola! 2. Rekapitulasi Penilaian No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria Psikomotor Afektif Kognitif 1. 2. 3. 4. 5. NIlai Rata-rata Jumlah skor yang diperoleh Nilai Akhir (NA) = ----------------------------------------- Tiga Aspek Penilaian Keterangan : • Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100% • Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90% • Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79% • Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69% • Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60% Mengetahui, Kepala Sekolah GEGER, …………………………… Guru Mata Pelajaran Drs. H. AGUS PURWANTO,M.Pd. NIP. 131 466 668 Drs. SUGIJANTO NIP. 131 783 838 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : X / 1 Pertemuan : 4 kali pertemuan Alokasi Waktu : 8 X 45 menit Standar Kompetensi 1. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Kompetensi Dasar 1.1. Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**). Indikator 1. Melakukan latihan teknik dasar passing bawah, passing atas, servis dan smash (berpasangan dan berkelompok) dengan menggunakan dengan koordinasi yang baik. 2. Melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar passing bawah, passing atas, servis dan smash (berpasangan dan berkelompok) dengan menggunakan dengan koordinasi yang baik. 3. Bermain bolavoli dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, toleransi, memecahkan masalah, menghargai teman, dan keberanian. A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat melakukan latihan teknik dasar passing bawah, passing atas, servis dan smash (berpasangan dan berkelompok) dengan menggunakan dengan koordinasi yang baik. 2. Siswa dapat melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar passing bawah, passing atas, servis dan smash (berpasangan dan berkelompok) dengan menggunakan dengan koordinasi yang baik. 3. Siswa dapat bermain bolavoli dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, toleransi, memecahkan masalah, menghargai teman, dan keberanian. B. Materi Pembelajaran Permainan Bolavoli 1. Teknik dasar passing bawah, passing atas, servis dan smash (berpasangan dan berkelompok) dengan menggunakan dengan koordinasi yang baik. 2. Variasi dan kombinasi teknik dasar passing bawah, passing atas, servis dan smash (berpasangan dan berkelompok) dengan menggunakan dengan koordinasi yang baik. 3. Bermain bolavoli dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi. C. Metode Pembelajaran 1. Demontrasi 2. Inclusive (cakupan) 3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole) 4. Permainan (game) 5. Saling menilai sesama teman (Resiprocal) D. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan ke 1 sampai 3 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan bolavoli • Pemanasan khusus bolavoli dalam bentuk permainan 2. Kegiatan Inti (60 menit) • Penjelasan cara melakukan latihan teknik dasar passing bawah, passing atas, servis dan smash (berpasangan dan berkelompok) dengan menggunakan dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan latihan teknik dasar passing bawah, passing atas, servis dan smash (berpasangan dan berkelompok) dengan menggunakan dengan koordinasi yang baik. • Penjelasan cara melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar passing bawah, passing atas, servis dan smash (berpasangan dan berkelompok) dengan menggunakan dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar passing bawah, passing atas, servis dan smash (berpasangan dan berkelompok) dengan menggunakan dengan koordinasi yang baik. • Bermain bolavoli dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok (jumlah pemain, lapangan permainan, dan peraturan permainan dimodifikasi). 3. Kegiatan Penutup (15 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa Pertemuan 4 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan bolavoli 2. Kegiatan Inti (70 menit) Uji kompetensi permainan bolavoli yang terdiri dari : • Uji kompetensi passing permainan bolavoli • Uji kompetensi servis permainan bolavoli • Uji kompetensi smash tanpa awalan permainan bolavoli • Uji kompetensi variasi dan kombinasi teknik dasar permainan bolavoli 3. Kegiatan Penutup (10 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa E. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat Pembelajaran : • Bola voli atau sejenisnya • Lapangan permainan bolavoli atau lapangan sejenisnya • Net/jaring bolavoli • Peluit 2. Sumber Pembelajaran : • Media cetak o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga. o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan o Buku permainan bolavoli • Media elektronik o Audio/video visual teknik dasar permainan bolavoli o Rekaman/cuplikan pertandingan bolavoli (liga bolavoli) F. Penilaian 1. Teknik dan Bentuk Penilaian a. Tes Keterampilan (Psikomotor) Lakukan teknik dasar passing, servis dan smash, unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk/prestasi). • Contoh penilaian proses teknik dasar permainan bolavoli (Penilaian keterampilan kecabangan) No Nama Siswa Passing Servis Smash Jml Nilai Proses Nilai Produk Nilai Akhir 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1. 2. 3. 4. 5. dsb JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (passing bawah dan passing atas) bola dilambungkan sendiri oleh tester/siswa) selama 30 detik. Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri …… > 30 kali …… > 25 kali 100% Sangat Baik
22 – 29 kali 18 – 24 kali 90% Baik
14 – 21 kali 13 – 17 kali 80% Cukup
7 – 13 kali 6 – 12 kali 70% Kurang
……. < 7 kali ……. < 6 kali 60% Kurang Sekali • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (servis bawah) melewati net/jaring sebanyak 6 kali servis bawah (Skor maksimal 6 X 5 = 30). Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri …… > 25 angka …… > 20 angka 100% Sangat Baik
18 – 24 angka 15 – 19 angka 90% Baik
13 – 17 angka 12 – 16 angka 80% Cukup
8 – 12 angka 7 – 11 angka 70% Kurang
……. < 8 angka ……. < 7 angka 60% Kurang Sekali • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (Smash) melewati net/jaring sebanyak 6 kali smash (Skor maksimal 6 X 5 = 30). Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri …… > 25 angka …… > 20 angka 100% Sangat Baik
20 – 24 angka 15 – 19 angka 90% Baik
15 – 19 angka 10 – 14 angka 80% Cukup
10 – 14 angka 7 – 9 angka 70% Kurang
……. < 10 angka ……. < 7 angka 60% Kurang Sekali b. Tes Sikap (Afektif) Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors) Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas. No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal c. Tes Pengetahuan (Kognitif) Contoh format penilaian pembelajaran teknik dasar permainan bolavoli dengan metode resiprokal : No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 20 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal Contoh Butir Pertanyaan No Butir Pertanyaan 1. Sebutkan macam-macam teknik permainan bolavoli! 2. Jelaskan tujuan permainan bolavoli! 3. Jelaskan cara melakukan passing bawah permainan bolavoli! 4. Jelaskan cara melakukan passing atas permainan bolavoli! 5. Jelaskan cara melakukan servis atas permainan bolavoli! 2. Rekapitulasi Penilaian No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria Psikomotor Afektif Kognitif 1. 2. 3. NIlai Rata-rata Jumlah skor yang diperoleh Nilai Akhir (NA) = ----------------------------------------- Tiga Aspek Penilaian Keterangan : • Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100% • Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90% • Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79% • Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69% • Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60% Mengetahui, Kepala Sekolah GEGER,..…………………………… Guru Mata Pelajaran Drs. H. AGUS PURWANTO,M.Pd. NIP. 131 466 668 Drs. SUGIJANTO NIP. 131 783 838 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : X / 1 Pertemuan : 4 kali pertemuan Alokasi Waktu : 8 X 45 menit Standar Kompetensi 1. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Kompetensi Dasar 1.1. Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**). Indikator 1. Melakukan latihan teknik dasar melempar, menangkap, menggiring dan menembak bola (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar melempar, menangkap, menggiring dan menembak bola (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Bermain bolabasket dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, toleransi, memecahkan masalah, menghargai teman, dan keberanian. A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat melakukan latihan teknik dasar melempar, menangkap, menggiring dan menembak bola (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Siswa dapat melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar melempar, menangkap, menggiring dan menembak bola (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Siswa dapat bermain bolabasket dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, toleransi, memecahkan masalah, menghargai teman, dan keberanian. B. Materi Pembelajaran Permainan Bolabasket 1. Teknik dasar melempar, menangkap, menggiring dan menembak bola (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Variasi dan kombinasi teknik dasar melempar, menangkap, menggiring dan menembak bola (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Bermain bolabasket dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi. C. Metode Pembelajaran 1. Demontrasi 2. Inclusive (cakupan) 3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole) 4. Permainan (game) 5. Saling menilai sesama teman (Resiprocal) D. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan ke 1 sampai 3 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan bolabasket • Pemanasan khusus bolabasket dalam bentuk permainan 2. Kegiatan Inti (60 menit) • Penjelasan cara melakukan latihan teknik dasar melempar, menangkap, menggiring dan menembak bola (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan teknik dasar melempar, menangkap, menggiring dan menembak bola (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Penjelasan cara melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar melempar, menangkap, menggiring dan menembak bola (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar melempar, menangkap, menggiring dan menembak bola (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Bermain bolabasket dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok (jumlah pemain, lapangan permainan, dan peraturan permainan dimodifikasi). 3. Kegiatan Penutup (15 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa Pertemuan 4 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan bolabasket 2. Kegiatan Inti (70 menit) Uji kompetensi permainan bolabasket yang terdiri dari : • Uji kompetensi melempar dan menangkap bolabasket • Uji kompetensi menggiring bolabasket • Uji kompetensi menembak bolabasket ke ring • Uji kompetensi variasi dan kombinasi teknik dasar permainan bolabasket 3. Kegiatan Penutup (10 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa E. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat Pembelajaran : • Bola basket atau sejenisnya • Lapangan permainan bolabasket atau lapangan sejenisnya • Ring basket • Peluit 2. Sumber Pembelajaran : • Media cetak o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga. o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan o Buku permainan bolabasket • Media elektronik o Audio/video visual teknik dasar permainan bolabasket o Rekaman/cuplikan pertandingan bolavoli (Liga bolabasket) F. Penilaian 1. Teknik dan Bentuk Penilaian a. Tes Keterampilan (Psikomotor) Lakukan teknik dasar melempar, menangkap, menggiring, dan menembak bola ke ring basket, unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan dan kecepatan melakukan gerakan (penilaian produk/prestasi). • Contoh penilaian proses teknik dasar permainan bolabasket (Penilaian keterampilan kecabangan) No Nama Siswa Lempar tangkap Menggiring Menembak Jml Nilai Proses Nilai Produk Nilai Akhir 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1. 2. 3. 4. 5. dsb JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (melempar dan menangkap bolabasket) bola dilempar dan ditangkap ke arah sasaran dinding selama 30 detik. Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri ……. > 30 kali ……. > 25 kali 100% Sangat Baik
25 – 29 kali 20 – 24 kali 90% Baik
20 – 24 kali 15 – 19 kali 80% Cukup
15 – 19 kali 10 – 14 kali 70% Kurang
…… < 15 kali …… < 10 kali 60% Kurang Sekali • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (menggiring bola) melewati rintangan selama 30 detik. Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri ……. > 15 rintangan ……. > 12 rintangan 100% Sangat Baik
12 – 14 rintangan 10 – 12 rintangan 90% Baik
9 – 11 rintangan 7 – 9 rintangan 80% Cukup
6 – 8 rintangan 4 – 6 rintangan 70% Kurang
…… < 6 rintangan …… < 4 rintangan 60% Kurang Sekali • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (Menembak ke ring basket) selama 30 detik. Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri ……. > 17 masuk ……. > 15 masuk 100% Sangat Baik
14 – 16 masuk 12 – 14 masuk 90% Baik
11 – 13 masuk 9 – 11 masuk 80% Cukup
8 – 10 masuk 6 – 8 masuk 70% Kurang
…… < 8 masuk …… < 6 masuk 60% Kurang Sekali b. Tes Sikap (Afektif) Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors) Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas. No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal c. Tes Pengetahuan (Kognitif) Contoh format penilaian pembelajaran teknik dasar permainan bolabasket dengan metode resiprokal : No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 20 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal Contoh Butir Pertanyaan No Butir Pertanyaan 1. Sebutkan macam-macam teknik permainan bolabasket! 2. Jelaskan cara melempar bola permainan bolabasket! 3. Jelaskan cara menangkap bola permainan bolabasket! 4. Jelaskan cara menggiring bola permainan bolabasket! 5. Jelaskan cara bermain bolabasket! 2. Rekapitulasi Penilaian No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria Psikomotor Afektif Kognitif 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. NIlai Rata-rata Jumlah skor yang diperoleh Nilai Akhir (NA) = ----------------------------------------- Tiga Aspek Penilaian Keterangan : • Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100% • Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90% • Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79% • Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69% • Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60% Mengetahui, Kepala Sekolah GEGER,…………………………… Guru Mata Pelajaran Drs. H. AGUS PURWANTO,M.Pd. NIP. 131 466 668 Drs. SUGIJANTO NIP. 131 783 838 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : X / 1 Pertemuan : 2 kali pertemuan Alokasi Waktu : 4 X 45 menit Standar Kompetensi 1. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Kompetensi Dasar 1.2. Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola kecil dengan menggunakan alat dan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**). Indikator 1. Melakukan teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis bulutangkis (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis bulutangkis (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Bermain bulutangkis dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan. A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat melakukan teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis bulutangkis (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Siswa dapat melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis bulutangkis (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Siswa dapat bermain bulutangkis dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan. B. Materi Pembelajaran Permainan Bulutangkis 1. Teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis bulutangkis (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Variasi dan kombinasi teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis bulutangkis (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Bermain bulutangkis dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi. C. Metode Pembelajaran 1. Demontrasi 2. Inclusive (cakupan) 3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole) 4. Permainan (game) 5. Saling menilai sesama teman (Resiprocal) D. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan ke 1 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan bulutangkis • Pemanasan khusus bulutangkis dalam bentuk permainan 2. Kegiatan Inti (60 menit) • Penjelasan cara melakukan latihan teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis bulutangkis (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis bulutangkis (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Penjelasan cara melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis bulutangkis (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis bulutangkis (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Bermain bulutangkis dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok (jumlah pemain, lapangan permainan, dan peraturan permainan dimodifikasi). 3. Kegiatan Penutup (15 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa Pertemuan 2 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan bulutangkis 2. Kegiatan Inti (70 menit) Uji kompetensi permainan bulutangkis yang terdiri dari : • Uji kompetensi memukul shuttlecock forehand dan backhand bulutangkis • Uji kompetensi servis forehand dan backhand bulutangkis • Uji kompetensi variasi dan kombinasi teknik dasar permainan bulutangkis 3. Kegiatan Penutup (10 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa E. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat Pembelajaran : • Raket • Shuttlecock • Lapangan permainan bulutangkis atau lapangan sejenisnya • Net/jaring bulutangkis • Peluit 2. Sumber Pembelajaran : • Media cetak o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga. o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan o Buku permainan bulutangkis • Media elektronik o Audio/video visual teknik dasar permainan bulutangkis o Rekaman/cuplikan pertandingan bulutangkis F. Penilaian 1. Teknik dan Bentuk Penilaian a. Tes Keterampilan (Psikomotor) Lakukan teknik dasar memukul forehand, memukul backhand dan servis, unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan dan kecepatan melakukan gerakan (penilaian produk/prestasi). • Contoh penilaian proses teknik dasar permainan bulutangkis (Penilaian keterampilan kecabangan) No Nama Siswa Pukulan forehand Pukulan backhand Servis Jml Nilai Proses Nilai Produk Nilai Akhir 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1. 2. 3. 4. 5. dsb JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (pukulan forehand dan backhand) Shuttlecock dipukulkan ke tembok/dinding selama 30 detik. Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri …… > 30 kali …… > 25 kali 100% Sangat Baik
25 – 29 kali 20 – 24 kali 90% Baik
20 – 24 kali 15 – 19 kali 80% Cukup
15 – 19 kali 10 – 14 kali 70% Kurang
…… < 15 kali …… < 10 kali 60% Kurang Sekali • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (servis) melewati net/jaring sebanyak 20 kali servis (Skor maksimal 20 X 5 = 100). Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri …… > Angka 90 …… > Angka 80 100% Sangat Baik
Angka 80 – 89 Angka 70 – 79 90% Baik
Angka 70 – 79 Angka 60 – 69 80% Cukup
Angka 60 – 69 Angka 50 – 59 70% Kurang
…… < Angka 60 …… < Angka 50 60% Kurang Sekali b. Tes Sikap (Afektif) Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors) Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas. No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal c. Tes Pengetahuan (Kognitif) Contoh format penilaian pembelajaran teknik dasar permainan bulutangkis dengan metode resiprokal : No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 20 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal Contoh Butir Pertanyaan No Butir Pertanyaan 1. Sebutkan macam-macam teknik dasar servis permainan bulutangkis! 2. Jelaskan cara memegang raket bulutangkis! 3. Jelaskan cara melakukan pukulan forehand permainan bulutangkis! 4. Jelaskan cara melakukan pukulan backhand permainan bulutangkis! 5. Jelaskan cara melakukan pukulan servis permainan bulutangkis! 2. Rekapitulasi Penilaian No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria Psikomotor Afektif Kognitif 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. NIlai Rata-rata Jumlah skor yang diperoleh Nilai Akhir (NA) = ----------------------------------------- Tiga Aspek Penilaian Keterangan : • Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100% • Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90% • Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79% • Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69% • Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60% Mengetahui, Kepala Sekolah GEGER,...………………………… Guru Mata Pelajaran Drs. H. AGUS PURWANTO,M.Pd. NIP. 131 466 668 Drs. SUGIJANTO NIP. 131 783 838 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : X / 1 Pertemuan : 3 kali pertemuan Alokasi Waktu : 6 X 45 menit Standar Kompetensi 1. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Kompetensi Dasar 1.2. Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola kecil dengan menggunakan alat dan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**). Indikator 1. Melakukan teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola softball (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola softball (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Bermain softball dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan. A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat melakukan teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola softball (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Siswa dapat melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola softball (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Siswa dapat bermain softball dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan. B. Materi Pembelajaran Permainan Softball 1. Teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola softball (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Variasi dan kombinasi teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola softball (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Bermain softball dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi. C. Metode Pembelajaran 1. Demontrasi 2. Inclusive (cakupan) 3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole) 4. Permainan (game) 5. Saling menilai sesama teman (Resiprocal) D. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan ke 1 dan 2 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan softball • Pemanasan khusus softball dalam bentuk permainan 2. Kegiatan Inti (60 menit) • Penjelasan cara melakukan latihan teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola softball (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola softball (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Penjelasan cara melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola softball (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola softball (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Bermain softball dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok (jumlah pemain, lapangan permainan, dan peraturan permainan dimodifikasi). 3. Kegiatan Penutup (15 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa Pertemuan 3 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan softball 2. Kegiatan Inti (70 menit) Uji kompetensi permainan softball yang terdiri dari : • Uji kompetensi melempar dan menangkap bola softball • Uji kompetensi memukul bola softball • Uji kompetensi variasi dan kombinasi teknik dasar permainan softball 3. Kegiatan Penutup (10 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa E. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat Pembelajaran : • Glove atau sejenisnya • Bola softball • Stik/pemukul softball • Lapangan permainan softball atau lapangan sejenisnya • Peluit 2. Sumber Pembelajaran : • Media cetak o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga. o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan o Buku permainan softball • Media elektronik o Audio/video visual teknik dasar permainan softball o Rekaman/cuplikan pertandingan softball F. Penilaian 1. Teknik dan Bentuk Penilaian a. Tes Keterampilan (Psikomotor) Lakukan teknik dasar melempar, menangkap dan memukul bola softball, unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan dan kecepatan melakukan gerakan (penilaian produk/prestasi). • Contoh penilaian proses teknik dasar permainan softball (Penilaian keterampilan kecabangan) No Nama Siswa Melempar Menangkap Memukul Jml Nilai Proses Nilai Produk Nilai Akhir 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1. 2. 3. 4. 5. dsb JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (melempar dan menangkap bola) bola dilemparkan ke tembok/dinding selama 30 detik. Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri ……. > 30 kali ……. > 25 kali 100% Sangat Baik
25 – 29 kali 20 – 24 kali 90% Baik
20 – 24 kali 15 – 19 kali 80% Cukup
15 – 19 kali 10 – 14 kali 70% Kurang
…… < 15 kali …… < 10 kali 60% Kurang Sekali • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (memukul) bola sebanyak 10 kali pukulan (Skor maksimal 10 X 5 = 50). Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri ……. > Angka 40 ……. > Angka 30 100% Sangat Baik
Angka 30 – 39 Angka 25 – 29 90% Baik
Angka 20 – 29 Angka 10 – 24 80% Cukup
Angka 10 – 19 Angka 6 – 9 70% Kurang
……. < Angka 10 ……. < Angka 6 60% Kurang Sekali b. Tes Sikap (Afektif) Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors) Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas. No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal c. Tes Pengetahuan (Kognitif) Contoh format penilaian pembelajaran teknik dasar permainan softball dengan metode resiprokal: No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 20 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal Contoh Butir Pertanyaan No Butir Pertanyaan 1. Sebutkan macam-macam teknik permainan softball! 2. Jelaskan cara memegang bola permainan softball! 3. Jelaskan cara melempar bola permainan softball! 4. Jelaskan cara menangkap bola permainan softball! 5. Jelaskan cara bermain softball! 2. Rekapitulasi Penilaian No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria Psikomotor Afektif Kognitif 1. 2. 3. NIlai Rata-rata Jumlah skor yang diperoleh Nilai Akhir (NA) = ----------------------------------------- Tiga Aspek Penilaian Keterangan : • Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100% • Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90% • Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79% • Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69% • Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60% Mengetahui, Kepala Sekolah GEGER,...………………………… Guru Mata Pelajaran Drs. H. AGUS PURWANTO,M.Pd. NIP. 131 466 668 Drs. SUGIJANTO NIP. 131 783 838 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : X / 1 Pertemuan : 2 kali pertemuan Alokasi Waktu : 4 X 45 menit Standar Kompetensi 1. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Kompetensi Dasar 1.2. Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola kecil dengan menggunakan alat dan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**). Indikator 1. Melakukan teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis tenis meja (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis tenis meja (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Bermain tenis meja dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan. A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat melakukan teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis tenis meja (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Siswa dapat melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis tenis meja (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Siswa dapat bermain tenis meja dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan. B. Materi Pembelajaran Permainan Tenis meja 1. Teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis tenis meja (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Variasi dan kombinasi teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis tenis meja (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Bermain tenis meja dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi. C. Metode Pembelajaran 1. Demontrasi 2. Inclusive (cakupan) 3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole) 4. Permainan (game) 5. Saling menilai sesama teman (Resiprocal) D. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan ke 1 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan tenis meja • Pemanasan khusus tenis meja dalam bentuk permainan 2. Kegiatan Inti (60 menit) • Penjelasan cara melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis tenis meja dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar memukul forehand, memukul backhand, dan servis tenis meja dengan koordinasi yang baik (berpasangan maupun berkelompok). • Bermain tenis meja dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok (jumlah pemain, lapangan permainan, dan peraturan permainan dimodifikasi). 3. Kegiatan Penutup (15 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa Pertemuan 2 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan tenis meja 2. Kegiatan Inti (70 menit) Uji kompetensi permainan tenis meja yang terdiri dari : • Uji kompetensi memukul forehand dan backhand tenis meja • Uji kompetensi servis forehand dan backhand tenis meja • Uji kompetensi variasi dan kombinasi teknik dasar permainan tenis meja 3. Kegiatan Penutup (10 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa E. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat Pembelajaran : • Bat/pemukul • Bola pingpong • Lapangan permainan tenis meja atau lapangan sejenisnya • Net/jaring tenis meja • Peluit 2. Sumber Pembelajaran : • Media cetak o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga. o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan o Buku permainan tenis meja • Media elektronik o Audio/video visual teknik dasar permainan tenis meja o Rekaman/cuplikan pertandingan tenis meja F. Penilaian 1. Teknik dan Bentuk Penilaian a. Tes Keterampilan (Psikomotor) Lakukan teknik dasar memukul forehand, memukul backhand dan servis, unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan dan kecepatan melakukan gerakan (penilaian produk/prestasi). • Contoh penilaian proses teknik dasar permainan tenis meja (Penilaian keterampilan kecabangan) No Nama Siswa Pukulan forehand Pukulan backhand Servis Jml Nilai Proses Nilai Produk Nilai Akhir 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 4. 5. JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (pukulan forehand dan backhand) bola dipukulkan ke papan/dinding selama 30 detik. Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri …… > 30 kali …… > 25 kali 100% Sangat Baik
25 – 29 kali 20 – 24 kali 90% Baik
20 – 24 kali 15 – 19 kali 80% Cukup
15 – 19 kali 10 – 14 kali 70% Kurang
…… < 15 kali …… < 10 kali 60% Kurang Sekali • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (servis) melewati net/jaring sebanyak 20 kali servis (Skor maksimal 10 X 5 = 50). Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri …… > Angka 40 …… > Angka 30 100% Sangat Baik
Angka 30 – 39 Angka 22 – 29 90% Baik
Angka 20 – 29 Angka 15 – 21 80% Cukup
Angka 10 – 19 Angka 8 – 14 70% Kurang
…… < Angka 10 …… < Angka 8 60% Kurang Sekali b. Tes Sikap (Afektif) Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors) Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas. No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal c. Tes Pengetahuan (Kognitif) Contoh format penilaian pembelajaran teknik dasar permainan tenis meja dengan metode resiprokal : No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 20 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal Contoh Butir Pertanyaan No Butir Pertanyaan 1. Sebutkan macam-macam teknik dasar permainan tenis meja! 2. Sebutkan macam-macam teknik dasar pukulan permainan tenis meja! 3. Jelaskan cara melakukan pukulan push permainan tenis meja! 4. Jelaskan cara melakukan pukulan drive permainan tenis meja! 5. Jelaskan cara melakukan pukulan chop permainan tenis meja! 2. Rekapitulasi Penilaian No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria Psikomotor Afektif Kognitif 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. NIlai Rata-rata Jumlah skor yang diperoleh Nilai Akhir (NA) = ----------------------------------------- Tiga Aspek Penilaian Keterangan : • Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100% • Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90% • Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79% • Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69% • Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60% Mengetahui, Kepala Sekolah GEGER,....………………………… Guru Mata Pelajaran Drs. H. AGUS PURWANTO,M.Pd. NIP. 131 466 668 Drs. SUGIJANTO NIP. 131 783 838 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : X / 1 Pertemuan : 2 kali pertemuan Alokasi Waktu : 4 X 45 menit Standar Kompetensi 1. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Kompetensi Dasar 1.3. Mempraktikkan keterampilan keterampilan atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**). Indikator 1. Melakukan teknik dasar lari jarak pendek 100 meter (start, gerakan lari, memasuki garis finish) yang dilakukan (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar lari jarak pendek 100 meter (start, gerakan lari, memasuki garis finish) yang dilakukan (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Perlombaan atletik lari jarak pendek 100 meter dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai disiplin, semangat, sportivitas, percaya diri dan kejujuran. A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat melakukan teknik dasar lari jarak pendek 100 meter (start, gerakan lari, memasuki garis finish) yang dilakukan (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Siswa dapat melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar lari jarak pendek 100 meter (start, gerakan lari, memasuki garis finish) yang dilakukan (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Siswa dapat melakukan perlombaan lari jarak pendek 100 meter dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi. B. Materi Pembelajaran Atletik (Lari jarak pendek) 1. Teknik dasar lari jarak pendek 100 meter (start, gerakan lari, memasuki garis finish) yang dilakukan (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Variasi dan kombinasi teknik dasar lari jarak pendek 100 meter (start, gerakan lari, memasuki garis finish) yang dilakukan (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Perlombaan lari jarak pendek 100 meter dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi. C. Metode Pembelajaran 1. Demontrasi 2. Inclusive (cakupan) 3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole) 4. Saling menilai sesama teman (Resiprocal) D. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan ke 1 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan sepakbola atau sejenisnya • Pemanasan khusus lari jarak pendek dalam bentuk permainan 2. Kegiatan Inti (60 menit) • Penjelasan cara melakukan latihan teknik dasar lari jarak pendek 100 meter (start, gerakan lari, memasuki garis finish) yang dilakukan (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan teknik dasar lari jarak pendek 100 meter (start, gerakan lari, memasuki garis finish) yang dilakukan (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Penjelasan cara melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar lari jarak pendek 100 meter (start, gerakan lari, memasuki garis finish) yang dilakukan (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar lari jarak pendek 100 meter (start, gerakan lari, memasuki garis finish) yang dilakukan (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Perlombaan lari jarak pendek 100 meter dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok. 3. Kegiatan Penutup (15 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa Pertemuan 2 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan sepakbola atau sejenisnya 2. Kegiatan Inti (70 menit) • Uji kompetensi lari jarak pendek 100 meter 3. Kegiatan Penutup (10 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa E. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat Pembelajaran : • Lintasan lari • Tali pembatas/kapur • Bendera start • Peluit 2. Sumber Pembelajaran : • Media cetak o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga. o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan o Buku atletik • Media elektronik o Audio/video visual teknik dasar atletik o Rekaman/cuplikan perlombaan lari jarak pendek F. Penilaian 1. Teknik dan Bentuk Penilaian a. Tes Keterampilan (Psikomotor) Lakukan teknik dasar lari jarak pendek (100 meter), unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan kecepatan melakukan gerakan (penilaian produk/prestasi). • Contoh penilaian proses teknik dasar lari jarak pendek 100 meter (Penilaian keterampilan kecabangan) No Nama Siswa Sikap Awal Gerakan Lari Finish Jml Nilai Proses Nilai Produk Nilai Akhir 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1. 2. 3. 4. 5. dsb JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (lari jarak pendek 100 meter). Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai Putera Puteri ….. < 14 detik ….. < 16 detik 100% Sangat Baik 14.01 – 15.00 detik 16.01 – 17.00 detik 90% Baik 15.01 – 16.00 detik 17.01 – 18.00 detik 80% Cukup 16.01 – 17.00 detik 18.01 – 19.00 detik 70% Kurang ….. > 17.00 detik ….. > 19.00 detik 60% Kurang Sekali




b. Tes Sikap (Afektif)
Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors)
Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas.


No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA
Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal





c. Tes Pengetahuan (Kognitif)
Contoh format penilaian pembelajaran teknik dasar lari jarak pendek (100 meter) dengan metode resiprokal :

No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA
Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 15




Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal

Contoh Butir Pertanyaan

No Butir Pertanyaan
1. Sebutkan macam-macam teknik dasar lari jarak pendek!
2. Sebutkan macam-macam start lari jarak pendek!
3. Jelaskan cara melakukan start lari jarak pendek!
4. Jelaskan cara melakukan gerakan lari jarak pendek 100 meter!
5. Jelaskan cara melakukan gerakan memasuki garis finish lari jarak pendek 100 meter!






2. Rekapitulasi Penilaian

No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria
Psikomotor Afektif Kognitif
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
NIlai Rata-rata

Jumlah skor yang diperoleh
Nilai Akhir (NA) = -----------------------------------------
Tiga Aspek Penilaian


Keterangan :
• Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100%
• Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90%
• Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79%
• Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69%
• Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60%


Mengetahui,
Kepala Sekolah GEGER,...…………………………
Guru Mata Pelajaran




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester : X / 1
Pertemuan : 2 kali pertemuan
Alokasi Waktu : 4 X 45 menit

Standar Kompetensi
1. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

Kompetensi Dasar
1.3. Mempraktikkan keterampilan keterampilan atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**).

Indikator
1. Melakukan teknik dasar lompat jauh (awalan, tumpuan, melayang di udara dan mendarat) dengan koordinasi yang baik.
2. Melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar lompat jauh (awalan, tumpuan, melayang di udara dan mendarat) dengan koordinasi yang baik.
3. Perlombaan atletik lompat jauh dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai disiplin, semangat, sportivitas, percaya diri dan kejujuran.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat melakukan teknik dasar lompat jauh (awalan, tumpuan, melayang di udara dan mendarat) dengan koordinasi yang baik.
2. Siswa dapat melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar lompat jauh (awalan, tumpuan, melayang di udara dan mendarat) dengan koordinasi yang baik.
3. Siswa dapat melakukan perlombaan lompat jauh dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi.

B. Materi Pembelajaran
Atletik (Lompat jauh)
1. Teknik dasar lompat jauh (awalan, tumpuan, melayang di udara dan mendarat) dengan koordinasi yang baik.
2. Variasi dan kombinasi teknik dasar lompat jauh (awalan, tumpuan, melayang di udara dan mendarat) dengan koordinasi yang baik.
3. Perlombaan lompat jauh dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi.

C. Metode Pembelajaran
1. Demontrasi
2. Inclusive (cakupan)
3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole)
4. Permainan (game)
5. Saling menilai sesama teman (Resiprocal)


D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan ke 1
1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
• Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran.
• Pemanasan secara umum
• Berlari mengelilingi lapangan sepakbola atau sejenisnya
• Pemanasan khusus lompat jauh dalam bentuk permainan

2. Kegiatan Inti (60 menit)
• Penjelasan cara melakukan latihan teknik dasar lompat jauh (awalan, tumpuan, melayang di udara dan mendarat) dengan koordinasi yang baik.
• Melakukan latihan teknik dasar lompat jauh (awalan, tumpuan, melayang di udara dan mendarat) dengan koordinasi yang baik.
• Penjelasan cara melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar lompat jauh (awalan, tumpuan, melayang di udara dan mendarat) dengan koordinasi yang baik.
• Melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar lompat jauh (awalan, tumpuan, melayang di udara dan mendarat) dengan koordinasi yang baik (perorangan maupun berkelompok).
• Perlombaan lompat jauh dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)
• Pendinginan (colling down)
• Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari
• Berbaris dan berdoa

Pertemuan 2
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
• Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi.
• Pemanasan secara umum
• Berlari mengelilingi lapangan sepakbola atau sejenisnya

2. Kegiatan Inti (70 menit)
• Uji kompetensi lompat jauh

3. Kegiatan Penutup (10 menit)
• Pendinginan (colling down)
• Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari
• Berbaris dan berdoa

E. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat Pembelajaran :
• Lintasan lompat jauh
• Bak lompat jauh
• Kapur
• Bendera
• Peluit

2. Sumber Pembelajaran :
• Media cetak
o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga.
o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
o Buku atletik

• Media elektronik
o Audio/video visual teknik dasar atletik
o Rekaman/cuplikan perlombaan lompat jauh

F. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Penilaian
a. Tes Keterampilan (Psikomotor)
Lakukan teknik dasar lompat jauh, unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan dan jauhnya melakukan gerakan (penilaian produk/prestasi).
• Contoh penilaian proses teknik dasar lompat jauh (Penilaian keterampilan kecabangan)

No Nama Siswa Sikap Awal Gerakan Sikap Akhir Jml Nilai Proses Nilai Produk Nilai Akhir
1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ
1.
2.
3.
4.
5.
dsb

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal

• Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (Lompat jauh).

Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai
Putera Puteri
….. > 4.50 meter ….. > 3.50 meter 100% Sangat Baik
4.00 – 4.49 meter 3.00 – 3.49 meter 90% Baik
3.50 – 3.99 meter 2.50 – 2.99 meter 80% Cukup
3.00 – 3.49 meter 2.00 – 2.49 meter 70% Kurang
…… < 2.99 meter …… < 1.99 meter 60% Kurang Sekali b. Tes Sikap (Afektif) Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors) Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas. No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal c. Tes Pengetahuan (Kognitif) Contoh format penilaian pembelajaran teknik dasar lompat jauh dengan metode resiprokal : No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 15 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal Contoh Butir Pertanyaan No Butir Pertanyaan 1. Sebutkan macam-macam gaya lompat jauh! 2. Jelaskan cara melakukan awalan lompat jauh! 3. Jelaskan cara melakukan tumpuan lompat jauh! 4. Jelaskan cara melakukan melayang di udara lompat jauh! 5. Jelaskan cara melakukan mendarat lompat jauh! 2. Rekapitulasi Penilaian No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria Psikomotor Afektif Kognitif 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. NIlai Rata-rata Jumlah skor yang diperoleh Nilai Akhir (NA) = ----------------------------------------- Tiga Aspek Penilaian Keterangan : • Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100% • Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90% • Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79% • Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69% • Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60% Mengetahui, Kepala Sekolah GEGER,...………………………… Guru Mata Pelajaran Drs. H. AGUS PURWANTO,M.Pd. NIP. 131 466 668 Drs. SUGIJANTO NIP. 131 783 838 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : X / 1 Pertemuan : 2 kali pertemuan Alokasi Waktu : 4 X 45 menit Standar Kompetensi 1. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Kompetensi Dasar 1.4. Mempraktikkan keterampilan salah satu cabang olahraga beladiri serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**). Indikator 1. Melakukan teknik dasar pencak silat (pukulan, tendangan, tangkisan, dan elakan) yang dilakukan (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar pencak silat (pukulan, tendangan, tangkisan, dan elakan) yang dilakukan (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Melakukan pertandingan pencak silat menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, kejujuran, percaya diri dan menghormati lawan. A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat melakukan teknik dasar pencak silat (pukulan, tendangan, tangkisan, dan elakan) yang dilakukan (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Siswa dapat melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar pencak silat (pukulan, tendangan, tangkisan, dan elakan) yang dilakukan (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Siswa dapat melakukan pertandingan pencak silat menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, kejujuran, percaya diri dan menghormati lawan. B. Materi Pembelajaran Pencak Silat 1. Teknik dasar pencak silat (pukulan, tendangan, tangkisan, dan elakan) yang dilakukan (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 2. Variasi dan kombinasi teknik dasar pencak silat (pukulan, tendangan, tangkisan, dan elakan) yang dilakukan (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. 3. Pertandingan pencak silat menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk menumbuhkan dan membina nilai-nilai kerjasama, kejujuran, percaya diri dan menghormati lawan. C. Metode Pembelajaran 1. Demontrasi 2. Inclusive (cakupan) 3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole) 4. Saling menilai sesama teman (Resiprocal) D. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan ke 1 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan atau halaman sekolah • Pemanasan khusus pencak silat dalam bentuk permainan 2. Kegiatan Inti (60 menit) • Penjelasan cara melakukan latihan teknik dasar pencak silat (pukulan, tendangan, tangkisan, dan elakan) yang dilakukan (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan teknik dasar pencak silat (pukulan, tendangan, tangkisan, dan elakan) yang dilakukan (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Penjelasan cara melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar pencak silat (pukulan, tendangan, tangkisan, dan elakan) yang dilakukan (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan variasi dan kombinasi teknik dasar pencak silat (pukulan, tendangan, tangkisan, dan elakan) yang dilakukan (berpasangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik. • Melakukan pertandingan pencak silat menggunakan peraturan yang dimodifikasi (lamanya bertanding, ukuran berat badan, dll). 3. Kegiatan Penutup (15 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa Pertemuan 2 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan atau halaman sekolah 2. Kegiatan Inti (70 menit) • Uji kompetensi teknik dasar pukulan pencak silat • Uji kompetensi teknik dasar tendangan pencak silat • Uji kompetensi teknik dasar tangkisan dan elakan pencak silat • Uji kompetensi pertandingan pencak silat 3. Kegiatan Penutup (10 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa E. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat Pembelajaran : • Ruangan atau halaman sekolah • Arena pencak silat • Goong • Peluit 2. Sumber Pembelajaran : • Media cetak o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga. o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan o Buku pencak silat • Media elektronik o Audio/video visual teknik dasar pencak silat o Rekaman/cuplikan pencak silat F. Penilaian 1. Teknik dan Bentuk Penilaian a. Tes Keterampilan (Psikomotor) Lakukan teknik dasar pencak silat (pukulan, tendangan, tangkisan dan elakan), unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses). • Contoh penilaian proses teknik dasar pencak silat (Penilaian keterampilan kecabangan) No Nama Siswa Sikap Awal Gerakan Sikap Akhir Jml Nilai Proses Nilai Akhir 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1. 2. 3. 4. 5. dsb JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal b. Tes Sikap (Afektif) Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors) Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas. No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal c. Tes Pengetahuan (Kognitif) Contoh format penilaian pembelajaran teknik dasar pencak silat dengan metode resiprokal : No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. dst JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 15 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal Contoh Butir Pertanyaan No Butir Pertanyaan 1. Jelaskan hakekat pencak silat! 2. Jelaskan cara mlekaukan sikap kuda-kuda dalam pencak silat! 3. Jelaskan cara melangkah dalam pencak silat! 4. Jelaskan cara melakukan pukulan dalam pencak silat! 5. Jelaskan cara melakukan tendangan dalam pencak silat! 2. Rekapitulasi Penilaian No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria Psikomotor Afektif Kognitif 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. NIlai Rata-rata Jumlah skor yang diperoleh Nilai Akhir (NA) = ----------------------------------------- Tiga Aspek Penilaian Keterangan : • Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100% • Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90% • Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79% • Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69% • Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60% Mengetahui, Kepala Sekolah GEGER,...………………………… Guru Mata Pelajaran Drs. H. AGUS PURWANTO,M.Pd. NIP. 131 466 668 Drs. SUGIJANTO NIP. 131 783 838 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : X / 1 Pertemuan : 2 kali pertemuan Alokasi Waktu : 4 X 45 menit Standar Kompetensi 2. Mempraktikkan latihan kebugaran jasmani dan cara mengukurnya sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Kompetensi Dasar 2.1. Mempraktikkan latihan kekuatan, kecepatan, daya tahan dan kelentukan untuk kebugaran jasmani dalam bentuk sederhana serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri. 2.2. Mempraktikkan tes kebugaran jasmani serta nilai tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri. 2.3. Mempraktikkan perawatan tubuh agar tetap segar. Indikator 1. Melakukan latihan kekuatan dalam bentuk sederhana dengan koordinasi yang baik. 2. Melakukan latihan kecepatan dalam bentuk sederhana dengan koordinasi yang baik. 3. Melakukan latihan daya tahan dalam bentuk sederhana dengan koordinasi yang baik. 4. Melakukan latihan kelentukan dalam bentuk sederhana dengan koordinasi yang baik. 5. Melakukan tes kebugaran jasmani secara sederhana dengan koordinasi yang baik. A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat melakukan latihan kekuatan dalam bentuk sederhana dengan koordinasi yang baik. 2. Siswa dapat melakukan latihan kecepatan dalam bentuk sederhana dengan koordinasi yang baik. 3. Siswa dapat melakukan latihan daya tahan dalam bentuk sederhana dengan koordinasi yang baik. 4. Siswa dapat melakukan latihan kelentukan dalam bentuk sederhana dengan koordinasi yang baik. 5. Siswa dapat melakukan tes kebugaran jasmani secara sederhana dengan koordinasi yang baik. B. Materi Pembelajaran Aktivitas Pengembangan 1. Latihan kekuatan dengan koordinasi yang baik. 2. Latihan kecepatan dengan koordinasi yang baik. 3. Latihan daya tahan dengan koordinasi yang baik. 4. Latihan kelentukan dengan koordinasi yang baik. 5. Latihan tes kebugaran jasmani dengan koordinasi yang baik. C. Metode Pembelajaran 1. Demontrasi 2. Inclusive (cakupan) 3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole) 4. Saling menilai sesama teman (Resiprocal) D. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan ke 1 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan atau halaman sekolah 2. Kegiatan Inti (60 menit) • Penjelasan cara melakukan latihan kekuatan, kecepatan, daya tahan dan kelentukan dengan koordinasi yang baik. • Melakukan latihan kekuatan, kecepatan, daya tahan dan kelentukan dengan koordinasi yang baik. • Penjelasan cara melakukan tes kebugaran jasmani dengan koordinasi yang baik. • Melakukan tes kebugaran jasmani dengan koordinasi yang baik menggunakan sirkuit training (berpasangan dan berkelompok). 3. Kegiatan Penutup (15 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa Pertemuan 2 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi. • Pemanasan secara umum • Berlari mengelilingi lapangan atau halaman sekolah 2. Kegiatan Inti (70 menit) • Uji kompetensi kebugaran jasmani (lari cepat/60 meter). • Uji kompetensi kebugaran jasmani (angkat tubuh/60 detik). • Uji kompetensi kebugaran jasmani (baring duduk/60 detik). • Uji kompetensi kebugaran jasmani (loncat tegak). • Uji kompetensi kebugaran jasmani (lari jauh/1.000 m puteri dan 1.200 m putera). 3. Kegiatan Penutup (10 menit) • Pendinginan (colling down) • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari • Berbaris dan berdoa E. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat Pembelajaran : • Lapangan atau halaman sekolah • Palang tunggal • Matras senam • Formulir tes • Peluit 2. Sumber Pembelajaran : • Media cetak o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga. o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan • Media elektronik o Audio/video visual latihan kebugaran jasmani o Rekaman/cuplikan latihan kebugaran jasmani F. Penilaian 1. Teknik dan Bentuk Penilaian a. Tes Keterampilan (Psikomotor) Lakukan tes kebugaran jasmani untuk siswa SMA (lari 60 meter, angkat tubuh, baring duduk, loncat tegak dan lari jauh 1.200 m untuk putera dan 1.000 m untuk puteri), unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan dan kecepatan melakukan gerakan (penilaian produk/prestasi). • Contoh penilaian proses tes kebugaran jasmani siswa SMA (Penilaian kebugaran jasmani) No Nama Siswa Sikap Awal Gerakan Sikap Akhir Jml Nilai Proses Nilai Produk Nilai Akhir 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1. 2. 3. 4. 5. dsb JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12 Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100% Jumlah skor maksimal • Contoh penilaian produk/prestasi tes kebugaran jasmani siswa Putera SMA Lari 60 m Gantung/ Angkat tubuh Baring duduk Loncat tegak Lari 1.200 m Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai ….. < 7.2 dtk ….. > 19 kali ….. > 41 kali ….. > 73 ….. < 3.14 mnt 100% Sangat Baik 7.3 – 8.3 dtk 14 – 18 kali 30 – 40 kali 60 – 72 3.15 – 4.25 mnt 90% Baik 8.4 – 9.6 dtk 9 – 13 kali 21 – 29 kali 50 – 59 4.26 – 5.12 mnt 80% Cukup 9.7–11.0 dtk 5 – 8 kali 10 – 20 kali 39 – 49 5.13 – 6.33 mnt 70% Kurang ….. > 11 dtk ….. < 5 kali ….. < 10 kali ….. < 39 ….. > 6.33 mnt 60% Kurang Sekali

• Contoh penilaian produk/prestasi tes kebugaran jasmani siswa Puteri SMA

Lari 60 m Gantung/Siku tekuk Baring duduk Loncat tegak Lari 1.200 m Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai
….. < 8.4 dtk ….. > 41 kali ….. > 28 kali ….. > 50 ….. < 3.52 mnt 100% Sangat Baik 8.5 – 9.8 dtk 22 – 40 kali 20 – 28 kali 39 – 49 3.53 – 4.56 mnt 90% Baik 9.9 – 11.4 dtk 10 – 21 kali 10 – 19 kali 31 – 38 4.57 – 5.58 mnt 80% Cukup 11.5 –13.4 dtk 3 – 9 kali 3 – 9 kali 23 – 30 5.59 – 7.23 mnt 70% Kurang ….. > 13.4 dtk ….. < 3 kali ….. < 3 kali ….. < 23 ….. > 7.23 mnt 60% Kurang Sekali

b. Tes Sikap (Afektif)
Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors)
Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas.

No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA
Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18

Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal


c. Tes Pengetahuan (Kognitif)
Contoh format penilaian pembelajaran kebugaran jasmani dengan metode resiprokal :

No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA
Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 15


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal

Contoh Butir Pertanyaan

No Butir Pertanyaan
1. Jelaskan cara melakukan latihan kekuatan!
2. Jelaskan cara melakukan latihan kecepatan!
3. Jelaskan cara melakukan latihan daya tahan!
4. Jelaskan cara melakukan latihan kelentukan!
5. Jelaskan cara melakukan tes kebugaran jasmani untuk siswa SMA!

2. Rekapitulasi Penilaian

No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria
Psikomotor Afektif Kognitif
1.
2.
3.
4.
5.
NIlai Rata-rata

Jumlah skor yang diperoleh
Nilai Akhir (NA) = -----------------------------------------
Tiga Aspek Penilaian
Keterangan :
• Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100%
• Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90%
• Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79%
• Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69%
• Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60%


Mengetahui,
Kepala Sekolah GEGER,...…………………………
Guru Mata Pelajaran



Drs. H. AGUS PURWANTO,M.Pd.
NIP. 131 466 668



Drs. SUGIJANTO
NIP. 131 783 838



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester : X / 1
Pertemuan : 2 kali pertemuan
Alokasi Waktu : 4 X 45 menit

Standar Kompetensi
3. Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

Kompetensi Dasar
3.1. Mempraktikkan rangkaian senam lantai dengan menggunakan bantuan serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungjawab dan menghargai teman.
3.2. Mempraktikkan rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai percaya diri, kerjasama dan tanggungjawab.

Indikator
1. Melakukan latihan guling depan dengan koordinasi yang baik.
2. Melakukan latihan guling belakang dengan koordinasi yang baik.
3. Melakukan latihan gerakan kayang dengan koordinasi yang baik.
4. Melakukan latihan sikap lilin dengan koordinasi yang baik.
5. Melakukan latihan berdiri dengan kepala dengan koordinasi yang baik.
6. Melakukan variasi dan kombinasi latihan guling depan, guling belakang, sikap kayang, sikap lilin, dan berdiri dengan kepala dengan koordinasi yang baik.


A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat melakukan latihan guling depan dengan koordinasi yang baik.
2. Siswa dapat melakukan latihan guling belakang dengan koordinasi yang baik.
3. Siswa dapat melakukan latihan gerakan kayang dengan koordinasi yang baik.
4. Siswa dapat melakukan latihan sikap lilin dengan koordinasi yang baik.
5. Siswa dapat melakukan latihan berdiri dengan kepala dengan koordinasi yang baik.
6. Siswa dapat melakukan variasi dan kombinasi latihan guling depan, guling belakang, sikap kayang, sikap lilin, dan berdiri dengan kepala dengan koordinasi yang baik.

B. Materi Pembelajaran
Aktivitas Uji Diri/Senam
1. Latihan guling depan dengan koordinasi yang baik.
2. Latihan guling belakang dengan koordinasi yang baik.
3. Latihan gerakan kayang dengan koordinasi yang baik.
4. Latihan sikap lilin dengan koordinasi yang baik.
5. Latihan berdiri dengan kepala dengan koordinasi yang baik.
6. Latihan variasi dan kombinasi latihan guling depan, guling belakang, sikap kayang, sikap lilin, dan berdiri dengan kepala dengan koordinasi yang baik.

C. Metode Pembelajaran
1. Demontrasi
2. Inclusive (cakupan)
3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole)
4. Saling menilai sesama teman (Resiprocal)
D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan ke 1
1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
• Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran.
• Pemanasan secara umum
• Berlari mengelilingi lapangan atau halaman sekolah

2. Kegiatan Inti (60 menit)
• Penjelasan cara melakukan latihan guling depan dengan koordinasi yang baik.
• Penjelasan cara melakukan latihan guling belakang dengan koordinasi yang baik.
• Penjelasan cara melakukan latihan sikap kayang dengan koordinasi yang baik.
• Penjelasan cara melakukan latihan sikap lilin dengan koordinasi yang baik.
• Penjelasan cara melakukan latihan berdiri dengan kepala dengan koordinasi yang baik.
• Penjelasan cara melakukan latihan variasi dan kombinasi latihan guling depan, guling belakang, sikap kayang, sikap lilin dan berdiri dengan kepala dengan koordinasi yang baik.
• Melakukan latihan variasi dan kombinasi latihan guling depan, guling belakang, sikap kayang, sikap lilin dan berdiri dengan kepala dengan koordinasi yang baik (perorangan dan berkelompok).

3. Kegiatan Penutup (15 menit)
• Pendinginan (colling down)
• Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari
• Berbaris dan berdoa

Pertemuan 2
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
• Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi.
• Pemanasan secara umum
• Berlari mengelilingi lapangan atau halaman sekolah

2. Kegiatan Inti (70 menit)
• Uji kompetensi berguling ke depan
• Uji kompetensi berguling ke belakang
• Uji kompetensi sikap kayang
• Uji kompetensi sikap lilin
• Uji kompetensi berdiri dengan kepala
• Uji kompetensi variasi dan kombinasi guling depan, guling belakang, sikap kayang, sikap lilin dan berdiri dengan kepala.

3. Kegiatan Penutup (10 menit)
• Pendinginan (colling down)
• Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari
• Berbaris dan berdoa

E. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat Pembelajaran :
• Lapangan atau halaman sekolah
• Matras senam
• Peluit


2. Sumber Pembelajaran :
• Media cetak
o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga.
o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
• Media elektronik
o Audio/video visual latihan senam lantai
o Rekaman/cuplikan latihan senam lantai

F. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Penilaian
a. Tes Keterampilan (Psikomotor)
Lakukan latihan variasi dan kombinasi guling depan, guling belakang, sikap kayang, sikap lilin dan berdiri dengan kepala, unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses).
• Contoh penilaian proses variasi dan kombinasi guling depan, guling belakang, sikap kayang, sikap lilin dan berdiri dengan kepala (Penilaian keterampilan kecabangan)

No Nama Siswa Sikap Awal Gerakan Sikap Akhir Jml Nilai Proses Nilai Akhir
1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ
1.
2.
3.
4.
5.
dsb

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal

b. Tes Sikap (Afektif)
Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors)
Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas.

No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA
Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18




Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal


c. Tes Pengetahuan (Kognitif)
Contoh format penilaian pembelajaran senam lantai dengan metode resiprokal :

No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA
Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 15


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal



Contoh Butir Pertanyaan

No Butir Pertanyaan
1. Jelaskan cara melakukan gerakan guling ke depan!
2. Jelaskan cara melakukan gerakan guling ke belakang!
3. Jelaskan cara melakukan gerakan sikap kayang!
4. Jelaskan cara melakukan gerakan sikap lilin!
5. Jelaskan cara melakukan gerakan berdiri dengan kepala!

2. Rekapitulasi Penilaian

No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria
Psikomotor Afektif Kognitif
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
NIlai Rata-rata


Jumlah skor yang diperoleh
Nilai Akhir (NA) = -----------------------------------------
Tiga Aspek Penilaian

Keterangan :
• Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100%
• Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90%
• Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79%
• Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69%
• Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60%


Mengetahui,
Kepala Sekolah GEGER,……………………………
Guru Mata Pelajaran






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester : X / 1
Pertemuan : 2 kali pertemuan
Alokasi Waktu : 4 X 45 menit

Standar Kompetensi
4. Mempraktikkan aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi yang baik dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

Kompetensi Dasar
4.1. Mempraktikkan keterampilan gerak dasar langkah dan lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan.
4.2. Mempraktikkan keterampilan gerak dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat serta nilai kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan.

Indikator
1. Melakukan keterampilan gerak dasar langkah dan lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.
2. Melakukan keterampilan gerak dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.
3. Melakukan variasi dan kombinasi keterampilan gerak dasar (langkah dan lompat) dan (ayunan lengan) pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.


A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat melakukan keterampilan gerak dasar langkah dan lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.
2. Siswa dapat melakukan keterampilan gerak dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.
3. Siswa dapat melakukan variasi dan kombinasi keterampilan gerak dasar (langkah dan lompat) dan (ayunan lengan) pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.

B. Materi Pembelajaran
Aktivitas Ritmik
1. Latihan keterampilan gerak dasar langkah dan lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.
2. Latihan keterampilan gerak dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.
3. Latihan variasi dan kombinasi keterampilan gerak dasar (langkah dan lompat) dan (ayunan lengan) pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.

C. Metode Pembelajaran
1. Demontrasi
2. Inclusive (cakupan)
3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole)
4. Saling menilai sesama teman (Resiprocal)
D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan ke 1
1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
• Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran.
• Pemanasan secara umum
• Berlari mengelilingi lapangan atau halaman sekolah

2. Kegiatan Inti (60 menit)
• Penjelasan cara melakukan keterampilan gerak dasar langkah dan lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.
• Melakukan latihan keterampilan gerak dasar langkah dan lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.
• Penjelasan cara melakukan keterampilan gerak dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.
• Melakukan latihan keterampilan gerak dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.
• Penjelasan cara melakukan keterampilan variasi dan kombinasi gerak dasar (langkah dan lompat) dan ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.
• Melakukan latihan keterampilan variasi dan kombinasi gerak dasar (langkah dan lompat) dan ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat (perorangan dan berkelompok) dengan koordinasi yang baik.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)
• Pendinginan (colling down)
• Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari
• Berbaris dan berdoa

Pertemuan 2
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
• Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi.
• Pemanasan secara umum
• Berlari mengelilingi lapangan atau halaman sekolah

2. Kegiatan Inti (70 menit)
• Uji kompetensi keterampilan gerak dasar langkah dan lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat.
• Uji kompetensi keterampilan gerak dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat.
• Uji kompetensi keterampilan variasi dan kombinasi gerak dasar (langkah dan lompat) dan ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat.

3. Kegiatan Penutup (10 menit)
• Pendinginan (colling down)
• Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari
• Berbaris dan berdoa

E. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat Pembelajaran :
• Lapangan atau halaman sekolah
• Tipe recorder
• Kaset senam ritmik
• Peluit
2. Sumber Pembelajaran :
• Media cetak
o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga.
o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
• Media elektronik
o Audio/video visual latihan senam ritmik
o Rekaman/cuplikan latihan senam ritmik






F. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Penilaian
a. Tes Keterampilan (Psikomotor)
Lakukan latihan variasi dan kombinasi gerak dasar (langkah dan lompat) dan mengayunkan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat, unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses).
• Contoh penilaian proses senam ritmik (Penilaian keterampilan kecabangan)

No Nama Siswa Sikap Awal Gerakan Sikap Akhir Jml Nilai Proses Nilai Akhir
1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ
1.
2.
3.
4.
5.
dsb

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal

b. Tes Sikap (Afektif)
Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors)
Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas.

No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA
Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18



Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal

c. Tes Pengetahuan (Kognitif)
Contoh format penilaian pembelajaran senam ritmik dengan metode resiprokal :

No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA
Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 15



Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal


Contoh Butir Pertanyaan

No Butir Pertanyaan
1. Jelaskan yang dimaksud dengan senam ritmik!
2. Sebutkan manfaat melakukan senam ritmik apabila dilakukan dengan teratur!
3. Jelaskan cara melakukan latihan melangkah dan lompat senam ritmik!
4. Jelaskan cara melakukan latihan mengayunkan lengan senam ritmik!
5. Jelaskan cara melakukan latihan variasi dan kombinasi (melangkah dan melompat) dan mengayunkan lengan senam ritmik!

2. Rekapitulasi Penilaian

No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria
Psikomotor Afektif Kognitif
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
NIlai Rata-rata


Jumlah skor yang diperoleh
Nilai Akhir (NA) = -----------------------------------------
Tiga Aspek Penilaian

Keterangan :
• Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100%
• Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90%
• Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79%
• Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69%
• Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60%


Mengetahui,
Kepala Sekolah GEGER,...…………………………
Guru Mata Pelajaran


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester : X / 1
Pertemuan : 4 kali pertemuan
Alokasi Waktu : 8 X 45 menit

Standar Kompetensi
5. Mempraktikkan salah satu gaya renang dan loncat indah sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya*)

Kompetensi Dasar
5.1. Mempraktikkan keterampilan dasar salah satu gaya renang serta nilai disiplin, keberanian, tanggungjawab, dan kerja keras.
5.2. Mempraktikkan keterampilan teknik dasar loncat indah dari samping kolam renang dengan teknik serta nilai disiplin, keberanian, tanggungjawab, dan kerja keras.

Indikator
1. Melakukan latihan gerakan kaki renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik.
2. Melakukan latihan gerakan lengan renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik.
3. Melakukan latihan gerakan pernapasan renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik.
4. Melakukan perlombaan renang gaya bebas (menempuh jarak 50 meter) untuk menumbuhkan dan memupuk nilai-nilai disiplin, keberanian, tanggungjawab dan kerja keras.
5. Melakukan latihan loncat indah dari samping kolam renang dengan koordinasi yang baik.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat melakukan latihan gerakan kaki renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik.
2. Siswa dapat melakukan latihan gerakan lengan renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik.
3. Siswa dapat melakukan latihan gerakan pernapasan renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik.
4. Siswa dapat melakukan perlombaan renang gaya bebas (menempuh jarak 50 meter) untuk menumbuhkan dan memupuk nilai-nilai disiplin, keberanian, tanggungjawab dan kerja keras.
5. Siswa dapat melakukan latihan loncat indah dari samping kolam renang dengan koordinasi yang baik.

B. Materi Pembelajaran
Aktivitas Renang/Akuatik
1. Latihan gerakan kaki renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik.
2. Latihan gerakan lengan renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik.
3. Latihan gerakan kaki, gerakan lengan, dan pernapasan renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik.
4. Perlombaan renang gaya bebas (menempuh jarak 50 meter).
5. Latihan loncat indah dari samping kolam renang dengan koordinasi yang baik.

C. Metode Pembelajaran
1. Demontrasi
2. Inclusive (cakupan)
3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole)
4. Saling menilai sesama teman (Resiprocal)
D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan ke 1 sampai 3
1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
• Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran.
• Pemanasan secara umum
• Berlari mengelilingi kolam renang

2. Kegiatan Inti (60 menit)
• Penjelasan cara melakukan latihan gerakan kaki renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik.
• Melakukan latihan gerakan kaki renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik (perorangan maupun berkelompok).
• Penjelasan cara melakukan latihan gerakan lengan renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik.
• Melakukan latihan gerakan lengan renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik (perorangan maupun berkelompok).
• Penjelasan cara melakukan latihan gerakan kaki, gerakan lengan, dan pernapasan renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik.
• Melakukan latihan gerakan kaki, gerakan lengan, dan pernapasan renang gaya bebas dengan koordinasi yang baik (perorangan maupun berkelompok).
• Melakukan perlombaan renang gaya bebas (menempuh jarak 50 meter) yang dilakukan secara berkelompok.
• Penjelasan cara melakukan latihan loncat indah ke samping kolam dengan koordinasi yang baik.
• Melakukan latihan loncat indah ke samping kolam dengan koordinasi yang baik.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)
• Pendinginan (colling down)
• Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari
• Berbaris dan berdoa

Pertemuan 4
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
• Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan uji kompetensi.
• Pemanasan secara umum
• Berlari mengelilingi kolam renang

2. Kegiatan Inti (70 menit)
• Uji kompetensi renang gaya bebas menempuh jarak 50 meter
• Uji kompetensi loncat indah ke samping kolam renang

3. Kegiatan Penutup (10 menit)
• Pendinginan (colling down)
• Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari
• Berbaris dan berdoa

E. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat Pembelajaran :
• Kolam renang
• Pelampung renang
• Kaca mata renang
• Peluit
2. Sumber Pembelajaran :
• Media cetak
o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga.
o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
• Media elektronik
o Audio/video visual latihan renang gaya dadaa
o Rekaman/cuplikan latihan renang gaya dada



F. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Penilaian

a. Tes Keterampilan (Psikomotor)
Lakukan renang gaya bebas (menempuh jarak 50 meter), unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan dan kecepatan melakukan gerakan (penilaian produk/prestasi).
• Contoh penilaian proses renang gaya bebas (Penilaian kecabangan)

No Nama Siswa Sikap Awal Gerakan Sikap Akhir Jml Nilai Proses Nilai Produk Nilai Akhir
1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ
1.
2.
3.
4.
5.
dsb

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal

• Contoh penilaian produk/prestasi renang gaya bebas (Menempuh jarak 50 meter).

Perolehan Nilai Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai
Putera Puteri
….. < 40 detik ….. < 50 detik 100% Sangat Baik 41 – 50 detik 51 – 60 detik 90% Baik 51 – 60 detik 61 – 70 detik 80% Cukup 61 – 70 detik 71 – 80 detik 70% Kurang …… > 70 detik …… > 80 detik 60% Kurang Sekali

b. Tes Sikap (Afektif)
Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors)
Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas.


No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA
Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18






Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal








c. Tes Pengetahuan (Kognitif)
Contoh format penilaian pembelajaran teknik dasar renang gaya bebas dengan metode resiprokal:

No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA
Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 15


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal


Contoh Butir Pertanyaan

No Butir Pertanyaan
1. Sebutkan macam-macam gaya-gaya renang!
2. Sebutkan macam-macam teknik dasar renang gaya bebas!
3. Jelaskan cara melakukan latihan gerakan kaki renang gaya bebas!
4. Jelaskan cara melakukan latihan gerakan lengan renang gaya bebas!
5. Jelaskan cara melakukan latihan gerakan pernapasan renang gaya bebas!

2. Rekapitulasi Penilaian

No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria
Psikomotor Afektif Kognitif
1.
2.
3.
4.
5.
6.
NIlai Rata-rata

Jumlah skor yang diperoleh
Nilai Akhir (NA) = -----------------------------------------
Tiga Aspek Penilaian
Keterangan :
• Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100%
• Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90%
• Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79%
• Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69%
• Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60%

Mengetahui,
Kepala Sekolah GEGER,.........................................
Guru Mata Pelajaran




Drs. H. AGUS PURWANTO,M.Pd.
NIP. 131 466 668



Drs. SUGIJANTO
NIP. 131 783 838
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester : X / 1
Pertemuan : 1 kali pertemuan
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit

Standar Kompetensi
6. Mempraktikkan perencanaan penjelajahan dan penyelamatan aktivitas di alam bebas dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

Kompetensi Dasar
6.1. Mempraktikkan keterampilan dasar-dasar kegiatan menjelajah pantai serta nilai tanggungjawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, melaksanakan keputusan kelompok.
6.2. Mempraktikkan keterampilan dasar penyelamatan di pantai serta nilai tanggungjawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, melaksanakan keputusan kelompok.
6.3. Mempraktikkan keterampilan memilih makanan dan minuman yang sehat.

Indikator
1. Melakukan kegiatan menjelajah pantai secara berkelompok untuk menanamkan nilai tanggungjawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, melaksanakan keputusan kelompok.
2. Melakukan penyelamatan di pantai secara berkelompok untuk menanamkan nilai tanggungjawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, melaksanakan keputusan kelompok.
3. Melakukan pemilihan makanan dan minuman yang sehat secara berkelompok dengan tepat dan benar.


A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat melakukan kegiatan menjelajah pantai secara berkelompok untuk menanamkan nilai tanggungjawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, melaksanakan keputusan kelompok.
2. Siswa dapat melakukan penyelamatan di pantai secara berkelompok untuk menanamkan nilai tanggungjawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, melaksanakan keputusan kelompok.
3. Siswa dapat memilih makanan dan minuman yang sehat secara berkelompok dengan tepat dan benar.

B. Materi Pembelajaran
Aktivitas Luar Kelas/Penjelajahan Pantai
1. Kegiatan menjelajah pantai secara berkelompok.
2. Penyelamatan di pantai secara berkelompok.
3. Memilih makanan dan minuman yang sehat secara berkelompok.

C. Metode Pembelajaran
1. Demontrasi
2. Inclusive (cakupan)
3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole)
4. Saling menilai sesama teman (Resiprocal)


D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan ke 1
1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
• Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran.

2. Kegiatan Inti (60 menit)
• Penjelasan cara melakukan kegiatan menjelajah pantai secara berkelompok untuk menanamkan nilai tanggungjawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, melaksanakan keputusan kelompok.
• Penjelasan cara melakukan penyelamatan di pantai secara berkelompok untuk menanamkan nilai tanggungjawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, melaksanakan keputusan kelompok.
• Penjelasan cara memilih makanan dan minuman yang sehat secara berkelompok dengan tepat dan benar.
• Melakukan kegiatan menjelajah pantai secara berkelompok dengan kerjasama tim yang baik dalam bentuk perlombaan.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)
• Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari
• Berbaris dan berdoa

E. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat Pembelajaran :
• Daerah pantai
• Rute perjalanan pantai
• Rambu-rambu perjalanan pantai
• Perlengkapan untuk penjelajahan pantai
• Perlengkapan makanan untuk penjelajahan pantai

2. Sumber Pembelajaran :
• Media cetak
o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas IX, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga.
o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

F. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Penilaian
a. Tes Keterampilan (Psikomotor)
Lakukan penjelajahan di pantai, unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan dan ketepatan melakukan penjelajahan di pantai (penilaian proses).

• Contoh penilaian proses penjelajahan di pantai (Penilaian keterampilan aktivitas di luar kelas)

No Nama Siswa Sikap Awal Gerakan Sikap Akhir Jml Nilai Proses Nilai Akhir
1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ
1.
2.
3.
4.
5.
dsb

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12

Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal

b. Tes Sikap (Afektif)
Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors)
Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas.

No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA
Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal

c. Tes Pengetahuan (Kognitif)
Contoh format penilaian pembelajaran aktivitas luar kelas (penjelajahan di pantai) dengan metode resiprokal :

No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA
Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 15


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal



Contoh Butir Pertanyaan

No Butir Pertanyaan
1. Sebutkan fungsi kegiatan penjelajahan pantai bagi siswa!
2. Jelaskan maksud dan tujuan kegiatan penjelajahan pantai!
3. Sebutkan macam-macam bentuk kegiatan penjelajahan pantai!
4. Jelaskan langkah-langkah melakukan persiapan kegiatan penjelajahan pantai!
5. Jelaskan cara melakukan penjelajahan di pantai!

2. Rekapitulasi Penilaian

No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria
Psikomotor Afektif Kognitif
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
NIlai Rata-rata

Jumlah skor yang diperoleh
Nilai Akhir (NA) = -----------------------------------------
Tiga Aspek Penilaian

Keterangan :
• Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100%
• Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90%
• Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79%
• Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69%
• Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60%


Mengetahui,
Kepala Sekolah GEGER,……………………………
Guru Mata Pelajaran




Drs. H. AGUS PURWANTO,M.Pd.
NIP. 131 466 668




Drs. SUGIJANTO
NIP. 131 783 838




































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 GEGER
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester : X / 1
Pertemuan : 1 kali pertemuan
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit

Standar Kompetensi
7. Menerapkan budaya hidup sehat.

Kompetensi Dasar
7.1. Menganalisis bahaya penggunaan narkoba.
7.2. Memahami berbagai peraturan perundangan tentang narkoba.

Indikator
1. Menganalisis bahaya penggunaan narkoba seperti : hekekat narkoba, penyalahgunaan narkoba, penggolongan jenis narkoba, pengaruh jenis-jenis narkoba pada tubuh manusia.
2. Memahami berbagai peraturan perundangan tentang narkoba seperti: saksi terhadap tindak pidana narkotika.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menganalisis bahaya penggunaan narkoba seperti : hekekat narkoba, penyalahgunaan narkoba, penggolongan jenis narkoba, pengaruh jenis-jenis narkoba pada tubuh manusia.
2. Siswa dapat memahami berbagai peraturan perundangan tentang narkoba seperti: saksi terhadap tindak pidana narkotika.

B. Materi Pembelajaran
Budaya hidup sehat
1. Menganalisis bahaya penggunaan narkoba seperti: hekekat narkoba, penyalahgunaan narkoba, penggolongan jenis narkoba, pengaruh jenis-jenis narkoba pada tubuh manusia.
2. Memahami berbagai peraturan perundangan tentang narkoba seperti: saksi terhadap tindak pidana narkotika.

C. Metode Pembelajaran
1. Diskusi dan ceramah
2. Inclusive (cakupan)
3. Bagian dan keseluruhan (Part and whole)
4. Saling menilai sesama teman (Resiprocal)

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan ke 1
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
• Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran.
• Pembagian kelompok diskusi

2. Kegiatan Inti (70 menit)
• Penjelasan tentang bahaya penggunaan narkoba seperti: hekekat narkoba, penyalahgunaan narkoba, penggolongan jenis narkoba, pengaruh jenis-jenis narkoba pada tubuh manusia.
• Penjelasan tentang berbagai peraturan perundangan tentang narkoba seperti: saksi terhadap tindak pidana narkotika.
• Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan diskusi, dimana siswa dibagi beberapa kelompok dan beberapa materi pembelajaran. Masing-masing kelompok harus mempresentasikan materi sesuai dengan undian yang dilakukan di depan kelas.
• Siswa kelompok yang lainnya (siswa yang tidak tampil) dapat menanyakan dan menyangga jawaban yang diberikan oleh kelompok yang tampil.


3. Kegiatan Penutup (10 menit)
• Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari
• Berdoa

E. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat Pembelajaran :
• Ruang kelas
• Poster
• Papan tulis
• Macam-macam jenis narkotika

2. Sumber Pembelajaran :
• Media cetak
o Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga.
o Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

F. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Penilaian
a. Tes Keterampilan (Psikomotor)
Peragakan gambar atau foto-foto tentang narkoba, unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan dan ketepatan menganalisis permasalahan narkotika (penilaian proses).
• Contoh penilaian proses pendidikan kesehatan (Penilaian diskusi dan simulasi)

No Nama Siswa Sikap Awal Peragaan Sikap Akhir Jml Nilai Proses Nilai Akhir
1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ
1.
2.
3.
4.
5.
dsb

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Proses = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal

b. Tes Sikap (Afektif)
Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors)
Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas.

No Nama Siswa Aspek Sikap Yang Dinilai Σ NA
Kerjasama Kejujuran Menghargai Semangat Percaya diri Sportivitas
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal

c. Tes Pengetahuan (Kognitif)
Contoh format penilaian pembelajaran kesehatan tentang narkotika dengan metode resiprokal :

No. Nama Siswa Butir-butir Pertanyaan Σ NA
Soal No.1 Soal No.2 Soal No.3 Soal No.4 Soal No.5
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 15


Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Kognitif = ----------------------------------------- X 100%
Jumlah skor maksimal


Contoh Butir Pertanyaan

No Butir Pertanyaan
1. Jelaskan alasan kaum remaja sering menyalahkan obat narkotika!
2. Sebutkan macam-macam obat narkotika yang sering disalahgunakan oleh kaum remaja!
3. Jelaskan pengaruh dari obat narkotika terhadap tubuh manusia!
4. Sebutkan sanksi yang diberikan terhadap penggunaan narkotika!
5. Jelaskan cara penanggulangan penggunaan narkotika!

2. Rekapitulasi Penilaian

No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai Akhir Kriteria
Psikomotor Afektif Kognitif
1.
2.
3.
4.
NIlai Rata-rata

Jumlah skor yang diperoleh
Nilai Akhir (NA) = -----------------------------------------
Tiga Aspek Penilaian
Keterangan :
• Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100%
• Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90%
• Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79%
• Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69%
• Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara = Kurang dari 60%


Mengetahui,
Kepala Sekolah GEGER,...…………………………
Guru Mata Pelajaran




Drs. H. AGUS PURWANTO,M.Pd.
NIP. 131 466 668




Drs. SUGIJANTO
NIP. 131 783 838 Selengkapnya...